Waspada
Waspada » Patuhi Prokes, Deliserdang Siap Laksanakan PTM Terbatas
Pendidikan

Patuhi Prokes, Deliserdang Siap Laksanakan PTM Terbatas

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Timur Tumanggor

DELISERDANG (Waspada): Sejumlah sekolah baik tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Deliserdang menyatakan siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satu sekolah yang siap melaksanakan PTM terbatas itu yakni SMP Wiraswasta, Kecamatan Batangkuis.
      
Wakil Kepala SMP Wiraswasta Kecamatan Batangkuis Sejahterawan, SPd menyatakan hal itu di ruang kerjanya, Sabtu (10/4).
       
Menurutnya, adanya wacana dari pemerintah untuk memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, tentu disambut gembira oleh kalangan tenaga pendidik (guru) dan siswa. Karena pembelajaran secara daring atau jarak jauh dengan menggunakan media handhphone selama ini, dirasakan kurang maksimal.
          
“Ya, kami tentunya sangat senang manakala nanti pemerintah akhirnya memutuskan Pembelajaran Tatap Muka terbatas sudah bisa dilaksanakan. Tentu, kami sudah mempersiapkan segala sesuatu terkait persiapan sarana prasarana pendukung Prokes yang ada di lingkungan sekolah,” kata Sejahterawan.
          
Sejahterawan mengatakan, dalam penerapan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, pihaknya menetapkan durasi waktu pembelajaran selama 30 menit pada tiap mata pelajaran dengan sistem pembelajaran bergantian.
        
“Setiap hari Senin sampai Kamis kita mulai pembelajaran pukul 07:30 – 9:30 dan 10:30 – 12:00. Sedangkan Jumat pukul 07:30 – 08:30 dan 09:00 – 10:00. Sedangkan untuk hari Sabtu, pembelajaran dimulai pukul 07:30 – 09:00 dan 09:30 – 11:00. Siswa yang masuk untuk mengikuti pembelajaran juga bergantian,” jelas Sejahterawan.
          
Pada kesempatan itu, Sejahterawan juga mengatakan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini diperoleh sekolah juga dimanfaatkan untuk membeli berbagai keperluan fasilitas protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
        
Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Puskesmas dan Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya kasus.
           
“Beberapa waktu lalu, ada salah seorang warga di Desa Bakaran Batu yang meninggal dunia karena positif Covid-19. Siswa kita yang kebetulan tinggalnya di desa tersebut terpaksa kita imbau untuk tidak masuk dulu ke sekolah, guna mengantisipasi Covid-19 walaupun rumahnya mungkin tidak berdekatan. Itulah konsekuensinya. Setelah 14 hari di rumah, siswa tersebut baru kembali ke sekolah,” kata Sejahterawan.
        
Hal serupa juga dikatakan Nanang Ferioko salah seorang guru yang mengajar di Sekolah Yayasan Pendidikan Islamiyah (YPI), Desa Bintang Meriah.
    
“Kita juga sudah persiapkan segala sesuatu fasilitas pendukung untuk penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Kebetulan hari ini mereka telah selesai mengikuti ujian sekolah dan akan libur selama 1 pekan,” jelas Nanang Ferioko.   
          
Menanggapi wacana pemerintah akan diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang H. Timur Tumanggor, SSos, MAP yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/4), mengatakan, pihaknya siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas bila pemerintah sudah menetapkannya.
   
“Di Kabupaten Deliserdang, ada 63 SMP Negeri dengan jumlah siswa 34.770 dan guru 2.701, SMP Swasta 263 dengan jumlah siswa 45.198 orang dan guru 4.314 orang. Untuk jenjang SD Negeri sebanyak 582 sekolah dengan jumlah siswa 70.246 orang dan guru 7.706, dan SD Swasta sebanyak 329 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 65.423 orang dan guru sebanyak 3.266 orang. Dari jumlah itu, semua menyatakan siap melaksanakan PTM terbatas tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” jelas H. Timur Tumanggor.
   
Terkait akan diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka terbatas, lanjut Timur, pihaknya terus mengimbau seluruh sekolah untuk mempersiapkan sarana pendukung seperti menyediakan air bersih dan tempat mencuci tangan di sekolah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.
      
“Memang pandemi Covid-19 ini memiliki pengaruh cukup besar terhadap semua sektor khususnya dunia pendidikan, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tetap berdoa semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan berbagai aktivitas khususnya pendidikan dapat berjalan normal seperti semula,” ujar Timur.(a14/ B)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2