Waspada
Waspada » Moeldoko Minta Alumni UT Bangun Harmonisasi Berbangsa
Pendidikan

Moeldoko Minta Alumni UT Bangun Harmonisasi Berbangsa

JAKARTA (Waspada): Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko meminta seluruh alumni UT untuk tetap menjaga keharmonisan berbangsa dan bernegara. Salah satunya dengan tetap menjauhi paham intoleransi dan radikalisme. Sebagai negara dengan keberagaman, kedua paham tersebut  harus dipersempit.

“Bagaimana mungkin bangsa yang besar seperti ini, berbagai agama, suku, macam-macam,  lama kelamaan menuju intoleransi. Tidak boleh ini dibiarkan. Ruang intoleransi harus kita persempit,” tegas Moeldoko  saat memberikan sambutan perayaan Ulang Tahun IKA UT ke-31 di Kantor Pusat UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan,  Kamis (25/3).

Upaya mempersempit ruang bagi intoleransi dan paham radikal dimaksudkan supaya pembangunan Indonsia sebagai negara maju dapat berjalan baik.

Salah satu upaya membangun Indonesia supaya maju adalah meningkatkan akses pendidikan, termasuk pendidikan tinggi.

Moeldoko pun menekankan pentingnya  penguatan sumber daya manusia (SDM), dalam rangka menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Penguatan SDM tersebut hanya akan tercipta apabila lembaga pendidikan, utamanya pendidikan tinggi, memberikan layanan bagi masyarakat, tidak hanya di kota-kota besar melainkan juga daerah pinggiran yang selama ini tidak memiliki kesempatan mengakses pendidikan tinggi,” ujar  Moeldoko.

Dalam kesempatan itu Moeldoko juga meminta agarnpara alumni UT dimanapun berada, mau ikut menyukseskan pemberian vaksinasi Covid-19.

Menurut Moeldoko, hal ini perlu dilakukan karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam perang melawan Covid-19 di Tanah Air.

Mari kita semuanya ikut berpartisipasi, ikut menyosialisasikan arti penting vaksin. Begitu vaksin semuanya merata, maka herd immunity akan terbangun. Dan dengan cepat ekonomi akan bertumbuh, kehidupan kembali normal, dan kesejahteraan segera kembali,”ujarnya.

Jumlah alumni UT saa ini mencapai lebih dari 1,8 juta orang. Rektor UT Prof Ojat Darojat mengatakan, jumlah sebanyak itu adalah aset pembangunan bangsa. Alumni UT dapat menjadi pagar bangsa yang bisa menjaga konektivitas antara suku dalam konteks menjadi NKRI.

Terkait pandemi Covid-19, Ojat mengatakan bahwa UT berada yang terdepan dalam menyediakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), berbekal pengalaman 36 tahun menjadi penyelenggara PJJ. Dengan PJJ, akses pada pendidikan tinggi dapat lebih mudah terlaksana.

“Dalam konteks PJJ, bukan mahasiswa yang dayang ke kampus. Tapi kampuslah yang datang kepada mereka. UT hadir untuk menyelesaikan masalah geografis yang mana mereka tidak bisa datang ke kota,” terang Ojat

Karena itu, lanjut Ojat, dengan hadirnya UT maka kini tidak alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Dengan adanya sinergi antara UT dan IKA-UT, semoga mandat ini bisa kita laksanakan secara lebih luas,” tutup Ojat.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2