Perkuat Kualitas Pendidikan Era Pandemi, Tanoto Dampingi 115 Daerah - Waspada
banner 325x300

Perkuat Kualitas Pendidikan Era Pandemi, Tanoto Dampingi 115 Daerah

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi, mengakibatkan penutupan sekolah menjadi berkepanjangan. Di dunia, kondisi itu berdampak pada 500 juta siswa yang tidak dapat mengakses pembelajaran daring selama pandemi.

Di Indonesia, data yang dihimpun SDGs Academy menyebutkan, penutupan sekolah mengakibatkan 90 persen siswa tidak dapat mengakses pendidikan. Hanya sekira 65 persen sekolah dasar yang memiliki fasilitas cuci tangan untuk mencegah penularan Covid-19, yang menjadi syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka, yang itupun terbatas, di era pandemi.

Padahal, kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, adalah bagian dari SDGs.

Untuk mempercepat tersedianya akses pendidikan yang berkualitas di tengah pandemi, Tanoto Foundation dan SDGs Hub Universitas Indonesia berkolaborasi mendampingi 115 Kepala Dinas Pendidikan, Kemenag, dan Bappeda dari lima provinsi yakni Sumatra Utara, Jambi, Riau, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah. Kolaborasi ini dilakukan untuk untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Ada sekitar 55 juta anak usia sekolah, 4 juta guru, dan kurang lebih 268.000 sekolah di seluruh penjuru negeri yang masih butuh perhatian. Kita membutuhkan upaya yang komprehensif dan terintegratif demi menciptakan pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata ke semua pihak. Kita tidak boleh meninggalkan mereka semua,” kata J. Ansye Sopacua, Direktur SDG Academy Indonesia di sela-sela pelatihan, Selasa (5/7).

Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, M Ari Widowati berharap program ini dapat memperbesar ruang bagi pemerintah daerah dalam memastikan keselarasan rencana pembangunan daerah dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Sehingga, TPB nasional dan daerah dapat tercapai dan terukur.

“Tujuan nasional hanya akan tercapai jika didukung oleh tujuan pembangunan daerah,” kata Ari.

Program ini menurut Ari akan dilaksanakan selama enam bulan, Juli sampai Desember 2021. Kegiatannya mulai dari lokakarya secara daring, mini project atau penugasan, mentoring, hingga graduation event.

Khoirunurrofik dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), mengatakan program ini punya momentum yang tepat dengan program pemerintah pusat terkait pemerataan pendidikan berkualitas.

“Kami mendesain lokakarya dan pendampingan yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan para pemangku kepentingan di daerah dalam menyusun dan menerapkan rencana strategis pembangunan daerah yang relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nasional,” kata Khoirunurrofik.(J02)

  • Bagikan