Puluhan Pekerja Migran Indonesia Di Honkong Raih Sarjana UT - Waspada

Puluhan Pekerja Migran Indonesia Di Honkong Raih Sarjana UT

  • Bagikan
Puluhan pekerja migran Indonesia di Hongkong tengah mengikuti proses Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) Universitas Terbuka Hongkong, yang disiarkan lewat aplikasi telekonferensi dari Hongkong, Minggu (25/4).

TANGERANG SELATAN (Waspada): Universitas Terbuka (UT) menggelar Upacara Penyerahan ljazah (UPI) bagi wisudawan yang berada di Hong Kong, Minggu (25/4).

UPI dilaksankaan secara luring (dalam ruangan) dan daring (dalam jaringan) untuk mencegah penularan pandemi Covid 19 yang hingga saat ini masih belum sepenuhnya dapat teratasi.

Para wisudawan yang mengikuti kegiatan UPI UT Hong Kong berjumlah 23 orang, dari berbagai program studi seperti Bahasa Inggris Penerjemahan, Manajemen, Akutansi, Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi.

Ada tiga wisudawan terbaik pada UPI kali ini dengan Indeks Prestasi rata-rata diatas 3,5. Mereka adalah Brigita Mungki Yuris Dian, Vena Amelia Septiani dan Soinah.

Konsul Jendral Republik Indonesia Hongkong (KJRI), Ricky Suhendar dalam sambutannya mengaku bangga dengan para mahasiswa yang berkat kegigihan dan kebulatan tekadnya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.

“Di tengah kesibukan bekerja, para mahasiswa ini berhasil meraih gelar sarjana. Sungguh prestasi luar biasa,” ujar Ricky.

Ricky juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Terbuka, yang memiliki peran esensial dalam meningkatkan kapasitas sumber daya Indonesia, termasuk masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, melalui program pembelajaran jarak jauh.

“Program pembelajaran jarak jauh menjadi sangat relevan dengan kondisi pandemi saat ini dan UT merupakan pioneer dalam dunia digitalisasi pendidikan,”tandas Ricky.

Rektor UT, Prof Ojat Darojat dalam pidato sambutannya di acara tersebut mengucapkan selamat kepada para wisudawan UT Hongkong, karena telah berhasil meraih pendidikan tinggi dengan gemilang. Dia meyakini hal itu tidak mudah, tapi ternyata dapat dilakukan dan ini sungguh membanggakan.

Dia mwngatakan, UT memang terus berupaya meningkatkan layanan PJJ tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Saat ini, UT telah melayani mahasiswa dari 91 negara, termasuk Hongkong.

Guna memperkokoh layanan kepada seluruh masyarakat, UT terus membenahi pelayanan berbasis digital. Tahun ini juga, UT tengah mengembangkan Digital Learning Ecosystem (DLE) yang akan memperkuat eksistensi UT sebagai kampus siber.

“Peningkatan itu sejalan dengan rencana UT menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum dalam waktu dekat,” ujar Ojat.

UT, lanjut Ojat, juga terus berproses menuju Cyber University dengan menyediakan berbagai layanan akademik yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti; Student Record System (SRS) untuk mendukung sistem registrasi dan administrasi akademik, online billing system, Sistem Informasi Bahan Ajar, Toko Buku Onlin, Bahan Ajar Digital, perpustakaan digital, dan system ujian online.

UT juga menyediakan modus pembelajaran berbasis web (tutorial webinar) sebagai salah satu modus resmi layanan tutorial bagi mahasiswa. Inovasi lainnya diterapkannya sistem ujian online berbasis web yang dilengkapi dengan aplikasi berbasis online proctoring dan semi online proctoring.

Selain dihadiri Rektor dan KJRI Hongkong, UPI UT Hongkong juga dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Yaya Sutarya; Konsul Pensosbud KJRI Hong Kong, Thedora Elfani Prassanti; General Manager BNI Hong Kong: Wan Andi Aryadi; Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN), Dr. Pardamean Daulay; Ketua Pengurus IKA UT Wilayah Luar Negeri, Ratih Indah Lestari dan Pengurus Pokjar UT Hong Kong, Natma Emy.(J02)

  • Bagikan