Waspada
Waspada » Lagi, UT Beri Beasiswa Jalur SNMPTN
Pendidikan

Lagi, UT Beri Beasiswa Jalur SNMPTN

Rektor UT Prof Ojat Darojat

TANGERANG SELATAN (Waspada):  Tahun ini, Universitas Terbuka (UT)  kembali memberikan beasiswa bagi mahasiswanya yang masuk lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN. Tahun lalu, UT memulai keterlibatannya di penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN meski baru untuk dua program studi dan dua Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ).

Berbeda dengan program studi (prodi) tahun lalu yakni Sistem Informasi dan Teknologi Pendidikan, maka tahun ini prodi yang mendapat beasiswa jalur SNMPTN adalah Sastra Inggris bidang minat penerjemahan Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) dan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi (FE).

Jika tahun lalu beasiswa diberikan pada UPBJJ Serang dan Jakarta, maka pada tahun ini akan diberikan kesempatan pada UPBJJ Bandung, Lampung dan Bogor.

“Pemberian beasiswa ini seiring dengan upaya kita untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak fresh graduate yang unggul secara akademik namun memiliki kendala secara biaya,” ujar Rektor UT, Prof Ojat Darojat  pada kegiatan ‘Ngobrol Virtual Bareng Rektor’atau ‘Ngovibrek’ pada Senin (25/1)yang digelar daring. Acara ini merupakan pertemuan antara Rektor UT dengan mahasiswa Program Studi  dari jalur Beasiswa SNMPTN 2020.

Ditambahkan Ojat, UT memandang perlu untuk terlibat dalam skema SNMPTN, supaya pengembangan UT ke depan lebih baik. UT memerlukan orang-orang yang berprestasi baik di sekolahnya.

Dalam kesempatan itu seorang mahasiswa penerima beasiswa bertanya, apakah harapan Rektor UT terhadap mahasiswa baru.

Menjawab itu, Ojat menandaskan agar mahasiswa UT punya kepercayaan diri yang tinggi dan terus berprestasi. Belajar di UT adalah pilihan tepat, karena ijazah yang diraih nanti adalah sah dan diakui negara. Seperti diketahui, UT adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 di Indonesia dan sudah berusia 36 tahun.

“Jadi adek-adek mahasiswa tidak perlu khawatir, teruslah berprestasi selama kuliah di UT. Karena UT adalah kampus negeri yang memang diperintahkan negara untuk melakukan pendidikan jarak jauh,” kata Ojat.

Apalagi di era pandemi seperti saat ini, UT dengan pengalaman sebagai satu-satunya kampus yang mengusung PJJ, telah didaulat menjadi yang terdepan dalam PJJ.

“Namanya saja Universitas Terbuka, artinya terbuka bagi sebanyak-banyaknya mahasiswa dari segala lapisan dan dari seluruh penjuru Tanah Air,” imbuh Ojat.

Terkait PJJ di kalangan pendidikan tinggi pada era pandemi ini, Rektor UT sempat mengatakan kalau banyak kampus yang gagap dan tidak memahami seluk-beluk dan aturan PJJ yang sesungguhnya.

Dia melihat, proses pembelajaran hanya memindahkan belajar dari kampus ke rumah. Akibatnya, banyak mahasiswa kesulitan, disebabkan dosennya juga kebingungan. Kebingungan itu muncul karena kampus konvensional memang tidak disiapkan untuk menghadapi kondisi PJJ.

Menurutnya, penyelenggaran PJJ harus memiliki sejumlah kaidah dan norma akademik dengan rujukan mutu dan bukan sekadar memindahkan pembelajaran ke aplikasi atau teknologi.

“Harapannya, di masa depan integrasi IT dalam pembelajaran dapat semakin memperkuat proses pembelajaran di Indonesia,” imbuh Ojat.

Saat ini UT, Rektor UT mengungkapkan pihaknya tengah melayani 350 ribu lebih mahasiswa. Karena telah terintegrasi dengan Teknologi Informasi yang baik, UT bahkan membuka pendaftaran setiap semester. Itu karena siapa saja bisa mendaftar kapan saja dan belajar dari mana saja. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2