Polmed Hibahkan Mesin Pencacah Pakan Dan Edukasi Peternak Lembu

  • Bagikan
Tim PPTTG Polmed menghibahkan mesin pencacah pakan kepada peternak lembu di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Selasa (23/11).Waspada/Ist
Tim PPTTG Polmed menghibahkan mesin pencacah pakan kepada peternak lembu di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Selasa (23/11).Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Tim PPTTG Polmed membangun mesin pencacah pakan dan edukasi peternak untuk mengoperasikan dan merawat mesin pencacah limbah panen tebu agar mitra dapat meningkatkan usaha ternaknya.

Hal ini dilakukan agar para peternak dapat menyediakan pakan ternak yang mencukupi, karena faktor pakan mempunyai pengaruh paling besar yaitu sekitar 60% terhadap penggemukan ternak khususnya lembu.

Hal itu disampaikan tim PPTTG Polmed yang terdiri dari Nisfan Bahri didampingi Bambang Sugiyanto dan Joko Kusmanto, Selasa (23/11) usai melaksanakan pelatihan dan menyerahkan mesin pencacah pakan untuk peternak lembu di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Menurut Nisfan Bahri pakan yang diberikan oleh mitra peternak lembu kepada lembu-lembunya selama ini terdiri dari berbagai jenis rumput yang terdapat di sekitar domisilipeternak ditambah dengan pakan lainnya seperti daun singkong dan limbah tanaman jagung yang terdapat di sekitar tempat tinggal mereka.

“Namun, pakan hijauan yang dapat disediakan setiap harinya tersebut belum memadai untuk dapat memaksimalkan penggemukan sapinya selama ini. Sementara itu, faktor pakan mempunyai pengaruh paling besar terhadap penggemukan lembu,” ujarnya.

Nisfan menambahkan salah satu sumber pakan yang belum dapat dimanfaatkan adalah limbah ketika panen tebu antara bulan Januari hingga Juni setiap tahunnya. Limbah tersebut berupa pucuk daun tebu dan tumbuhan-tumbuhan tebu yang tidak diinginkan.

Namun, lembu kurang menggemari pakan tersebut dan hanya memilih batangnya untuk dimakan dan menyisakan daun-daunnya. Agar lembu memakan daun-daun limbah tebu tersebut, daun-daun tersebut perlu dicacah dan dicampur dengan konsentrat.

Untuk itu, tim PPTTG Polmed membangun sebuah mesin pencacah limbah panen tebu agar mitra dapat meningkatkan usaha ternaknya. Selain itu tim PPTG juga memberikan pelatihan untuk mengoperasikan dan merawat mesin yang telah dibangun kepada mitra peternak lembu. “Diharapkan dengan adanya mesin pencacah tersebut ternak lembu mitra dapat berkembang lebih baik lagi,” ujarnya. (h02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *