Penguatan Inovasi dan Kewirausahaan Sosial, Dongkrak Ekonomi Masa Pandemi - Waspada

Penguatan Inovasi dan Kewirausahaan Sosial, Dongkrak Ekonomi Masa Pandemi

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada):Pengembangan inovasi digital dan kewirausahaan sosial mendapat dukungan penuh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Salah satunya melalui upaya penguatan inovasi digital dan kewirausahaan sosial.

Dengan dukungan maksimal dalam inovasi digital dan kewirausahaan sosial, diharapakan ekonomi dapat pulih kembali,” ujar Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam, dalam webinar Kedaireka Series 7 dengan tema ‘Community Relations melalui Inovasi Digital dan Kewirausahaan Sosial’, Kamis (7/10). Pelaksanaan webinar ini merupakan upaya membangun spirit komunitas serta kolaborasi antara institusi dengan industri yang diharapkan dapat menciptakan _output_ bagi komunitas.

Nizam mengakui banyak sekali kendala di masa pandemi salah satunya pada aktivitas ekonomi.

“Selama masa pandemi ini kita melihat masyarakat harus tinggal di rumah dan melakukan berbagai macam kegiatan di rumah dan dampaknya, salah satunya meningkatnya penggunaan _game online_, ” ungkapnya.

Nizam menambahkan, menurut data saat ini pemain game online di Indonesia berada di atas angka 100 juta. Selain itu, ternyata 99,5 persen gim yang ada di Indonesia adalah impor, sedangkan gim asli Indonesia 0,5 persen.

“Nah, ini tentu merupakan satu peluang besar ketika melihat _gap_ tersebut. Ada satu peluang besar bagi inovasi bagi untuk kreativitas dan ide-ide baru,” pungkasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa industri gim di Indonesia memiliki dampak yang sangat luar biasa yang dilahirkan oleh para _startup_ dan anak muda yang memiliki visi dan inovasi yang besar guna mengakselerasi ekosistem inovasi di tanah air dan turut serta dalam akselerasi inovasi dari perguruan tinggi. Menurutnya ini dapat dilakukan dengan melalui dua hal, yaitu penyiapan talenta-talenta unggul melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendorong inovasi kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Saya berharap teman-teman Public Relations bisa mendorong lahirnya ekosistem inovasi melalui mindset dan mind streaming berbagai ide kreatif dari kampus untuk menjadi penggerak ekonomi kita ke depan, penggerak transformasi digital, penggerak ekosistem inovasi dengan dimulai dari kebanggaan kita dengan produk anak bangsa,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Doddy Zulkifli Indra Atmaja selaku Subkoordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Ditjen Diktiristek turut memberikan pandangannya terkait peran humas dalam mendukung ekosistem inovasi melalui _community relations_. Menurutnya Ditjen Diktiristek maupun teman-teman lainnya di perguruan tinggi sudah banyak mengembangkan _community relations_. Hal ini karena humas memiliki peran yang sangat penting dalam memperkenalkan produk-produk maupun inovasi tertentu.

“Kalau kita lihat sebenarnya _community relations_ ini mempunyai beberapa manfaat. Nah ini seperti yang kami jalankan misalnya di Diktiristek. Tentunya adalah meningkatkan _brand awareness_ instansi sendiri, sehingga dikenal oleh masyarakat luas seperti Diktiristek maupun _platform_ Kedaireka dan beberapa inovasi-inovasi yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi,” terangnya.

Selanjutnya, Doddy menyebut manfaat dari _community relations_ yaitu menjaga citra instansi dan menumbuhkembangkan inovasi baru baik dalam bidang pendidikan atau ekonomi, serta berbagai bidang lain. “Nah artinya _community relations_ ini begitu penting, tidak hanya bagi instansi sendiri tetapi juga bagi masyarakat sekitar atau masyarakat luas, jadi pentingnya mengapa _community relations_ itu harus dijalankan oleh sebuah institusi,” tambahnya.

Doddy juga mengungkapkan bahwa sebagai humas di Ditjen Diktiristek, pihaknya juga harus menjalin hubungan baik dengan komunitas di lingkup pendidikan tinggi.

Narasumber lain pada kegiatan ini yang juga Kepala Bagian Humas Universitas Gadjah Mada (UGM) Iva Ariani, juga mengatakan bahwa peran community relation, dimana di dalamnya juga peran hubungan dengan media telah dijalankan di UGM untuk mendukung promosi terkait produk inovasi yang dihasilkan UGM.

“Kami menjaga hubungan baik dengan media, dan itu juga menjadi salah satu cara agar promosi produk inovasi yang dihasilkan dapat terinformasikan dengan baik ke masyarakat,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga katakan selain menjaga citra instansi, yang terpenting bagi instansi adalah mendapatkan reputasi.

Terkait dengan perkembangan inovasi di era digital, Ketua Asosiasi Game Indonesia Cipto Adiguno melihat industri gim merupakan sebuah inovasi yang menjanjikan. Bahkan sebelum pandemi, menurut Cipto, Indonesia adalah satu satu negara dengan industri gim yang paling cepat berkembang. Pertumbuhan pendapatan pada industri ini pun salah satu yang terbesar di dunia, karena masih banyak pasar di Indonesia.

“Mungkin perekonomian kita makin lama makin bagus, pertumbuhannya juga bagus, _handphone_ makin lama makin murah, internet juga semakin lama semakin bagus, penetrasi juga semakin merata di seluruh Indonesia. Jadi alasan-alasan tersebut menjadikan Indonesia market yang sangat potensial kedepannya,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Cipto juga mengapresiasi berbagai pihak dan elemen termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang telah banyak membantu industri gim untuk tumbuh dan berkembang sehingga dapat menciptakan pertumbuhan di atas 50% per tahunnya.(J02)

  • Bagikan