Waspada
Waspada » Rakornas Perpustakaan Perkuat Peran Pemangku Kepentingan
Pendidikan

Rakornas Perpustakaan Perkuat Peran Pemangku Kepentingan

JAKARTA (Waspada):  Peran seluruh pemangku kepentingan perpustakaan di Tanah Air harus terus diperkuat. Hal itu diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi dalam upaya menciptakan inovasi untuk memulihkan perekonomian bangsa.

Hal itu menjadi penegasan sekaligus tema besar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2021 yang digelar secara daring sejak Senin (22/3) sampai Selasa (23/4). Rakornas tahun ini mengusung tema “Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya

Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural” serta perumusan rencana pembangunan di bidang perpustakaan tahun 2021. Tema ini diangkat sebagai jawab berbagai persoalan dan tantangan peran perpustakaan dan stakeholder masa kini.

Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mewakili Mendagri Tito Karnavian, Senin (22/3) dan disiarkan lewat kanal Youtube perpustakaan nasional.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando mengatakan, Rakornas bertujuan menguatkan peran perpustakaan dalam transfer pengetahuan untuk meningkatkan

budaya literasi sekaligus berperan dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan secara intens dilakukan dalam Rakornas, sehingga perpustakaan sebagai leading sektor dalam peningkatan literasi, inovasi, dan kreativitas bisa mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter,” ungkap Syarif Bando dalam sambutannya pada pembukaan Rakornas.

Ditegaskannya, literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu
pengetahuan yang menjadi kunci utama untuk berdaya saing. Tugas saat ini adalah memastikan sisi hulu berperan optimal dan berfungsi baik sekaligus memastikan kebutuhan

bahan bacaan bagi 270 juta penduduk terpenuhi.

Saat ini, perspektif literasi Indonesia masih dalam level sedang.
Hasil kajian tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia Tahun 2020 mencapai 55,74 persen dan pada 2019 mencapai 53,84. Hal ini masuk kategori sedang.

Untuk frekuensi membaca berada di angka 4 kali/pekan, durasi membaca 1 jam 36 menit/hari, jumlah 2 buku/triwulan. 

Targetnya  untuk tahun 2022 nilai kegemaran membaca masyarakat ditargetkan mencapai 63,3 dengan indeks pembangunan literasi masyarakat 13.

Level membaca yang masih sedang itu dikarenakan kemampuan akses informasi terkait TIK yang rendah, kurangnya ketersediaan dan akses terhadap informasi yang berkualitas, serta ketidakmampuan untuk mendapatkan informasi yang relevan.

“Maka dari itu solusinya adalah peningkatan akses informasi, penguatan infrastruktur informasi dan penguatan konteks informasi bagi individu. Dengan begitu menghasilkan keadilan informasi dan peningkatan literasi sehingga berdampak pada kesejahteraan,” ucap Syarif Bando.

Rakornas diisi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Selain itu, ada juga Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, dan Bupati Magetan Suprawoto.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2