Waspada
Waspada » Pemkab Aceh Tamiang Launching Program Diskusi Belajar
Aceh Pendidikan

Pemkab Aceh Tamiang Launching Program Diskusi Belajar

BUPATI Aceh Tamiang H Mursil saat menyambangi murid yang mengikuti program diskusi belajar, Kamis (3/9) di Masjid Salman Al Farisi, Kecamatan Manyak Payed. Waspada/Yusri
BUPATI Aceh Tamiang H Mursil saat menyambangi murid yang mengikuti program diskusi belajar, Kamis (3/9) di Masjid Salman Al Farisi, Kecamatan Manyak Payed. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada): Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai melaksanakan program diskusi belajar bagi pelajar yang dilaksanakan di masjid atau mushalla.

Program tersebut merupakan upaya dalam menyahuti keluhan masyarakat terhadap proses belajar mengajar yang belum dapat dilaksanakan seperti biasa karena wabah Covid-19.

Bupati Aceh Tamiang H Mursil, dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan tersebut pada Kamis (3/9) sore di Masjid Salman Al Farisi, Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed meminta para guru yang mengajar siswanya agar tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti siswa harus memakai masker dan bila ada siswa tidak memakai masker maka jangan diikutsertakan belajar.

Menurut Bupati Mursil, program ini dilaksanakan dalam upaya menjawab keluhan masyarakat tentang kurang efektifnya belajar daring, terlebih bagi siswa yang tidak memiliki android.

“Program diskusi belajar ini tahap pertama dilaksanakan satu kecamatan satu sekolah mulai tingkat SD, SMP, SMA sederajat, termasuk sekolah dibawah Kementrian Agama,” ujarnya.

Ditegaskan H Mursil, program diskusi belajar tersebut akan di evaluasi selama satu minggu kedepan, jika berjalan sesuai harapan dan dinilai efektif maka penerapannya akan di berlakukan bagi semua sekolah yang ada di wilayah Aceh Tamiang.

Untuk diketahui, Program diskusi belajar ini yang proses belajarnya dimulai setelah shalat Ashar nantinya bersinergi dengan kegiatan magrib mengaji.

“Jadi anak setelah selesai belajar tidak pulang dulu dan langsung menunggu shalat magrib berjamaah yang selanjutnya mengikuti kegiatan magrib mengaji,” kata H Mursil.

Karena itu, Bupati Aceh Tamiang H Mursil mengharapkan kepada para guru yang mengajar agar memanfaatkan waktu belajar yang singkat ini untuk memberikan pembelajaran bagi siswa ataupun menyelesaikan tugas belajar yang diterima siswa.

“Program ini juga untuk menimalisir para pelajar jangan terus dilalaikan dengan permainan game karena proses belajar mengajar belum bisa dilakukan tatap muka di sekolah,” sebut H Mursil sembari memberikan apresiasi terhadap guru yang mengajarkan muridnya dengan mendatangi rumah murid atau menggelar proses belajar di gubuk yang berada di lokasi murid tinggal.

Bupati Mursil juga meminta kepada pihak sekolah agar tidak memaksa anak didiknya untuk ikut dalam program diskusi belajar.

“Jika orang tua murid tidak menyetujuinya maka jangan di ikutkan, program ini bagi siswa yang mau saja,” tegasnya seraya menambahkan Pemkab Aceh Tamiang terus berupaya mencari solusi agar siswa bisa belajar karena belum diketahui sampai kapan belajarlah tatap muka dapat dilaksanakan seperti sebelum Covid-19.

Pada pembukaan launching diskusi belajar tersebut terlihat hadir Kadisdikbud Aceh Tamiang Zulkarnain Putra, para kepala sekolah, Datok Penghulu, unsur Forkopincam Manyak Payed, para guru dan murid serta beberapa Kepala SKPK. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2