Waspada
Waspada » LPU Darul Mursyid Gelar Seminar Peningkatan Pengelolaan Mesjid
Pendidikan

LPU Darul Mursyid Gelar Seminar Peningkatan Pengelolaan Mesjid

Para pemateri para seminar peningkatan pengelolaan mesjid yang digelar Lembaga Pemberdayaan Umat Darul Mursyid belum lama ini. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Masjid merupakan salah satu pusat peradaban islam yang fungsinya sudah mulai terkikis zaman. Pada dasarnya masjid tidak hanya dimaksudkan untuk sarana beribadah kepada Allah SWT semata. Lebih dari itu masjid juga seharusnya digunakan sebagai sarana mencerdaskan umat, sebagai sarana berkomunikasi antara umat dan sekaligus sebagai pusat kegiatan umat secara positif dan produktif.

Hal itu dikatakan Asep Safa’at Siregar Kepala Divisi Humasy & Lembaga Pemberdayaan Umat PDM juga sebagia Ketua Panitia Seminar Peningkatkan Pengelolan Masjid.

Menurutnya Transpormasi Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari lembaga pendidikan menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat dilakukan dalam rangka memberdayakan serta memberikan manfaat bagi umat yang lebih luas khususnya bagi masyarakat di Provinsi Sumut.

Hal ini sesuai dengan misi dan visi PDM “Menjadi pelopor kejayaan peradaban islam di Sumatera Tenggara pada akhir tahun 2023” dan menjadi center of islamic excellence di Sumatera Tenggara tahun 2023” .

Salah satu langkah mencapai misi tersebut dengan melakukan program-program sosial yang mampu memberi wawasan dan inovasi pola pikir bagi masyarakat salah satunya dengan menggelar seminar peningkatan pengelolaan masjid yang bertujuan memberikan suntikan semangat, ilmu dan wawasan kepada para BKM (Badan Kenadziran Mesjid) di KabupatenTapanuli Selatan.

Seminar bertemakan “Peningkatkan Pengelolaan Mesjid dalam Perspektif Syariah” yang di selenggarakan LPU Darul Mursyid pada 26 Nopember 2020 lalu di Gedung Balai Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola dihadiri 60 peserta dari 30 Mesjid perwakilan dari empat kecamatan (Batang Angkola, Muara tais, Sayur Matinggi dan Angkola Tantom).

Kegiatan juga menghadirkan narasumber yakni: Bertindak sebagai Keynote Speaker Jafar Syahbuddin Ritonga DBA (Ketua LPU Darul Mursyid), Narasumber pertama Dr. Zainal Effendi Hasibuan MA (Manajemen Pengelolaan Mesjid), Akhirul Pane (Pengorganisasian Mesjid), Amran Siregar, S.Pd.I (pengelolaan mesjid Baburrahmat Pargarutan) dan Asep Safa’at Siregar,S.Sos.I membawakan tema Reposisi Fungsi Mesjid dan Program Sisial Darul Mursyid.

Dalam sambutannya, Asep menyampaikan gambaran masjid dan beberapa hal yang mengubah pola pikir masyarakat untuk mamanfaatkan fungsi masjid secara maksimal.

“Mesjid sebagai pusat peradaban Islam kini harus di kaji kembali dan fungsi maksimalnya. Karena kebanyakan mesjid dijadikan sebagai tempat shalat saja dan itupun aktif di tiga waktu Maghrib, Isya dan Subuh. Di sisi lain fenomena yang kita lihat betapa masyarakat kita sibuk dan semangat membangun (fisik) mesjid tapi lupa dan hampir tidak ada upaya membangun ruh penghuni (jemaah) mesjid. Sehingga kalau kita lihat mesjid semakin banyak dan semakin indah tapi sepi dari Jemaah”, pungkas Asep.

Sementara itu Jafar Syahbudin Ritonga, DBA selaku Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (YASPENHIR) mengemukakan transformasi PDM untuk menjadi lembaga pemberdayaan umat sudah on the right track.

Hal ini di latar belakangi pemikiran dalam Islam orang yang paling baik dan mulia adalah orang yang paling berguna kepada orang banyak. Selama ini melalui program sosial, kami sudah membantu masyarakat Sumut, perhitungan kasar, sekitar Rp 7 miliar bantuan yang tersalurkan sejak tahun 2010 kepada sekitar 600 mesjid, 18 pondok pesantren, 15 fasilitas umum dan juga bantuan khusus karena bencana alam khususnya di Tanah Karo. Uangnya berasal dari Gerakan Infak Jumat (GINJU) yang kini mencapai Rp. 20 juta setiap Jumat. Infak tersebut terkumpul dari infak guru dan karyawan sekitar 150 orang, siswa sekitar 700 orang, di motivasi dan dikelola secara baik dan transparan. “Semangat itu lah yang ingin ditularkan oleh PDM kepada semua peserta seminar yang kali ini adalah BKM (Badan Kenadziran Mesjid) yang digelar bulan lalu,” ujarnya.

Jafar Syahbuddin Ritonga juga mengatakan, sebagai Ketua LPU Darul Mursyid menyerahkan bantuan kepada empat Mesjid pada perwakilan Mesjid dari empat kecamatan sebanyak empat paket. Masing-masing paket sebesar 10 juta rupiah yang diperuntukkan untuk membantu pembangunan mesjid yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Disamping itu, secara tidak langsung, PDM telah mengubah imej kalau biasanya pihak pesantren meminta sumbangan, kali ini pesantren memberikan bantuan, bahkan jumlahnya tidak sedikit. Tapi PDM tidak mau berhenti disitu, PDM ingin lebih jauh. Tidak sekedar memberikan bantuan materi tapi juga peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumut. Untuk itu PDM berharap semua lembaga umat harus bersatu padu untuk kejayaan Islam di Sumut,” papar Jafar.

Lebih jauh, Jafar menyampaikan bahwa PDM sendiri telah berbuat, tapi cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh PDM sendirian, tapi lembaga-lembaga umat harus bersatu dan bergandengan tangan.

“Ke depan PDM berencana untuk menyelenggarakan acara seminar secara terus- menerus untuk menghimpun kekuatan lembaga umat Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang bermartabat khususnya di Sumut dalam jangka waktu pendek, yakni tahun 2023 mendatang. Ayo para BKM kita ciptakan Mesjid yang ramah jamaah, ramah anak dan tempat masyarakat untuk menyelesaikan permasalahannya bukan hanya persoalan ibdah tapi juga di bidang ekonomi.” tuturnya mengakhiri.(m06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2