Mengintip Generasi Cerdas Cerah Asyik Ala Zenius - Waspada
banner 325x300

Mengintip Generasi Cerdas Cerah Asyik Ala Zenius

  • Bagikan
Chief Education Officer Zenius, Sabda PS

JAKARTA (Waspada): Platform edukasi berbasis teknologi, Zenius, terus berupaya fokus pada pembentukan individu yang kompeten. Kompeten yang dimaksud adalah memiliki kemampuan dasar dan kemampuan spesifik yang mumpuni. Dari situlah, lahir generasi Zenius Cerdas Cerah Asyik.

“Dasar tujuan kami adalah menciptakan generasi yang kompeten. Seperti apa individu yang kompeten itu? Yakni individu dengan kemampuan dasar dan kemampuan spesifik yang sangat baik. Dua kemampuan itu sangat penting, karena itulah modal pembangunan sumber daya manusia, yang cerdas, cerah, asyik,”ujar Chief Education Officer Zenius, Sabda PS, dalam acara media gathering Zenius bersama Fortadikbud dengan tema Cerdas, Cerah, Asyik : Pola Pikir Untuk Masa Depan yang Kompetitif, Selasa (21/4).

Sabda menjelaskan apa yang dimaksud Individu yang Cerdas Cerah Asyik (CCA) ala Zenius.  Menurutnya, individu  yang Cerdas adalah mereka yang terlatih untuk memiliki pemikiran yang kritis daripada sekadar menghafal.

Disebut Cerah, karena mereka memiliki kemampuan dasar yang membuat mereka lebih percaya diri menjalani kehidupan sehari-hari.

Mereka juga asyik karena memiliki kemampuan sosial dan memiliki motivasi untuk terus belajar atau menjad pembelajar sepanjang hayat.

Didirikan pada 2004, Zenius bercita-cita mencetak generasi Indonesia yang haus belajar serta memahami dan cinta  pada ilmu pengetahuan, ketimbang menjadi generasi penghafal.

Secara lebih luas, kompetensi individu menentukan masa depan Indonesia. Itu sebabnya, sebagai anggota dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD),Indonesia berpartisipasi dalam tes Programme for International Student Assessment (PISA) yang menguji kemampuan dasar siswa SMA.

Skor PISA pada 2018 menyebutkan betapa kurang memadainya hasil pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.  Untuk kemampuan membaca, misalnya, 70 persen siswa Indonesia berada di bawah kompetensi minimum. Angka yang hampir sama dipunyai siswa Indonesia di bidang matematika dan sains.

“Dalam hal ini, Zenius memiliki komitmen untuk membantu meningkatkan skor PISA Indonesia,” imbuh Sabda.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud,  Purwadi Sutanto mengapresiasi kehadiran platform edukasi seperti Zenius atas misinya yang sejalan dengan pemerintah.

Apa yang dilakukan Zenius, sejalan dengan agenda pemerintah yang kini menggunakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk menilai kemampuan dasar siswa dalam hal literasi dan numerasi.

“Pemerintah sangat mendukung inisiatif Zenius yang terus menciptakan dan menerapkan materi pembelajaran berkualitas untuk siswa. Kami berharap akan ada sinergi yang lebih banyak ke depannya untuk meningkatkan kompetensi individu di Indonesia,” ujar Purwadi.

Kehadiran Zenius selama lebih dari 16 tahun, sangat membekas di hati ratusan ribu siswa yang pernah belajar bersama dan merasakan metode pembelajaran yang mengutamakan pola berpikir kritis.

Pola berpikir kritis ini menjadi salah satu modal bagi siswa meraih pendidikan yang lebih tinggi dan berkarir.

Indah Shafira, salah satunya.
Dia belajar dengan Zenius di  2013 dan manfaatnya masih  dia rasakan sampai saat kuliah di Harvard dan kiji bekerja di World Bank.

“Lewat metode belajar Zenius, saya membangun kemampuan berpikir kritis dan kemampuan dasar. Hasil belajar ini membantu saya untuk memiliki pola pikir yang sistematis, terlebih saat menyusun ide dan menyelesaikan masalah di pekerjaan. Saya harap lebih banyak siswa yang bisa merasakan manfaat pola berpikir kritis untuk meraih masa depan yang cerah,” imbuh Indah.

Kini, untuk mewujudkan komitmen untuk membentuk lebih banyak individu yang cerdas, cerah, dan asyik, Zenius telah membuka akses secara gratis ke lebih dari 90.000 video dan bank soal untuk seluruh siswa di Indonesia. Zenius juga mengembangkan kecerdasan buatan bernama ZenBot.Fitur ini membantu siswa belajar dengan cara memberikan solusi dari soal-soal sulit dan memberikan rekomendasi materi pembelajaran untuk menguasai soal sulit tersebut. Fitur ini dapat diakses secara gratis lewat aplikasi Zenius atau WhatsApp.

Selain mengembangkan konten untuk siswa, Zenius juga telah meluncurkan sistem manajemen pembelajaran Zenius untuk Guru (ZenRu) yang juga dapat diakses secara gratis. Dengan ZenRu, para guru dapat mengakses bank soal Zenius yang terdiri dari soal Lower Order Thinking Skills (LOTS)
dan High Order Thingking Skills (HOTS) yang menstimulasi siswa dalam belajar.

Zenius juga bekerja sama dengan dinas pendidikan di berbagai provinsi untuk memberikan pelatihan pada guru dalam memanfaatkan platform Zenius. Tujuannya, agar guru dapat mengelola pembelajaran dengan lebih efisien dan punya lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa.

Zenius memiliki beberapa jenis produk, dengan produk utama berupa Zenius app, platform belajar online berbasis aplikasi yang memuat lebih dari 90.000 video pembelajaran dan ratusan ribu latihan soal untuk jenjang SD-SMA yang telah disesuaikan dengan kurikulum nasional.

Sepanjang tahun ajaran 2019/2020, Zenius telah diakses oleh lebih dari 16 juta pengguna dari pedesaan dan perkotaan di seluruh Indonesia. Zenius app sudah tersedia dan dapat diunduh di Google Play dan di App Store.(J02)

 

  • Bagikan