Pemerintah Janji Penuhi Rekrutmen Satu Juta Guru

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Presiden Jokowi menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan berbagai persoalan guru, mulai dari tidak meratanya distribusi guru, penuntasan program satu juta guru honorer yang akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga peningkatan kualitas guru di Tanah Air.

“Masalah kekurangan guru akan terus diatasi. Masalah seperti kesenjangan pemerataan pendidikan juga terus diselesaikan. Hal ini dilakukan intensif sejak tiga tahun lalu, supaya  cita-cita mewujudkan Indonesia maju dapat kita wujudkan,” ujar Presiden Jokowi, dalam video sambutan peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-76 sekaligus Hari Guru Nasional, di Gedung Guru, Jakarta, Sabtu (27/11).

Komitmen menjaring satu juta guru sebagai PPPK, lanjut Jokowi,   tersebut, sambung Jokowi, dituangkan dalam PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aturan tersebut membuka ruang bagi para guru honorer yang telah berusia 35 tahun ke atas untuk menjadi ASN PPPK. 

 “Tentu saja dengan tetap memperhatikan mutu guru dan dedikasi, pemerintah terus mendorong agar formasi satu juta guru PPPK dapat tercapai dengan memperhatikan aspirasi PGRI sekaligus penghargaan kepada para guru honorer,”imbuh Jokowi.

Seleksi PPPK tahap pertama telah memberikan kesempatan kepada 173.329 guru honorer untuk menjadi guru PPPK.  Tahap selanjutnya telah dipersiapkan dan akan digelar pada 2022.

 “Ke depan, aspirasi guru akan terus didengar. Pemerintah pun mengajak para guru untuk bergandengan tangan dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa,” tandasnya.

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi dalam sambutannya pada acara tersebut  mengucapkan terima kasih kepada  Presiden Jokowi atas komitmen untuk terus memerhatikan suara guru. Komitmen tersebut sangat dibutuhkan supaya Indonesia lebih baik lagi bersama peran guru yang berkualitas. Hal itu sesuai dengan tema peringatan HUT PGRI ke-76 dan HGN 2021 ini, yakni ‘Bangkit Guruku, Maju Negeriku: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’.Tema ini mengandung makna bahwa peran guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, bahkan di tengah pandemi Covid-19 sekalipun.

“PGRI memandang bahwa covid ini
memberikan makna positif atau sebagai titik balik bagi PGRI,
dengan menjadikan disrupsi teknologi ini sebagai kekuatan untuk mengubah arah
dan strategi perjuangan organisasi dalam meningkatkan martabat dan muruah anggota dan organisasi,” ujar Unifah.

Meski sempat dibuat kaget, pandemi melahirkan kegairah baru guru untuk saling belajar. Karenanya,
PGRI memfasilitasi jutaan guru, terkoneksi untuk saling belajar dan
membelajarkan dalam berbagai kegiatan webinar maupun workshop. Kegiatan itu dilakukan
sepanjang tahun secara luas baik di provinsi, kabupaten/kota hingga
cabang ranting, bahkan ketika akan menghadapi ujian PPPK.

“Keinginan kuat PGRI adalah mempelopori lahirnya guru era baru di mana belajar dan pelatihan tidak
hanya dimonopoli oleh mereka yang ada di perkotaan, tetapi juga akses bagi semua,” tambah Unifah.

Tentang PGRI sebagai pelopor  guru era baru, diakui Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam video sambutannya di acara tersebut. Menurutnya, terbentuknya PGRI 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan, menandai babak baru dalam dunia pendidikan Indonesia, yaitu sebagai bangsa yang terbebas dari penjajahan bangsa negara lain.

“Sejak saat itu PGRI  menjadi rumah bagi guru-guru di seluruh penjuru negeri untuk belajar dan mengembangkan diri,” kata Nadiem.

Saat ini, PGRI telah menjadi organisasi profesi guru yang berhasil melahirkan guru-guru unggul dan tangguh, sesuai tuntutan jaman.

“Berkat bapak dan ibu guru PGRI yang tangguh, kita semua berhasil menghadapi masa pandemi yang penuh dengan tantangan. Dan bersama ibu bapak jugalah indnesia akan melompat ke masa depan. Selamat HUT 76 tahun pgri. Selamat HGN,” pungkas Nadiem. (J02)

Editor: Dian Warastuti
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *