banner 325x300

Menko PMK Apresiasi Universitas Terbuka

  • Bagikan
Menko PMK Muhadjir Effendy

TANGERANG SELATAN (Waspada): Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang telah dijalankan sejak lama oleh Universitas Terbuka (UT).

Hal tersebut diyakini mampu mengatasi kesenjangan akses bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan.

“UT memiliki andil dari empat pokok pendidikan, terutama akses. Namun tentu saja kita juga harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas,” ujar Muhadjir saat jadi pembicara kunci Webinar Mahasiswa Universitas Terbuka Kelompok Belajar Hongkong dengan tema ‘Memaknai Peran Mahasiswa Universitas Terbuka Luar Negeri dałam Kampus Merdeka’ yang digelar Minggu (7/2).

Muhadjir pun berpesan kepada para mahasiswa UT yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun di luar negeri agar terus gigih dalam belajar. Harapannya, kelak bisa kembali ke Tanah Air dan turut berkontribusi memajukan bangsa dan negara.

“Bangun impian untuk masa depan di Tanah Air. Buktikan kalau pengalaman bekerja di negeri orang, ditambah ilmu dari Universitas Terbuka, adalah bekal yang dapat diandalkan untuk mencerahkan diri dan orang banyak,” imbuh Muhadjir.

Rektor UT, Prof Ojat Darojat dalam kesempatan itu mengatakan,
Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi jarak jauh telah memberikan peluang bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri termasuk kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mengikuti pendidikan tinggi. Sampai saat ini, tercatat ada lebih dari 2.500 mahasiswa UT yang tersebar di sedikitnya 91 negara.

Cukup banyak para pekerja migran Indonesia di luar negeri yang berupaya untuk menimba ilmu melalui UT termasuk mereka yang berada di Hong Kong.

“Ditengah kesibukannya bekerja, dan menekuni perkuliahan, mahasiswa UT Hong Kong juga menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan kemahasiswaan baik yang dikoordinir oleh pengurus kelompok belajar mahasiswa Hong Kong maupun oleh persatuan mahasiswa UT Hong Kong memperkuat eksistensi mereka sebagai mahasiswa UT dan juga sebagai manusia yang mandiri dengan sosialisasi yang tinggi,” tandas Ojat.

Selain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Efffendy, M.A.P., webinar juga menghadirkan pembicara lain yaituDirektur Pembelajaran dan Kemahasiswaan DIKTI: Prof.drh.Aris Junaidi, Ph.D.

Pelaksanaan Webinar yang diprakarsasi oleh kelompok belajar mahasiswa UT Hong Kong mendapat dukungan penuh dari Konsul Jenderal KJRI Hongkong,  Ricky Suhendar dan juga Atase Pendidikan KBRI Beijing, Yaya Sutarya.

Kegiatan webinar pendidikan ini yang tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa UT yang berada di Hong Kong, tetapi juga mahasiswa dari negara-negara lain.(J02)

  • Bagikan