Waspada
Waspada » Pemas USU Berikan Pelatihan Protokol New Normal Bagi Petani Desa Punden Rejo Tanjung Morawa 
Pendidikan

Pemas USU Berikan Pelatihan Protokol New Normal Bagi Petani Desa Punden Rejo Tanjung Morawa 

Tim pengabdian masyarakat USU yang diketuai Prof. Tulus, Vor. Dipl. Math, M.Si, Ph.D saat Pengabdian Masyarakat (Pemas) Dosen Wajib Mengabdi Non PNBP USU di Desa Punden Rejo, Tanjung Morawa belum lama ini.Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Tim pengabdian masyarakat USU yang diketuai Prof. Tulus, Vor. Dipl. Math, M.Si, Ph.D melalui Pengabdian Masyarakat (Pemas) Dosen Wajib Mengabdi Non PNBP USU belum lama ini melakukan pelatihan dengan mengidentifikasi permasalahan mitra dan pendampingan kepada petani padi di Desa Punden Rejo, Tanjung Morawa sebagai salah satu agroekowisata yang mengikuti protokol New Normal.

Kegiatan yang juga dihadiri para anggota pengabdian yang terdiri dari Dra Syarifah, MS dan Eva Syahfitri Nasution,SH, M.H yang juga menceritakan protokol Covid Petani di Era New Normal dihadapan gabungan tiga kelompok petani dengan total 12 petani.

Hairani Siregar, S.Sos, M.SP selaku koordinator Pemas Dosen Wajib Mengabdi Non PNBP USU dalam kegiatan itu menyampaikan, kegiatan ini akan menghasilkan Standard Opearsional Prosedur (SOP) dan protokol petani di New Normal saat di lahan, di rumah, dan pendistribusian hasil pertanian.

Sementara itu Ameilia Zuliyanti Siregar, M.Sc, Ph.D menuturkan, pengendalian hama terpadu tanaman padi dilakukan menggunakan perangkap lem warna kuning (Yellow Sticky Trap=YST), perangkap jebak (Sweep net) dan pembuatan pestisida nabati ramah lingkungan dari bawang putih, daun pepaya dan cabe merah melalui sesi pelatihan dan praktek di lahan padi.

Pemanfaatan pestisida nabati pada tanaman padi untuk mengendalikan hama dan penyakit terpadu serta meningkatkan produktivitas padi secara tepat guna. Disamping itu, diidentifikasi sumber pakan ikan dan pembuatan pupuk alternative serta pengelolaan hama dan penyakit tanamanramah lingkungan.

Prof. Ritha F.Dalimunthe, SE, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) USU menyampaikan perlu peran sinergitas antara masyarakat dengan USU dalam pemberdayaan bidang ekonomi, hukum, sosial budaya, agama, pertanian berbasis gender.

Kegiatan ini bertujuan sebagai percontohan model desa mitra agroekowisata petani padi dan budidaya ikan mendukung ketahanan pangan di Sumatera Utara. Sedangkan metode pendekatan yang dilakukan selama pelaksanaan program pengabdian adalah melalui survei potensi, identifikasi permasalahan, Focus Discussion Group (FDG) dan pendampingan petani di Desa Punden Rejo.

Kepala Desa Punren Rejo, Misno Handoko dalam kesempatan itu menginformasikan asal mula nama Desa Punden Rejo yang bermakna “keramat yang ramai dikunjungi” masyarakat. Berharap dari dana desa yang diswakelola masyarakat sebagai agroekowisata sawah padi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disamping itu, hamparan sawah kehijauan yang dapat dinikmati dengan biaya masuk Rp 5.000. (h02)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2