Menuju PTM Terbatas, Pematang Siantar Gelar Simulasi - Waspada
banner 325x300

Menuju PTM Terbatas, Pematang Siantar Gelar Simulasi

  • Bagikan
Simulasi PTM Terbatas di satuan pendidikan di Pematang Siantar dimulai Senin (19/4). (Foto: Waspada/Edoard Sinaga)

PEMATANG SIANTAR (Waspada): Cabang Dinas Pendidikan Pematang Siantar menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di dua SMA. Yakni, di SMA Negeri 4, Jl. Pattimura dan SMA Swasta Budi Mulia, Jl. Melanthon Siregar, P. Siantar.

“Simulasi PTM terbatas kita laksanakan selama satu pekan ke depan. Selama kegiatan, tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan, siswa masuk melalui gerbang sekolah sampai ke ruang kelas, tetap kita pantau kesehatannya,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan P. Siantar James A. Siahaan di SMAN 4, Senin (19/4).
    
Simulasi PTM terbatas itu untuk mempersiapkan tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang. Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yakni Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri mengenai PTM terbatas pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli nanti. Untuk memenuhi syarat-syarat penyelenggaraan PTM terbatas, satuan pendidikan atau sekolah dapat menggunakan dana BOS. Misalnya, untuk membuat sarana cuci tangan, sanitasi sekolah yang layak, kebutuhan protokol kesehatan serta berbagai kebutuhan lain terkait PTM terbatas di masa pandemi Covid-19.

“Secara perlahan-lahan, protokol kesehatan ini harus berjalan sesuai aturan pemerintah. Dalam simulasi ini, kita lihat apa kekurangan dan harus kita perbaiki sampai betul-betul siap untuk sekolah tatap muka,” ujarnya.
    
Pada PTM terbatas nanti, pihak sekolah akan memberlakukan pembatasan jumlah siswa. Setiap siswa yang boleh mengikuti PTM terbatas hanya 50 persen dari jumlah siswa masing-masing rombongan belajar (rombel).
    
Wali Kota P. Siantar Hefriansyah selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 langsung memantau pelaksanaan simulasi di dua sekolah itu. Saat memantau pelaksanaan simulasi, dia mengimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
    
Saat melaksanakan pemantauan di kedua sekolah yang melaksanakan simulasi itu, wali kota sudah melihat bagaimana kesiapan protokol kesehatan diterapkan. “Alhamdulillah, saya tanya kepada siswa satu per satu, apa maskernya ada, apa tadi juga mencuci tangan dan dijawab ada. Kemudian, saya tanya juga apakah ada berangkulan atau tidak menjaga jarak, jawabnya tidak ada berangkulan,” ujarnya.
    
Meski demikian, lanjut wali kota yang didampingi Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Daneil H. Siregar, siswa di dua sekolah itu tetap diimbau agar mematuhi protokol kesehatan, sehingga simulasi bisa berjalan dengan baik, lancar dan aman.
  
 “Saya imbau kepada mereka agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik, lancar dan aman. Mudah-mudahan apa yang diharapkan bisa tercapai,” ujarnya.(a28/C)

  • Bagikan