Waspada
Waspada » PGRI: Guru Honorer Juga Harus Dapat Vaksinasi Covid-19
Pendidikan

PGRI: Guru Honorer Juga Harus Dapat Vaksinasi Covid-19

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof DR Unifah Rosyidi

JAKARTA (Waspada): Vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Artinya, basis data tidak hanya dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tetapi juga dari angka riil di lapangan.

“Apabila vaksinasi guru dan tenaga kependidikan hanya berbasis dapodik, maka akan ada banyak guru honorer yang tidak akan mendapatkan vaksin Covid-19. Ini perlu kehati-hatian,” kata Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi
dalam webinar `Vaksinasi Tahap 2: Prioritaskan Pendidik dan Tenaga Kependidikan` pada Jumat (26/2).

Berdasarkan data dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), jumlah guru saat ini mencapai
3.357.935 orang. Dari jumlah itu, yang berstatus PNS sebanyak 1.607.408 orang. Sisanya atau lebih dari 50 persen non PNS atau honorer.

Unifah menawarkan solusi agar data riil di lapangan menjadi pegangan, untuk memastikan yang mendapatkan vaksin adalah guru yang menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Jangan sampai hanya dari Dapodik, kemudian yang riil itu tidak terbawa, nanti jadi ramai,” tegasnya.

Unifah mengatakan, antusias para guru untuk mengikuti vaksinasi covid-19, sangat tinggi.  Guru memahami kalau vaksin bagi mereka adalah prioritas supaya proses belajar mengajar kembali berjalan normal.

Antusiasme para guru memutus mata rantai pandemi ini harus diimbangi dengan prosedur dan basis data yang lebih menyeluruh.
“Guru-guru ingin mengetahui proses dan prosedur mendapatkan vaksin sehingga mereka tidak bertanya-tanya,” kata Unifah.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus) Ditjen GTK Kemendikbud, Yaswardi mengatakan,

Kemendikbud dan Kemenag telah menyiapkan data pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang mengikuti vaksinasi. Jadwal dan lokasi vaksinasi akan diinformasikan oleh disdik, dinkes dan kanwil kemenag masing-masing daerah.

“PTK yang  terdaftar cukup membawa identitas diri ke lokasi vaksinasi yang ditentukan pemda. Jika tidak terdaftar, pelu membawa surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan membawa ke lokasi vaksinasi. Jadi akan tetap dipermudah,’ ujar Yaswardi.

Terkait basis data untuk vaksinasi guru, memang ada beberapa dan tidak terfokus pada Dapodik Kemendikbud. Selain dapodik ada juga data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang terkait zona penyebaran covid, implementasi pendidikan tatap muka, kondisi sekolah dan sebaran guru di lapangan.

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa program vaksinasi akan menyasar seluruh guru, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer.

“Kita memastikan stok ketersediaan vaksin untuk para guru sebanyak 5,8 juta vaksin,”tandas Nadia. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2