Literasi Selama Ramadhan, Siswa Rutin Mengaji Dan Baca Kisah Nabi -

Literasi Selama Ramadhan, Siswa Rutin Mengaji Dan Baca Kisah Nabi

  • Bagikan
Dua orang siswa sedang membaca Alquran sebagai kegiatan belajar selama bulan Ramadhan yang merupakan program Literasi Ramadhan di UPTD SDN 03 Tanah Merah kecamatan Air Putih Batu Bara.
Dua orang siswa sedang membaca Alquran sebagai kegiatan belajar selama bulan Ramadhan yang merupakan program Literasi Ramadhan di UPTD SDN 03 Tanah Merah kecamatan Air Putih Batu Bara.

BATUBARA (Waspada): Memasuki bulan Ramadhan yang masih berada di tengah pandemic Covid-19, ibadah puasa tetap dilakukan dengan suka cita. Banyak hal ataupun kegiatan belajar positif yang bisa dilakukan untuk mengisi Ramadhan seperti kegiatan mengaji (membaca Alquran) dan membaca kisah-kisah Nabi dan Rasul.

Biasanya kegiatan membaca maupun mengaji merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga sekolah sebagai upaya gerakan literasi sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu program literasi bagi UPTD SDN 03 Tanah Merah kecamatan Air Putih Batu Bara pimpinan Ibu Hj. Sutiasmi, S.Pd.

Namun selama Ramadhan, ada yang berbeda dari kegiatan literasi yang dilakukan oleh Tati Hariyanti guru kelas 5 SDN 03 Tanah Merah yaitu mengajak siswa mengaji dan membaca kisah-kisah Nabi dan Rasul secara rutin setiap harinya sebagai bentuk literasi mereka.

“Literasi bukan hanya bisa dilakukan dengan membaca buku dongeng atau buku cerita saja, tetapi membaca Alquran juga merupakan salah satu bentuk kegiatan literasi. Selama Ramadhan ini, siswa saya minta untuk rutin mengaji. Selain mengaji saya juga menugaskan mereka mengenal Nabi dan Rasul melalui kisah-kisahnya. Mengaji adalah membaca bacaan-bacaan Alquran,” ujar Tati Hariyanti.

Dikarenakan pandemi Covid belum berakhir, kegiatan siswa ini dilakukan di rumah masing-masing. Guru menyampaikan informasi dan penugasan dari WAG kelas. Guru juga menjalin hubungan komunikasi dengan orangtua tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa kelas 5 selama Ramadhan.

“Semua orangtua siswa merasa senang dengan kegiatan ini, bahkan sangat mendukung sekali. Mereka berharap dengan kegiatan ini, anak-anak mereka punya rutinitas yang positif ketika berpuasa. Anak-anak akan punya aktivitas dengan mengaji dan menghafalkan surah-surah pendek. Apalagi ditambah dengan membaca kisah kisah Nabi dan Rasul, orangtua menilai anak-anak mereka akan lebih lancar ibadah puasanya karena waktu akan terasa lebih cepat karena anak anak itu punya kegiatan,” jelas Tati Hariyanti yang juga sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation ini.

Tati Hariyanti memaparkan, kegiatan tersebut dimulai sejak 1 Ramadhan 13 April 2021 lalu sampai akhir Ramadhan nanti. Dalam kegiatan ini siswa wajib membuat catatan Ramadhan dari 1 Ramadhan hingga 30 Ramadhan. Siswa menuliskan surah apa yang ia baca pada setiap harinya dan kisah apa yang ia baca.

“Semua siswa melakukan kegiatan ini dengan penuh semangat. Masing-masing siswa memberikan laporan kegiatannya melalui WAG kelas. Mereka saling bertukar informasi juga dengan sesama temannya tentang apa yang mereka baca pada hari ini. Tak lupa foto-foto kegiatan mereka kirimkan di WAG kelas. Ada juga yang mengirimkan videonya saat ia mengaji,” sebut Tati Hariyanti.

Menurutnya, melalui kegiatan ini siswa dibentuk menjadi siswa yang disiplin, mandiri, dilatih kesabarannya dan taat dalam menjalankan ajaran agamanya (berkarakter) serta dapat meningkatkan kemampuan literasinya. Siswa mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari kegiatan ini.

“Kalo hari biasa, ngajinya biasa aja. Tapi sekarang ngajinya lebih tekun dan khusyuk, apalagi sambil puasa banyak pahalanya,” kata Reyno Abdillah salah satu siswa kelas 5.

Nafisa Syahira juga menceritakan, kalau hafalannya sudah bertambah. “Hafalan surahku udah nambah. Aku juga udah tau kisah Nabi Ayyub a.s, aku udah baca ceritanya. Kalian udah baca kisah Nabi apa teman-teman?” Tulisnya melalui chat WAG kelas.

“Harapannya kegiatan ini dapat dilakukan oleh siswa dengan baik dan lancar hingga akhir Ramadhan nanti. Saya akan terus memberikan motivasi buat mereka. Semoga mereka tetap bersemangat dan antusias,” ujar Tati Hariyanti.

Kegiatan literasi selama Ramadhan tersebut juga mengandung unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) yang digaungkan Tanoto Foundation untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif.

“Tugas guru sebagai motivator adalah mendesain strategi yang efektif dalam mengelola kegiatan belajar yang lebih efektif dan produktif. Guru juga harus tanggap dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung sehingga dapat beradaptasi dengan pembelajaran dan proses pembelajaran yang diberikan kepada siswa,” pungkasnya. (m31)

  • Bagikan