banner 325x300

MAS Proyek Univa Gelar Olimpiade Sains Berbasis Android Dan Festival Salawat Badar

  • Bagikan
Para pemenang lomba bersama kepala MAS Proyek Univa usai penyerahan hadiah olimpiade sains dan festival salawat badar yang digelar di sekolah itu, Minggu (23/2).Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ratusan siswa SMP dan MTs se Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang bertarung dalam lomba olimpiade sains berbasis android dan festival Salawat Badar yang digelar Madrasyah Aliyah Swasta (MAS) Proyek Univa, Minggu (23/2).

Kegiatan yang digelar di kampus Univa Jalan SM Raja Medan tersebut dibuka secara langsung Ketua Majelis Pendidikan Wilayah (MPW) Al Washliyah Sumatera Utara H. Taufiqurahman, MM, turut hadir dalam acara itu Rektor Univa Dr H Halvian Lubis,MA, para pengurus, kepala MA proyek Univa H Ahmad Yani, serta para siswa MTs dan SMP peserta Olimpiade Sains dan Festifal Salawat Badar.

Ketua Majelis Pendidikan Al Washliyah Wilayah Sumut H. Taufiqurrhan,MM, menyambut baik digelarnya olimpiade sains oleh MAS Proyek Univa ini yang dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan dalam penyelenggaraannya, semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi anak-anak.

“Dengan ilmu pengetahuan kita dapat berbuat apa saja, semoga dengan kegiatan ini anak-anak dapat menciptakan inovasi-inovasi yang lebih baik ke depan sehingga mampu menciptakan produk-produk dalam negeri, agar kita tidak lagi bergantung kepada produk asing,” ujarnya.

Sementara itu Rektor Univa Dr H Halvian Lubis, MA dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak MA Proyek Univa yang telah memprakarsai terselenggaranya acara ini, apalagi ini merupakan olimpiade sains terpadu yang berbasiskan android, ini menunjukkan betapa umat Islam itu ingin menguasai sains.

“Mari kita rubah pra digma lama seolah-olah Islam tidak mementingkan ilmu pengetahuan, pada hal dalam alquran sangat banyak menyebutkan hal –hal yang menganjurkan agar kita sebagai hamba Allah untuk menguasai berbagai bidang ilmu sains,” ujarnya.

Menurutnya generasi muda Islam dan lembaga pendidikan Islam harus mengejar kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, umat islam tidak boleh ketinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

“Saat ini jika ada olimpiade internasional Indonesia selalu selalu meraih medali emas, tapi tidak ada anak-anak dari sekolah Islam semua dari sekolah non muslim, ini menunjukkan kita masih sangat tertinggal, karena itu mari kita kejar kertetinggalan itu, sebab sejarah juga pernah mencatat Islam pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan dunia dan banyak ilmuan-ilmuan muslim yang lahir pada masa lalu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Madrasyah Aliyah Proyek Univa H Ahmad Yani mengatakan, bahwa sekolah ini telah melaksanakan kegiatan olimpiade sebanyak lima kali, dalam rangka memberikan pengetahuan teknologi kepada anak-anak maka kegiatan kali ini dilaksanakan dengan berbasiskan android.

Ahmad Yani menjelaskan sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan ejak tahun 2017 MA Proyek Univa telah mengikuti ujiam akhir madrasayah berstandar nasional yang merupakan program Kemenag bersama dengan sekolah madrasyah unggulannya. Namun demikian kita juga terus membekali anak-anak ilmu pengetahuan dan teknologi

“Hal ini kita lakukan karena kita mempunya tanggungjawab untuk mengikuti perkembagan teknologi bagi siswa-siswi islam namun tetap mengutamakan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Sementara itu ketua panitia M Ridwan S.Sos mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 78 sekolah se kota Medan dan Deliserdang, dengan jumlah peserta terdiri dari 398 peserta olimpiiade dan 140 siswa peserta salawat badar. “Ke depan kita berharap akan mengembangkan kegiatan ini dengan mengundang beberapa kabupaten lain seperti kota Binjai, Delisedang dan Serdang Bedagai,” ujarnya. Erzilmarkos.

 

  • Bagikan