Waspada
Waspada » Sarjana Pengangguran Bertambah, Lulusan Vokasi Malah Dicari
Pendidikan

Sarjana Pengangguran Bertambah, Lulusan Vokasi Malah Dicari

JAKARTA (Waspada): Data menarik mengenai peningkatan jumlah pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan selama masa pandemi Covid-19 diungkap Direktur Eksekutif Core Indonesia (Ekonom), Mohammad Faisal.

Menurutnya, tiga jenjang pendidikan yakni SLTA, SMK, dan sarjana, mengalami peningkatan jumlah pengangguran. Sedangkan untuk jenjang diploma mengalami penurunan jumlah pengangguran.

Artinya, lulusan jenjang diploma adalah lulusan yang dibutuhkan oleh industri.

“Kedepannya, industri juga akan melihat soft skills yang dimiliki oleh pelamar dan mencocokkan dengan apa yang dibutuhkan oleh industri,” imbuh Faisal saat berbicara pada webinar Sarjana terapan, Jawaban Industri Masa Depan”, di Jakarta, Jumat (26/2).

Dia juga memprediksi, sektor yang akan berkembang pesat adalah manufaktur dan jasa. Sebab itu, para lulusan sebaiknya terus meningkatkan kemampuan digitalisasi teknologi.

Di sisi lain, Faisal menekankan agar seluruh pemangku kebijakan menyadari pentingnya sosialisasi mengenai program D4 kepada masyarakat.

“Karena jika masyarakat tidak mengerti, tidak ada yang terpacu untuk mengambil jenjang sarjana terapan ini,” lanjut Faisal memberi penekanan.

Dalam acara yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menekankan bahwa tujuan dari program penguatan pendidikan jenjang sarjana terapan (D4) adalah memfasilitasi peserta didik untuk tidak hanya terampil di bidang yang dipelajari, tetapi memiliki kemampuan untuk menjadi creator, innovator, manager, bahkan pemimpin yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Setelah mendapatkan pengetahuan dan keahlian technical di jenjang pendidikan D3, pendidikan sarjana terapan atau D4 sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan melatih peserta didik, mengembangkan karakter adaptif, kreatif, dan cerdas,” jelas Mendikbud.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto menerangkan kelebihan program sarjana terapan (D4). Berbekal kompetensi yang terdiri dari 60 persen praktek dan 40 persen teori, lulusan sarjana terapan diharapkan mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan akan industri saat ini.

Wikan Sakarinto menambahkan bahwa terdapat perbedaan antara D3 dengan sarjana terapan (D4). Sarjana terapan memiliki kelebihan di mana softskill yang akan didapatkan lebih banyak, hal ini dikarenakan sarjana terapan memiliki satu tahun magang di industri serta melakukan project based learning bersama dengan industri. Hal ini sebagai bentuk komitmen Ditjen Diksi dalam memaksimalkan potensi peserta didik.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2