Waspada
Waspada » Perkuat Fungsi Pengawasan, 21 Staf OJK Ikuti Beasiswa Pelatihan Dari Belanda
Pendidikan

Perkuat Fungsi Pengawasan, 21 Staf OJK Ikuti Beasiswa Pelatihan Dari Belanda

JAKARTA (Waspada): Sebanyak 21 staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda guna mengembangkan kurikulum program sertifikasi pengawas lembaga keuangan.

StuNed merupakan singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda.

Penyerahan beasiswa secara daring disampaikan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Direktur Pengembangan dan Asesmen Sumber Daya Manusia (SDM) OJK, R Moh Nu’man Rizal dalam acara pembukaan pelatihan yang dihadiri oleh Profesor Remco Zwinkels, Direktur Program Master Bidang Keuangan, Vrije University, Selasa (26/1).

Nuffic Neso Indonesia adalah kantor perwakilan Nuffic, organisasi nonprofit di Belanda yang ditunjuk resmi menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan dan didanai oleh pemerintah Belanda.

Fungsi utama OJK adalah mendorong dan menyelenggarakan sistem regulasi dan pengawasan yang terintegrasi ke dalam keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan di Indonesia, yang meliputi perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank. Saat ini OJK sedang mengembangkan program sertifikasi pengawas untuk meningkatkan dan memperbarui keterampilan dan pengetahuannya.

“Sebagai pengawas lembaga keuangan, OJK perlu menyesuaikan kecepatan pengembangan kompetensi SDM dengan industri keuangan yang bergerak cepat,” ujar Nu’man Rizal.

Vrije University dari kota Amsterdam memiliki keahlian di bidang  pengawasan perbankan, pasar modal, serta sektor keuangan non-bank. Selain itu, VU Amsterdam memiliki rekam jejak yang panjang dalam mengembangkan kurikulum dan metodologi pengajaran bagi para profesional seperti staf OJK.

“Vu memiliki jejaring kerja yang luas di sektor keuangan, sehingga dalam pelatihan juga ada studi banding secara virtual, ke Bank Sentral Belanda dan Otoritas Pasar Keuangan Belanda,” ungkap Profesor Remco.

Mengingat situasi pandemi, pelatihan ini diselenggarakan secara daring. Total ada 32 sesi, dengan setiap sesi membutuhkan waktu setengah hari pelatihan. Dengan menyesuaikan waktu kerja staf OJK, pelatihan ini akan berlangsung sampai bulan Juli 2021.

Dalam kesempatan yang sama, Peter van Tuijl mengutarakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama Belanda dan Indonesia di bidang peningkatan ekonomi.

“Ini kerja sama yang strategis, mengingat OJK merupakan instansi penting bagi pilar ekonomi Indonesia” pungkasnya.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2