Sarjana Era Pendemi Perlu Dukungan Pusat Karir - Waspada
banner 325x300

Sarjana Era Pendemi Perlu Dukungan Pusat Karir

  • Bagikan
Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam

JAKARTA (Waspada): Setiap tahun ada sedikitnya satu juta lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Bagaimana peluang dan tantangan yang dihadapi mereka di masa pandemi Covid-19, perlu diantisipasi.

Latar belakang persoalan itu yang melahirkan ide kreatif munculnya inovasi pameran karir secara virtual (National Virtual Career Fair/NVCF 2020) yang kemudian diterbitkan juga dalam bentuk buku oleh Kementerian Pendidilan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Engineering Career Center, Nurhadi Irbath mengungkapkan banyak lulusan yang berstatus menganggur akibat proses rekrutmen kerja yang terhenti semasa pandemi. Disinilah, menurutnya, pentingnya kehadiran pusat karir di masing-masing perguruan tinggi, untuk melakukan berbagai upaya pengembangan sumber daya mahasiswa untuk piawai menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan NVCF dan dilengkapi oleh bukunya, membantu sekitar 1 juta lulusan perguruan tinggi di masa pandemi dalam mempersiapkan peluang karir melalui talent pool, talent development, dan selection process.

“Kampus-kampus besar dunia, mempunyai _unit career service_, seperti Harvard dengan _office of career service_, kemudian MIT ada _career advising and professional development_, dan NUS dengan unit _career center for future ready graduates_ yang dikelola secara profesional,” lanjutnya.

Oleh karena itu, hadirnya buku NVCF diharapkan dapat menjadi karya nyata sebagai upaya mengembangkan pengelolaan pusat karir di berbagai perguruan tinggi secara optimal. Nurhadi pun menilai buku ini dapat menjadi panduan dan bekal bagi para mahasiswa yang akan mengikuti proses rekrutmen secara virtual sebab hampir 95% industri mengatakan akan melanjutkan proses rekrutmen ini guna memangkas anggaran serta memiliki tingkat kehadiran yang lebih tinggi.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) meluncurkan tiga buku yang berkaitan dengan dunia pendidikan tinggi dan merupakan buah karya dari perguruan tinggi.

Ketiga buku tersebut yakni buku Inti Dasar Capaian Pendidikan (IDCP), NVCF dan dan Booklet Pembelajaran Daring.

Peluncuran ketiga buku ini bertujuan untuk menggalakan penerbitan buku-buku pemikiran dari perguruan tinggi yang bersifat ilmiah populer untuk perguruan tinggi maupun masyarakat luas pemerhati pendidikan tinggi.

“Semasa pandemi ini banyak buku yang lahir dari sejumlah perguruan tinggi. Sehingga peluncuran buku ini juga sebagai upaya membangun budaya membaca guna meningkatkan literasi nasional,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, saat acara peluncuran buku yang digelar secara daring, Rabu (9/12).

Nizam menjelaskan buku IDCP sendiri merupakan buah karya dari Majelis Pendidikan Dewan Pendidikan Tinggi yang berisikan infusi IDCP dalam pembelajaran berbagai mata kuliah di bidang ilmu yang berbeda. Sehingga, buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang implementasi IDCP dalam berbagai rentang pemikiran.

“IDCP ini buah pemikiran tentang bagaimana membangun nilai-nilai penting bagi dunia pendidikan tinggi yang harus diwujudkan secara holistik, mulai dari kecakapan kompetensi hingga semangat berpikir kritis dan kreatif, sebab dosen bukan hanya transfer ilmu, namun juga memperkuat karakter tersebut,” ucap Nizam.

Sementara itu, buku NVCF merupakan bentuk resiliensi dari perguruan tinggi untuk mengawal lulusan-lulusannya di masa pandemi. Buku ini juga merupakan hasil dari kolaborasi ratusan pusat karir di Indonesia yang ditulis berdasarkan pengalaman tim dalam menyelenggarakan National Virtual Career Fair semasa pandemi melanda.

Pusat karir sendiri adalah unit di perguruan tinggi yang bertujuan untuk menghubungkan lulusan dengan dunia kerja yang telah dikembangkan di hampir seluruh PTN dan PTS. Adapun program-programnya antara lain menyiapkan mahasiswa untuk berkarir dan _job center_ untuk rekrutmen kerja dari industri atau dunia kerja.

“Selama ini career fair diselenggarakan secara tatap muka, tapi saat pandemi terpaksa dilaksanakan secara virtual sehingga banyak
insight yang bisa diperoleh dari hal tersebut yang kemudian dituangkan dalam buku ini,” jelas Nizam.(J02)

  • Bagikan