Waspada
Waspada » Perguruan Tinggi Vokasi dan Industri Makin Harmonis
Pendidikan

Perguruan Tinggi Vokasi dan Industri Makin Harmonis

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) resmi meluncurkan tujuh Program Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA).

Program ini merupakan inisiasi Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dalam rangka membangun (SDM) nasional yang berbasis pada kemitraan berkelanjutan antara Pendidikan Tinggi Vokasi dengan IDUKA.

Ketujuh program difokuskan pada penguatan kemitraan serta penyelarasan antara pendidikan vokasi dengan industri. Di situ, ruang-ruang interaksi antara PTV dengan IDUKA mengemuka, sekaligus menunjukkan peran dan fungsi pendidikan vokasi dalam membangun daya saing bangsa.

Apa sajakah tujuh program itu?
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto pada Webinar Praktik Baik Vokasi dan Industri, Senin (10/8) menyebutkan, program pertama adalah kemitraan pendidikan tinggi vokasi dengan IDUKA

Kedua, program pengembangan penilaian mutu pendidikan tinggi vokasi berstandar IDUKA

Ketiga, program penguatan dan pengembangkan pusat karier di perguruan tinggi vokasi

Keempat, program penguatan perguruan tinggi vokasi dalam
melaksanakan rekognisi pembelajaran lampau di bidang prioritas.

Kelima, program penguatan humas kemitraan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja.

Keenam, program oenyelarasan kurikulum dan sarana prasarana pendidikan vokasi dengan IDUKA

Ketujuh, program kampus pendamping kemitraan.

“Hari ini tujuh program kemitraan diluncurkanz namun secara keseluruhan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memiliki sekitar 40 program dengan alokasi anggaran mencapai Rp3,5 triliun,” tutur Wikan.

Dirjen Vokasi asal UGM ini menyebut, selain industri besar, pihaknya juga mendorong kerja sama PTV dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama dalam pengembangan produk serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas SDM internal pendidikan tinggi vokasi juga diupayakan melalui program Penguatan Humas Kemitraan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja serta Program Penguatan dan Pengembangkan Pusat Karier di Perguruan Tinggi Vokasi.

“Program-program tersebut diharapkan dapat menyukseskan “Pernikahan Massal” yang sebelumnya sudah digagas oleh Kemendikbud. Bagi PTV yang ingin mengajukan usulan program, dapat mengakses informasi pada laman https://program.mitrasdudi.id/.,” imbuh Wikan.

Sedangkan praktik baik kemitraan PTV dan IDUKA telah dijalankan oleh Politeknik Negeri Madiun dengan PT INKA sejak beberapa waktu lalu. Direktur Pengembangan PT INKA, Agung Sedaju menjelaskan, link and match pendidikan vokasi sangat penting bagi industri. Pasalnya, masih banyak lulusan vokasi yang hanya memahami teori, namun belum memahami implementasi di dunia kerja.

“Pendidikan vokasi di Indonesia ini belum memenuhi standar dari apa yang dibutuhkan oleh dunia industri, sehingga lulusannya nanti masih perlu kami ajari lagi. Sedangkan kami membutuhkan lulusan yang sudah siap untuk bekerja, baik paham secara teori maupun praktik langsung,” ucap Agung.

Sejumlah tantangan yang memicu terjadinya kesenjangan antara pendidikan vokasi dengan industri adalah perubahan yang pesat di industri pada empat lini, meliputi kemudahan, kecepatan, kemurahan biaya, serta fleksibilitas. Artinya pendidikan vokasi harus melahirkan SDM yang mumpuni untuk dapar mengejar perubahan-perubahan tersebut.

Sementara Direktur Politeknik Negeri Madiun, Muhammad Fajar Subkhan mengatakan, kerja sama yang telah dibangun dengan PT INKA telah mengusung konsep kemitraan yang berkelanjutan. Bahkan, sudah ada kelas khusus yang dibangun bersama PT INKA. Kendati demikian, Fajar mengakui bahwa tidak mungkin semua lulusan Politeknik Negeri Madiun dapat terserap di PT INKA.

“Kurikulum yang dikembangkan tentu tidak semuanya spesifik pada perkeretaapian. Kami menyiapkan kompetensi mahasiswa agar dapat bekerja di berbagai industri. Tidak hanya pada hard skill, tetapi juga membekali kemampuan soft skill,” tandas Fajar.

*Penandatanganan Kerja Sama dengan IDUKA*

Selain peluncuran tujuh program unggulan Direktorat Mitras DUDI tahun 2020,
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melakukan penandatanganan MoU dengan Otto von Guericke Universitaet – Magdeburg, Jerman dalam peningkatan kualifikasi lulusan vokasi di jenjang Master, pertukaran pengajar melalui aktivitas kolaboratif, termasuk di dalamnya riset bersama, serta kesempatan konferensi, simposium, workshop, dan seminar.

Penandatanganan Kerja Sama dan Peluncuran Program Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Tahun 2020 turut disaksikan oleh Direktur Mitras DUDI, Ahmad Saufi. Webinar diikuti oleh 534 peserta yang berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, hingga pelaku dunia usaha dan dunia industri.

“MoU ini merupakan peluang baik kerja sama pengembangan SDM Indonesia dengan salah satu Universitas di Jerman. Dengan MoU ini, kita bisa melaksanakan sirkulasi ilmu pengetahuan, inovasi sekaligus membuka pengalaman terkait kerja sama antara PTV dengan Industri,” tutur Wikan.
(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2