Waspada
Waspada » Prestasi Pendidikan Mulai Dipetakan
Pendidikan

Prestasi Pendidikan Mulai Dipetakan

JAKARTA (Waspada): Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menutup secara resmi gelaran Medical Online Championship (MOC) Tahun 2020. MOC yang tahun ini menjadi perhelatan perdana, mengukuhkan Universitas Diponegoro sebagai juara umum.

Di tahun ini pula, Puspresnas mulai menyusun database yang bertujuan untuk mendokumentasikan prestasi peserta didik.

“Kompetisi ini menjadi bagian dari kurasi prestasi bagi peserta didik yang akan dicatat dalam database,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Kemendikbud, Asep Sukmayadi yang disampaikan secara virtual pada Sabtu (21/11).

“Dinamika hasil lomba ini kami harapkan bisa direkam dengan baik dalam sebuah dokumentasi (database) yang menjadi catatan kurasi penting atas capaian peserta didik. Semoga ini bisa menginspirasi dan bisa dikembangkan lebih jauh,” imbuhnya.

Ketua Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (APKI), Budu, mewakili asosiasi, menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan MOC tahun 2020 yang ia nilai sukses. “Apapun yang menjadi keputusan (pengumuman pemenang) tim review dan juri kita beri penghargaan setinggi-tingginya,” ucap Budu.

Adapun daftar pemenang Medical Online Championship (MOC) Tahun 2020 di bidang Infectious Disease adalah sebagai berikut. Juara pertama yaitu Felly Moelyadi dan Alan Dharmasaputra dari Universitas Hang Tuah, juara kedua yaitu Fara Syafira dan Kaima Ishmata Rianti dari Universitas Sriwijaya, dan juara ketiga yaitu Ahmad Razi Maulana Alnaz dan Rasyid Ridha dari Universitas Sumatera Utara.

Untuk bidang Neuropsychiatry, juara pertama diraih Iskandar Hermanto dan Maulidina Amalia Putri asal Universitas Diponegoro, juara kedua diraih Devani Subagio dan Eugina Isadora asal Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, juara ketiga diraih I Nyoman Insan Bhakti Parisudha dan Shahifa Audy Rahima asal Universitas Jember.

Berikutnya, posisi pertama pada bidang Cardiorespiratory ditempat oleh Christianto dan Billy Pramatirta dari Universitas Indonesia. Posisi kedua ditempati oleh Muhammad Mufaiduddin dan Vito Etenio Ade Laryan dari Universitas Diponegoro. Posisi ketiga ditempati oleh Naufal Gusti dan Muhammad Aji Aqsha dari Universitas Syiah Kuala Bidang.

Untuk bidang Digestive, juara pertama adalah Eric Ricardo Yonatan dan Jonathan Christianto dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Juara kedua adalah Dominikus Evano Putra dan Bernadetha Kusuma Kris Firmantya Tei Saran dari Universitas Diponegoro. Juara ketiga adalah Stanley Lesmana dan Albert Fiorentino Cuwardy dari Universitas Sumatera Utara.

Kemudian untuk bidang Genitourinary, tempat pertama diduduki Josephine Fiona Sucahyo dan Vania Verina Himawan dari Universitas Diponegoro. Di tempat kedua, Ahmad Taufik Fadillah Zainal dan Adlina Safira Kaharu dari Universitas Hasanuddin. Tempat ketiga ditempati oleh Aivi Mujono dan Rivaldi Ruby dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Pada bidang Musculoskeletal, juara satu adalah Damianus Galih Panunggal dan Harold Jefferson Matthew Charlex dari Universitas Diponegoro, juara kedua adalah Ahmad Syauqi Pahriza dan Akmal Rizky Harun dari Universitas Lambung Mangkurat, juara ketiga adalah Fathan Chandra Suhartono dan Cindy Oktavia Siregar dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Adapun penghargaan yang diraih para pemenang adalah sebagai berikut. Juara satu memperoleh medali emas yang diberi nilai lima poin. Juara 2 memperoleh medali perak yang diberi nilai tiga poin. Juara tiga memperoleh medali perunggu yang diberi nilai satu poin. Sementara itu, juara umum ditetapkan berdasarkan jumlah perolehan poin tertinggi yang didapatkan oleh suatu perguruan tinggi. Apabila terjadi kesamaan jumlah perolehan poin, maka akan dilihat pula melalui jumlah perolehan medali tertinggi.

Juara umum MOC tahun ini dimenangkan oleh Universitas Diponegoro (Undip). Perwakilan APKI, Amir Syarifuddin, mengapresiasi capaian Undip dan prestasi membanggakan seluruh finalis. “Kami dari APKI dan Puspresnas mengucapkan selamat atas prestasi yang membanggakan ini karena (capaian ini) telah membawa institusi kalian ke level yang lebih tinggi di tingkat nasional,” ucapnya pada kesempatan yang sama.

Hal senada juga disampaikan Asep Sukmayadi. Meski digelar di tengah pandemi Covid-19, ia bersyukur karena para peserta tetap bersemangat melakukan kegiatan, fokus, dan bersungguh-sungguh hingga mampu menorehkan prestasi. Asep berharap prestasi yang telah diraih para finalis tidak hanya berdampak positif bagi diri sendiri melainkan juga jurusan dan universitas secara keseluruhan.

“Selamat kepada Undip, semoga pengalaman tahun ini bisa menjadi jadikan catatan penting untuk dikembangkan pada MOC di tahun mendatang. Yang belum terpilih tidak usah berkecil hati, ini adalah pengalaman yang berharga dan akan menjadi bagian dari portofolio kalian untuk meniti karir di masa yang akan datang,” demikian urai Asep.

Dosen Fakultas Kedokteran, Undip, Maulidina mengucap syukur atas keberhasilan universitasnya menjadi juara umum pada MOC yang diadakan untuk pertama kalinya. “Dengan total raihan tiga emas dan dua perak kami mewakiliki fakultas kedokteran berterima kasih kepada panitia penyelenggara dan kepada pembimbng yang membantu anak-anak menyiapkan lomba sehingga mereka bisa meraih yang terbaik,” ucapnya Maulidina melalui telekonferensi.

Mewakili peserta, para juara MOC bidang Neuropsychiatry, menyampaikan testimoninya. Pemegang juara pertama, Iskandar Hermanto dan Maulidina Amalia Putri asal Universitas Diponegoro mengatakan, lomba ini sangat membantu mahasiswa dalam belajar dan mengisi kekosongan lomba akibat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, peraih juara kedua yakni Devani Subagio dan Eugina Isadora asal Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, mengucapkan terima kasih kepada panitia yang tetap menyelenggarakan lomba. “MOC selain menambah wawasan dan pengalaman, juga menambah kenalan (membangun jejaring),” tutur keduanya yang juga diamini oleh pemenang ketiga I Nyoman Insan Bhakti Parisudha dan Shahifa Audy Rahima dari Universitas Jember.

Juara satu pada bidang Cardiorespiratory yakni Christianto dan Billy Pramatirta dari Universitas Indonesia menyatakan harapannya, kegiatan ini bisa berlangsung setiap tahun. “Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan.”

“Acara ini semoga menjadi titik awal acara (sejenis) berikutnya di masa pandemi. Kegiatan ini sangat berguna sehingga kita tidak hanya diam di rumah saja selama pandemi melainkan kita tetap bisa belajar, aktif dan berkompetisi,” ungkap juara kedua, Muhammad Mufaiduddin dan Vito Etenio Ade Laryan dari Universitas Diponegoro, menambahkan.
“Kegiatan ini juga dapat mengevaluasi diri kita dalam belajar untuk waktu selanjutnya dan menyemangati kita untuk terus belajar dan berkompetisi meski di tengah pandemi,” imbuh juara ketiga bidang Cardiorespiratory Naufal Gusti dan Muhammad Aji Aqsha dari Universitas Syiah Kuala Bidang.

Pelu diketahui, seleksi MOC pada tahap final terdiri dari dua babak yaitu essay dan video submission serta babak impromptu presentation. Babak pertama menguji kemampuan literasi dan wawasan ilmiah peserta dengan tema yang disesuaikan dengan masing-masing bidang. Sedangkan babak kedua bertujuan untuk mengetahui kemampuan analisis kasus secara komprehensif dan menyampaikannya kepada masyarakat ilmiah secara baik sesuai bukti keilmuan yang terpercaya.

Juara kedua untuk bidang Digestive, Dominikus Evano Putra dan Bernadetha Kusuma Kris Firmantya Tei Saran dari Universitas Diponegoro mengutarakan antusiasnya pada metode seleksi tersebut. Menurut Bernadetha, metode seleksi dinilai sangat menarik karena membuka kesempatan bagi para finalis memodifikasi cara untuk menunjukkan wawasan keilmuannya. “Sangat menarik ada metode-metode lomba seperti ini karena bisa mengembangkan talenta kita dengan lebih baik,” ujarnya.

Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Aiga Hafiz Apriansa mengatakan, sebagai panitia pihaknya telah melakukan sebaik mungkin agar penyelenggaran MOC berjalan maksimal. Jika masih banyak kekurangan dan evaluasi, ia berharap catatan ini menjadi perbaikan ke depannya pada MOC tahun depan. “ Semoga hubungan kerja sama bisa lebih erat dan berlanjut,” katanya.

Aiga juga memberikan selamat kepada para juara yang telah berusaha dan belajar dari jauh hari dan telah membuktikan kompetensinya. “Semua orang bisa menjadi juara namun bagaimana mereka bersikap, memahami aturan, mengahargai orang lain, itu yang terpenting menurut saya,” tekannya.

Di akhir sambutan, Asep memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mewujudkan acara ini. Terima kasih kepada panitia, APKI, ISMKI dan seluruh pihak yang telah bersemangat menyelenggarakan MOC tahun ini.

“Sudah ada kategori yang ditawarkan pada MOC tahun ini dan berhasil dilalui dengan baik. Semoga yang kita hasilkan ini akan menjadi bekal kebaikan di masa yang akan datang,” pungkas Asep. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2