Penyesuaian Dana BOS Mudahkan Sekolah Lakukan Persiapan PTM Terbatas - Waspada
banner 325x300

Penyesuaian Dana BOS Mudahkan Sekolah Lakukan Persiapan PTM Terbatas

  • Bagikan

KOTAPINANG (Waspada): Pemerintah memberikan sinyal kuat untuk dimulainya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah, setelah proses vaksinasi Covid-19 rampung dilaksanakan.

 Sejumlah sekolah di Kab. Labusel pun menyambut baik dan menyatakan kesiapan untuk melaksanakannya. Terlebih, pemerintah pun memberikan kelonggaran dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk memfasilitasi kebutuhan penerapan protokol kesehatan.

Salah satu sekolah yang sudah bersiap-siap melaksanakan PTM terbatas yakni SD Negeri 112226 Desa Simatahari, Kec. Kotapinang. Berbagai sarana prasana, seperti tempat cuci tangan, masker dan mengatur jarak kursi di dalam kelas, telah dipersiapkan.
    “Sebenarnya sudah lama kami siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah,” kata Kepala SD Negeri 112226, Elliana Harahap, SPd kepada wartawan, Jumat (9/4).
  

Dikatakannya, selama pandemi ini memang ada kelonggaran dalam penggunaan dana BOS untuk kebutuhan fasilitas belajar. Sehingga, berbagai fasilitas penunjang belajar dapat dipenuhi, tanpa harus menunggu dari Pemkab.

 “Kami menggunakan dana BOS untuk memenuhi fasilitas penunjang, sehingga kegiatan belajar nantinya dapat berjalan sesuai prosedur. Tapi, untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, kami masih menunggu keputusan pemerintah,” katanya.

Disebutkannya, perubahan Juknis dana BOS sebagai bentuk pemerintah hadir memberi kenyamanan unit pendidikan dalam menggunakan dana BOS selama masa pandemi. Menurutnya, hal tersebut dirasakan sangat membantu, sehingga program pendidikan tidak terkendala.

 Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Labusel, Sutan Nataris Oloan Harahap, Senin (11/4) mengatakan, saat ini sudah lebih dari 95 persen sekolah baik SD dan SMP di Kab. Labusel sudah benar-benar siap untuk melaksnaakan pembelajaran tatap muka.

 Dari Dinas Pendidikan sendiri, kata dia, sudah memfasilitasi seluruh sekolah dengan vitamin, masker, dan alat pencuci tangan sekolah.

 “Sedangkan dari pihak sekolah menggunakan dana BOS untuk membuat tempat pencuci tangan di masing-masing kelas dan perlengkapan lainnya, karena memang itu harus disediakan untuk pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka,” katanya.
Menurut Sutan, jika memang pelaksanaan PTM terbatas di sekolah diperkenankan pemerintah, maka pihak sekolah hanya tinggal meminta persetujuan orangtua siswa melalui komite sekolah, apakah bersedia atau tidak. Selanjutnya kata dia, sistem pembelajaran di kelas pun sudah dipersiapkan, yakni rombongan belajar maksimal 15 siswa dalam satu kelas.

    “Jadi, nanti siswa belajarnya bergantian atau sistem shift. Karena tetap menjaga jarak, maka rombongan belajarnya maksimal hanya 15,” katanya.
  
Bagi siswa yang orangtuanya tidak bersedia untuk pembelajaran secara tatap muka di sekolah, lanjut Sutan, sekolah tetap mengakomodir. Siswa tersebut akan mengikuti pembelajaran secara Daring dan Luring.

 “Jadi, setiap anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar. Mudah-mudahan, pandemi ini dapat segera berakhir,” katanya. (a23/B)

  • Bagikan