Waspada
Waspada » Pendaftaran Ditutup, Kampus Mengajar Banjir Peminat
Pendidikan

Pendaftaran Ditutup, Kampus Mengajar Banjir Peminat

Sekretaris Ditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani

CIREBON (Waspada):  Program Kampus Mengajar yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudataan (Kemendikbud) dibanjiri peminat. Sampai penutupan pendaftaran pada 21 Februari 2021,  sebanyak 25.539 mahasiswa telah mendaftar. Padahal, quota jumlah mahasiswa dalam Kampus Mengajar ditetapkan sebanyak ribu orang.

“Targetnya 15 ribu mahasiswa, tapi yang mendaftar sampai lebih dari 25 ribu orang. Tentunya ini sangat menggembirakan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemdikbud, Paristiyanti Nurwardani dalam pesan singkatnya lewat whatsapp, Minggu (21/2).

Pada 9 Februari lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim didampingi Direktur Jenderal Dikti Kemendikbud, Nizam, secara daring telah meluncurkan program Kampus Mengajar Angkatan 1 sebagai bagian dari Kampus Merdeka.

Program ini dimaksudkan sebagai upaya membantu para siswa SD yang ada di daerah 3T dan diutamakan yang masih terkendala pada pembelajaran jarak jauh. Mahasiswa akan membantu guru di sekolah yang ditunjuk, supaya proses pembelajaran berjalan lebih baik.

Pendaftaran langsung dimulai dan berakhir pada 21 Februari. Setelah sesi pendaftaran berakhir, maka selanjutnya adalah penyaringan untuk memilih 15.000 mahasiswa.

Ditambahkan Paris, meski pendaftaran Kampus Mengajar sudah ditutup, namun khusus Provinsi Papua, Maluku, dan daerah 3T, pendaftaran diperpanjang hingga Jumat pekan depan. Dengan demikian, mahasiswa yang berlokasi di Papua, Maluku, dan daerah 3T (tertinggal, terluar, terpencil) masih memiliki kesempatan untuk mendaftar Kampus Mengajar.

Syarat pendaftaran ialah terdata di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), IPK 3.0, minimal semester lima, bukan bagian dari program Kampus Perintis, serta memiliki pengalaman mengajar dan berorganisasi.

Bagi mahasiswa yang lolos sebagai peserta nantinya, mendapatkan beasiswa uang kuliah sebesar Rp2,4 juta dan uang bulanan sebanyak Rp700 ribu selama 3 bulan program berjalan. Selai itu, otomatis terhitung 12 SKS (satuan kredit semester) dengan jangka waktu program selama tiga bulan itu.

Sebelumnya, dalam kegiatan sosialisasi program Ditjen Dikti di Cirebon, Kamis (18/2), Paris mengatakan kalau 15.000 mahasiswa ini nantinya akan bertugas membimbing 22 ribu sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia, yang masih terakreditasi C maupun belum terakreditasi.

“Karena itu, program Kampus Mengajar ini selain bertujuan membantu guru SD, juga agar mahasiswa ini menjadi inspirasi bagi adik-adik SD,” kata Paris.

Terkait pelaksanaan program ini, Paris menjelaskan mahasiswa akan datang ke sekolah-sekolah yang dipilih untuk melakukan bimbingan secara luring pada Juni nanti.

“Karena rencananya, pada April nanti guru dan tenaga kependidikan PAUD dan sekolah menengah sudah masuk prioritas vaksin, sehingga pada Juni diharapkan sebagian besar sudah divaksin,” jelas Paris.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2