Waspada
Waspada » Sangat Disayangkan, Pendidikan Nonformal dan Informal Belum Jadi Prioritas
Pendidikan

Sangat Disayangkan, Pendidikan Nonformal dan Informal Belum Jadi Prioritas

INDRA Charismiadji
INDRA Charismiadji

JAKARTA (Waspada): Sistem pendidikan di Indonesia masih menitikberatkan program terkait pendidikan formal. Sedangkan pendidikan non formal dan informal, belum ada gaungnya.

Padahal, tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara menyatakan ekosistem pendidikan yang baik itu terdiri dari 3 sentra pendidikan. Artinya, selain pendidikan formal seperti sekolah dasar, menengah pertama dan umum, ada juga pendidikan non formal dan informal. Non formal mengacu pada pendidikan berbasis masyarakat, sedangkan informal berbasis rumah atau pendidikan dalam lingkup keluarga.

Tapi sayangnya, pendidikan formal dan informal ini kurang mendapat perhatian pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Yang terbaru kita sama-sama tahu, dua bagian penting ekosistem pendidikan yang menjadi pesan Ki Hajar Dewantara ini, tidak masuk dalam cetak biru pendidikan,” ujar pengamat dan praktisi pendidikan dari Center for Education Regulations & Development Analysis (CERDAS), Indra Charismiadji dalam bincang-bincang sore di Jakarta, Rabu (5/5).

Padahal, di banyak negara maju, pendidikan formal, apalagi informal, sangat berperan. Sama pentingnya dengan pendidikan formal.

Kalau di negara maju, yang namanya belajar dari rumah bukan sekedar imbauan, tapi benar terjadi. Anak-anak dan orang tua sudah sama sadar bahwa rumah adalah salah satu tempat belajar yang asyik. Tidak hanya di sekolah, di rumah anak-anak bisa berdiskusi apa saja yang mereka pelajari dari buku, dari sekolah, bersama orang tua mereka.

“Rumah itu sejatijya dijadikan sebuah tempat belajar. Tapi orang Indonesia nggak biasa rumah jadi tempat belajar. Di indonesia, rumah kebanyakan hanya jadi tempat singgah atau tempat kos. Karena anak Indonesia itu sekolah sampai sore, pulangnya masih ada bimbingan belajar atau les, yang kadang sampai malam. Ini kenyataannya,” imbuh Indra.

Indra lantas mengaitkan pentingnya peningkatan kapasitas pendidikan informal ini dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Jika saja keluarga itu sudah dibiasakan sebagai tempat belajar pertama dan utama, maka kemungkinan besar PJJ menemukan kesuksesannya. Orang tua dan siswa sudah sama-sama paham peran masing-masing.

“Kalau terus dibiarkan saja dua bagian dari ekosistem pendidikan ini tidak berjalan maksimal, maka jadi apa nanti sistem pendidikan kita,” pungkas Indra.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2