Waspada
Waspada » Program Pelajar Berkreasi, Ciptakan Siswa Berkompeten Dan Berkarakter
Pendidikan

Program Pelajar Berkreasi, Ciptakan Siswa Berkompeten Dan Berkarakter

JAKARTA (Waspada): Pada kondisi pandemi, tantangan pendidikan di Indonesia bertambah. Pembelajaran jarak jauh belum merata melayani anak-anak Indonesia, membuat ancaman learning loss bukan sekedar ancaman.

Padahal survei BPS menyatakan populasi terbesar di Indonesia pada 2020 adalah Gen Z yang merupakan para pelajar.

“Artinya, mereka ini memiliki peranan besar untuk kemajuan Indonesia dimasa depan,” jelas Direktur Program Pelajar Berkreasi Mentari Group, Natalina Rimba pada gelar wicara daring bertajuk ‘Membangun Kompetensi dan Karakter Anak Sejak Dini’ yang diikuti pimpinan sekolah, guru, dan orang tua, Sabtu (18/4).

Untuk itu, lanjut Natalina, guna mengasah kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan kreativitas pelajar, pihaknya menggelar program Pelajar Berkreasi 2021.
Kegiatan ini merupakan program seri perlombaan yang ditujukan bagi seluruh pelajar di Indonesia.

Program Pelajar Berkreasi lanjut Natalina dihadirkan untuk menjawab tantangan pelajar Indonesia masa kini sekaligus menyediakan panggung bagi mereka. Program ini diadakan pada Maret-Oktober 2021, dan akan menjadi kegiatan tahunan.

Natalina menyampaikan bahwa Pelajar Berkreasi dirancang sesuai kebutuhan pelajar saat ini, yaitu menjawab tantangan Asesmen Kompetensi Minimum yang fokus pada literasi, numerasi, dan karakter. Selain itu, kegiatan Pelajar Berkreasi mampu mendukung pelajar mengasah kemampuan nonteknis abad ke-21, seperti berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, berkomunikasi (dikenal dengan 4C), serta bernalar tingkat tinggi atau higher order thinking skill (HOTS).

Pelajar Berkreasi pun didukung oleh para tenaga ahli di bidangnya. Misalnya pada salah satu lomba, Mentari Mathematics Olympiad atau MEMO, yaitu lomba matematika dalam bahasa Inggris. Tim perancang soal memastikan pertanyaan-pertanyaan yang disajikan bersifat kontekstual dan tidak membuat pelajar sekadar mengandalkan rumus. “Pelajar harus mampu memahami permasalahan pada soal dan mencari solusi dari permasalahan tersebut,” jelas Natalina.

Atau ada juga lomba Koki Cilik. Pada jenis lomba ini, pelajar dilatih untuk mampu memahami resep dan mengaplikasikannya. Mereka juga harus mampu mempresentasikan kepada juri mengenai cara memasak dan masakan yang dibuat. Ini “kan sebenarnya melatih kemampuan 4C pelajar namun mereka tetap rileks dan senang menjalaninya,” lanjutnya.

Sementara itu, penulis ternama dan founder Kamar Kata-Kata, Reda Gaudiamo menyebutkan pentingnya peran orang tua dan sekolah untuk memberikan kompetensi utama dan mengembangkan karakter anak sejak usia dini.

Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan sekolah dalam meningkatkan kompetensi dan karakter anak. Berkaitan dengan hal ini, Reda mengafirmasi bahwa orang tua dan sekolah harus menyalurkan minat anak dengan berbagai kegiatan dan membuka jalan mereka untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat.

Mentari Group sendiri hadir sebagai penyedia solusi dan layanan terpadu untuk pendidikan di Indonesia. Dimulai dari penyediaan bahan ajar berkualitas, program pelatihan guru & pimpinan sekolah, hingga penyelenggaraan ujian bahasa Inggris standar internasional bekerja sama dengan Cambridge Assessment English yang berpusat di Inggris.

Mentari Group mempunyai visi untuk menjadi kontributor aktif dalam pembangunan SDM yang unggul di Indonesia untuk bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa terkemuka di dunia melalui jalur pendidikan. Saat ini Mentari Group telah melayani lebih dari 6.000 institusi pendidikan yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, baik formal & non-formal, mulai dari jenjang TK hingga Universitas. Program pelatihan guru dari Mentari Group telah menjangkau sekurang-kurangnya 40.000 tenaga pengajar hingga saat ini.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2