Modul Pembelajaran, Tingkatkan Minat Belajar Siswa Di Karo - Waspada

Modul Pembelajaran, Tingkatkan Minat Belajar Siswa Di Karo

  • Bagikan
Salah seorang siswa menyerahkan tugas pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikerjakan sesuai dengan modul pembelajaran dalam pembelajaran jarak jauh.
Salah seorang siswa menyerahkan tugas pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikerjakan sesuai dengan modul pembelajaran dalam pembelajaran jarak jauh.

KABANJAHE (Waspada): Penggunaan Modul Pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar selama Pandemi Covid-19, yang dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat meningkatkan minat belajar siswa di Karo. Karena kegiatan belajarnya tidak membutuhkan perangkat HP Android maupun laptop.

Baru-baru ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Karo bekerja sama dengan Tanoto Foundation mengadakan pelatihan untuk peningkatan kompetensi seluruh pengawas sekolah, kepala sekolah, guru SD dan SMP yang jumlahnya 2.000 orang khusus dalam merancang PJJ secara luring (luar jaringan).

Pengawas sekolah di Kabupaten Karo, Elianna Br Sembiring, SPd menyebutkan, salah satu inovasi yang telah dilakukan oleh guru sebagai hasil dari pelatihan tersebut adalah membuat modul pembelajaran. Di dalam Modul ini terdapat penjelasan materi dan petunjuk pengerjaan LKPD yang sangat membantu siswa. Saat ini Modul tersebut ada kaitannya dengan Modul yang diterapkan penggunaannya di Program Sekolah Penggerak (PSP) sebagai pengganti RPP.

“Modul pembelajaran yang diarahkan oleh Tanoto Foundation adalah modul pembelajaran menggunakan bahasa dan format yang sederhana sehingga mudah dipahami pembacanya yaitu siswa dan orangtua sebagai pendamping belajar anak,” jelas Elianna Br Sembiring, SPd, yang merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation, kemarin.

Dia menjelaskan, modul ini memuat unsur-unsur yaitu, 1. Salam Pembuka, 2. Pengantar (Tujuan Pembalajaran), 3. Konteks/situasi untuk mengantarkan pada materi pembelajaran, 4. Lembar Kerja, 5. Refleksi, 6. Extension (arahan untuk pendalaman materi).

“Guru-guru SD di Kecamatan Kabanjahe telah membuat modul pembelajaran sesuai dengan petunjuk yang diterapkan. Selain itu, dalam membuat modul guru juga menggunakan prinsip penyusunan modul, antara lain, mewakili kehadiran guru, mewakili suasana belajar-mengajar di kelas, membuat anak aktif dan mandiri, menyenangkan, meninggalkan rasa berdaya dan berprestasi pada anak,” paparnya.

Menurutnya, melalui modul pembelajaran, siswa merasakan kehadiran guru dan lebih bersemangat saat belajar dan mengerjakan tugas pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Siswa dapat membaca penjelasan materi berulang-ulang sampai paham.

“Siswa juga lebih mudah mengerjakan LKPD karena berpedoman pada petunjuk pengerjaan LKPD. Jika mengalami kendala, orang tua juga dapat membantu siswa,” ujarnya.

Pembagian modul dan LKPD kepada siswa dilaksanakan guru 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari yang telah disepakati. Pengembalian LKPD oleh siswa kepada guru juga dilaksanakan 2 kali dalam seminggu.

“Dengan adanya modul dan LKPD maka persentase tingkat penyelesaian tugas siswa semakin meningkat. Sebelum adanya modul pembelajaran, masih banyak siswa yang tidak menyerahkan tugas yang diberikan guru. Setelah adanya modul pembelajaran, siswa yang tidak mengerjakan dan menyerahkan LKPD sudah sangat berkurang, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai,” tandasnya.

Elianna Br Sembiring, SPd menyebutkan, dari penjelasan kepala sekolah SDN 048232 Kabanjahe, dengan adanya modul pembelajaran, siswa yang tidak memiliki HP Android atau laptop dapat tetap belajar. Selain itu kinerja guru menjadi lebih baik dan terarah sehingga tujuan pembelajaran dapat lebih tercapai.

Salah seorang guru di SDN 048232 Kabanjahe, Sampang Br perangin-angin mengatakan, melalui modul pembelajaran, guru dapat menyampaikan materi lebih banyak kepada siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan pemahaman siswa akan materi menjadi lebih baik.

“Selain itu hubungan antara siswa dan guru dapat tetap kontinu dan guru dapat memantau perkembangan peserta didik baik dalam segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Persentase pengerjaan dan pengumpulan tugas siswa juga mengalami perubahan yaitu siswa yang mengerjakan dan mengumpulkan tugas menjadi lebih banyak dibandingkan sebelum adanya modul pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, Ananda Putri, salah seorang siswa kelas VI SDN 048232 Kabanjahe mengatakan, dengan adanya modul pembelajaran dirinya menjadi lebih semangat dalam belajar dan merasakan seolah olah guru hadir menyampaikan materi.

“Kami, merasa lebih mudah memahami materi karena dapat membaca secara berulang ulang dan dapat mengerjakan LKPD, karena memiliki petunjuk pengerjaan yang jelas. Orang tua juga lebih mudah mendampingi saat belajar dan dapat mencarikan solusi jika ada kesulitan saat belajar,” katanya. (m31)

  • Bagikan