Waspada
Waspada » Puluhan Sekolah Rusak Akibat Gempa Sulbar, Kemendikbud Bangun Posko dan Kirim Bantuan
Pendidikan

Puluhan Sekolah Rusak Akibat Gempa Sulbar, Kemendikbud Bangun Posko dan Kirim Bantuan

JAKARTA (Waspada): Gempa berkekuatan cukup besar mengguncang Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari. Selain menimbulkan korban jiwa, gempat di tiga lokasi di Sulbar ini juga merusak puluhan bangunan sekolah.

Data yang dihimpun tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sampai Sabtu (16/1) pukul 12.59 WITA, ada 27 sekolah yang rusak berat, sedang dan ringan. Rinciannya, 10 sekolah di Kabupaten Majene,14 sekolah di Kabupaten Mamuju, serta 3 sekolah di Kabupaten Mamasa.

Pelaksana tugas (plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Hendarman, dalam keterangam pers yang diterima di Jakarta, Minggu (17/1) mengatakan, Kemendikbud saat ini telah membuka Posko di dua lokasi, yakni Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Msyarakat (BP PAUDDIKMAS) di Kabupaten Mamuju dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Kabupaten Majene.

Di Kabupaten Mamuju, lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan yakni SDN Inp. Tajimane, SDN 2 Tapalang, SDN Serang, dan SDN Taan Galung, SMPN 3 Mamuju. Sedangkan tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori sedang, yakni SDN Inp. Kasambang, SMPN 2 Tapalang, dan SMAN 2 Tapalang. Sekolah dalam kondisi rusak berat yakni SMKN 1 Rangas, SMPN 2 Mamuju, TK Pembina Terpadu, TK Alquba Kasiwa, TK Aisyah Axuri, dan TK Anggrek Pampioang.

Sementara itu, di Kabupaten Majene terdapat lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori berat antara lain TK Pertiwi Malunda, SDN 18 Inp. Banua, SDN 004 Mekatta, SMKS Bunga Bangsa, dan SMKN 6 Majene. Dua sekolah dengan kerusakan kategori sedang adalah SDN 009 Sasende dan SDN 12 Inpres Pettabeang. Tiga sekolah dengan kerusakan kategori ringan antara lain SDN 16 Tanisi, SMP 1 Malunda, dan SMAN 1 Malunda. Sedangkan Kabupaten Mamasa terdapat tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan, yakni SDN 008 Pangandaran, SDN 10 Baruru, dan SMPN 4 Aralle.

Kerusakan kategori berat akibat gempa antara lain bangunan sekolah dan dinding sebagian besar roboh. Sementara itu, untuk kategori sedang antara lain plafon sekolah jebol, atap roboh, ada beberapa dinding roboh dan retak sebagian. Untuk kategori ringan, plafon sekolah jebol, dinding retak, dan pagar roboh.

Hendarman mengatakan, Kemendikbud melalui LPMP dan BP PAUDDIKMAS Provinsi Sulawesi Barat telah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan darurat kebutuhan pokok bagi para korban diantaranya makanan, pakaian, tenda darurat, dan peralatan belajar.

“Tim dari LPMP dan BP PAUDDIKMAS Sulawesi Barat langsung terjun ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan pokok yang darurat bagi para korban,” tutur Hendarman.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2