Waspada
Waspada » SDM Vokasi Terus Didongkrak, 9 Beasiswa Diluncurkan  
Pendidikan

SDM Vokasi Terus Didongkrak, 9 Beasiswa Diluncurkan  

JAKARTA (Waspada):  Era pandemi tak menyurutkan langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) vokasi.  Untuk itu,
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)  meluncurkan sembilan Program Beasiswa Gelar dan Non-gelar Pendidikan Vokasi.

Beasiswa Pendidikan Vokasi yang diluncurkan tersebut adalah,  1) Program Beasiswa S-1/D-4 Calon Guru SMK; 2) Beasiswa Pendidikan Bergelar Dosen dan Calon Dosen PTPPV; 3) Bridging Course Vokasi; 4) Kampus Merdeka Vokasi; 5) Magang Dosen dan Tenaga Kependidikan PTPPV; 6) Sertifikasi Dosen dan Tenaga Kependidikan PTPPV; 7) Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri – Dosen PT Vokasi; 8) Program Project Based Learning/ Praktik Kerja Lapangan Bersertifikat Bagi Siswa SMK (Dalam Negeri dan Luar Negeri); dan 9) Program Project Based Learning/ Magang Bersertifikat Guru SMK (Dalam Negeri dan Luar Negeri).

Informasi beserta pendaftaran Program Beasiswa Pendidikan Vokasi Gelar, yaitu Program Beasiswa S-1/D-4 Calon Guru SMK dan Beasiswa Pendidikan Bergelar Dosen dan Calon Dosen PTPPV dapat diakses melalui laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

“Sedangkan untuk Program Beasiswa non-gelar dapat diakses calon peserta melalui laman https://beasiswa.vokasi.kemdikbud.go.id,” ujar  Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Direktorat Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Ahmad Saufi dalam diskusi media program Beasiswa Pendidikan Vokasi Indonesia Tahun 2021′ yang digelar di Jakarta, Jumat (21/5).
 
Pendanaan program beasiswa bagi insan vokasi ini bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menghadapi tantangan dan persaingan global.

Saufi mengatakan, ada empat tantangan utama yang ingin diselesaikan Kemendikbudristek melalui kesembilan skema beasiswa tersebut. Tantangan itu meliputi akses, kualitas, kuantitas, dan relevansi. Selain itu, transformasi dalam dunia pendidikan semakin membutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi mumpuni.
 
Diketahui, bahwa jumlah guru produktif masih terbatas dan perlu ditingkatkan. Dengan adanya program ini juga membuka kesempatan bagi insan vokasi, baik itu guru maupun dosen untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasinya.
 
Pendidikan vokasi sendiri selama ini selalu dikaitkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUD). Oleh karenanya, Saufi menganggap relevansi menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan DUDI.

“Tantangan kita adalah menciptakan insan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan DUDI. Karena itu beasiswa ini merupakan salah satu jembatan mengatasi tantangan yang ada,” imbuhnya.
 
Terobosan program beasiswa khusus vokasi ini juga mampu mengatasi tantangan akses studi lanjut bagi calon guru dan calon dosen vokasi. Tantangan terkait akses ini terjadi karena selama ini belum ada skema pendanaan khusus yang memberikan peluang besar bagi insan vokasi.
 
“Adanya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi diharapkan mampu memberikan ekosistem bagi vokasi. Pendidikan vokasi tidak pernah lepas dari DUDI, jadi relevansi dengan DUDI yang belum tercapai kita jawab melalui skema beasiswa ini. Pada tahun-tahun sebelum adanya Ditjen Diksi, pendidik atau dosen masih rasa akademik. Kami ingin menciptakan melalui skema ini inputnya adalah anak-anak kita insan vokasi yang diproses sedemikian rupa agar outputnya menjadi SDM vokasi yang diharapkan,” ucao Saufi.
 
Saufi kemudian membeberkan strategi dalam menghadapi empat tantangan yang sebelumnya dijelaskan. Pertama, skema beasiswa pendidikan vokasi dapat meningkatkan akses yang tadinya insan vokasi terbatas mendapat kesempatan pendidikan yang dibiayai. Kedua, peningkatan kualitas akan terjadi karena program ini juga menyediakan program kesiapan studi, seperti melalui Bridging Course untuk menggembleng kemampuan bahasa asing sehingga nantinya mereka dapat diterima dan ditempa di pendidikan tinggi vokasi terpilih. Sedangkan untuk menjawab tantangan kuantitas adalah dengan menambah ketersediaan tenaga pengajar, guru SMK produktif dan dosen vokasi. Terakhir, terkait relevansi dilakukan dengan mengajak pihak DUDI terlibat menjadi kurator dan tim seleksi beasiswa agar output lulusan program sesuai kebutuhan DUDI.
 
Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP), Beny Bandanadjaja pada kesempatan yang sama mengatakan, output dari program beasiswa pendidikan vokasi ini secara tidak langsung bersifat komplementer atau melengkapi program-program Diretorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang menggunakan sumber dana APBN.

“Program beasiswa vokasi ini diharapkan akan mencetak pendidik yang lebih berkualitas sehingga dapat mengisi  program penguatan vokasi lainnya,”imbuh Benny.

Koordinator Program Beasiswa Pendidikan Vokasi, Agus Susilohadi  menambahkan, beasiswa khusus untuk vokasi baru tahun ini diluncurkan. Hal itu menandakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program revitalisasi pendidikan vokasi. (J02)
 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2