Peserta Sudah Lebih dari 1 Juta, UKBI Hasilkan PNBP Rp16,6 Miliar

  • Bagikan
Peserta Sudah Lebih dari 1 Juta, UKBI Hasilkan PNBP Rp16,6 Miliar

JAKARTA (Waspada): Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang dijalankan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah diikuti lebih dari 1 juta peserta. Dari jumlah itu, terdapat 534 warga negara asing dari 68 negara yang telah mengikuti UKBI Adaptif.

Selain itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) selama 5 tahun sejak 2021 hingga 2025 dari kegiatan UKBI ini tercatat mencapai Rp16,6 miliar.

UKBI merupakan sarana uji untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulis. UKBI Adaptif yang berbasis daring ini dilaksanakan melalui laman ukbi.kemendikdasmen.go.id. Sistem ini mempermudah akses bagi peserta yang berada di berbagai lokasi.

“Tentu kami sangat bangga, karena hal ini menandakan bahwa UKBI telah dapat digunakan sebagai indikator penting untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik di tingkat satuan pendidikan dan perguruan tinggi, maupun instansi-instansi lainnya,”ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam kegiatan Pelaksanaan UKBI Adaptif bersama Rekan Media, di Aula Sasadu, Kompleks Badan Bahasa, Jakarta, Senin (24/3).

Hafidz juga menjelaskan bahwa saat ini Sertifikat UKBI sudah dimanfaatkan sebagai syarat dalam pendaftaran Beasiswa Unggulan dan peningkatan literasi pada program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK). Di samping itu, sebanyak 60 perguruan tinggi di Indonesia juga telah menggunakan UKBI Adaptif sebagai syarat kelulusan mahasiswa. Selain itu, UKBI Adaptif pun telah digunakan sebagai persyaratan jabatan pada beberapa lembaga tertentu, seperti jabatan fungsional Widyabasa dan Penerjemah.

Saat ini, UKBI Adaptif telah diterapkan di 38 provinsi dan 500 kabupaten/kota di Indonesia. Provinsi dengan jumlah peserta UKBI tertinggi adalah Jawa Timur dengan 151.249 peserta. Sementara itu, pada tingkat kabupaten/kota, yang tertinggi adalah Kabupaten Sidoarjo (19.649 peserta) dan Kota Jakarta Selatan (25.898 peserta).

“UKBI menjadi salah satu upaya untuk menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Diharapkan jumlah peserta UKBI dapat terus ditingkatkan terutama di satuan pendidikan,” pungkas Hafidz.

Untuk itu, Badan Bahasa telah melakukan kemudahan bagi para mahasiswa yang tidak mampu namun ingin atau harus ikut UKBI dengan cara membebaskan biayanya. Adapun biaya UKBI adaptif saat ini dipatok sebesar Rp100 ribu bagi mahasiswa Indonesia, Rp300 ribu bagi Waega Negara Indonesia (WNI). Sedangkan mahasiswa asing sebesar Rp500 ribu dan WNA sebesar Rp1 juta.

Menariknya, beberapa pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) juga ikut serta dalam kegiatan pelaksanaan UKBI tersebut. Noha Gharib Ahmed, pemelajar BIPA asal Mesir, menyatakan bahwa UKBI menjadi bukti kemahiran bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di Indonesia.

“UKBI sangat penting bagi mahasiswa asing yang akan ke Indonesia, ini adalah bukti bahwa mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dan kuliah di Indonesia, tidak cukup hanya toefl sebagai syarat lulus, mereka juga nantinya akan menjadi duta Indonesia di negaranya,” ungkap Noha.

Hal senada juga disampaikan oleh Maram Alarnab dari Suriah. Ia mendorong teman-teman penutur asingnya untuk mengikuti pelaksanaan UKBI. “Saya merekomendasikan teman-teman dari negaranya untuk ikut UKBI, sertifikat UKBI bisa digunakan untuk mencari pekerjaan juga,” ucapnya.

Sebagai informasi, UKBI terdiri atas lima seksi, yaitu mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara. Adapun pemeringkatan hasil UKBI Adaptif ini terdiri dari 1) Istimewa dengan skor 725 s.d 800; 2) Sangat Unggul dengan skor 641 s.d. 724; 3) Unggul dengan skor 578 s.d. 640; 4) Madya dengan skor 482 s.d. 577; 5) Semenjana dengan skor 405 s.d. 481; 6) Marginal dengan skor 326 s.d. 404; dan 7) Terbatas dengan skor 251 s.d. 325.




Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Peserta Sudah Lebih dari 1 Juta, UKBI Hasilkan PNBP Rp16,6 Miliar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *