Waspada
Waspada » Mendikbud Nadiem Makarim: Kebersamaan Hadapi Pandemi, Bukti Pancasila Sakti
Pendidikan

Mendikbud Nadiem Makarim: Kebersamaan Hadapi Pandemi, Bukti Pancasila Sakti

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

JAKARTA (Waspada): Jelang Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati 1 Oktober, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pidato yang mengajak seluruh masyarakat melihat lebih jauh semangat kebersamaan yang hadir di tengah pandemi.

Sampai hari ini, Pancasila masih menjadi falsafah dan ideologi negara. Pancasila adalah akar yang menyambung masa lalu dan masa depan bersama. Tapi apa arti pancasila bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari? Apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, guru, ibu, dan seorang anak di masa pandemi seperti sekarang?

Mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda. Karena pandemi ini, kita secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, ekonomi dan pembelajaran. Tapi di saat sulit sekarang ini, sila-sila Pancasila malah justeru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat kita.

“Kalau kita lihat sekelilinh kita dengan lebih peka  kita bisa melihat begitu banyak pahlawan pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungannya masing-masing,”ujar Nadiem.

Dia melihat lilin pancasila terlihat menyala di setiap tenaga medis yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan pasien covid-19.

Dia juga kagum saat melihat ribuan mahasiswa yang sudah kesulitan dengan tantangan pembelajaran daring, masih tetap mendaftarkan dirinya sebagai sukarelawan dalam penanganan covid-19.

“Kita melihat lilin pancasila menyala saat orang tua lelah seharian mencari nafkah masih menyempatkan bermain dengan anaknya yang kesepian di rumah,” sambungnya.

Lilin pancasila terlihat menyala di dalam kepemimpinan di masa krisis. Kita melihat  pemimpin-pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta yang  berani mengambil risiko dan bergerak cepat meringankan penderitaan masyarakat.

Banyak juga pemilik usaha kecil yang mengorbankan labanya agar karyawannya tidak perlu dilepas walaupun pelanggan lenyap.

Demikian juga pemimpin umat di tempat-tempat ibadah yang menggalang dana untuk membantu rakyat yang agamanya berbeda dari dirinya.

“Kita melihat lilin Pancasila menyala saat seniman se Nusantata dalam kondisi ekonomi terpuruk masih menyelenggarakan perrunjukan seni secara daring untuk mengingatkan rakyat betapa indahnya Kebhinekaan Indoenesia. Kita melihat lilin pancasila dinyalakan oleh guru2 yang mendatangi rumah pelajar did aerah terpencil agar mereka bisa belajar,” tegas Nadiem.

Mengingat sejara, betapa besar pengorbanan nenek moyang untuk bangsa ini, maka kita semua makin sadar bahwa kesaktian Pancasila terus mendarah daging di generasi bangsa.

Di masa krisis seperti ini, lilin-lilin pancasila menerangi kegelapan di manapun. Pandemi ini menantang negara kita, dan menguji ketangguhan kita sebagai rakyat Indonesia. Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia harus menyala di hati kita masing-masing, dalam setiap perbuatan kecil dan besar yang bisa kita lakukan bagi sesama.

“Selamat Hari Kesaktian Pancasila,”pungkasnya. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2