Kunci Mencapai Kinerja Organisasi Yang Baik Di Era Revolusi Industri 4.0 - Waspada

Kunci Mencapai Kinerja Organisasi Yang Baik Di Era Revolusi Industri 4.0
Oleh Prof Dr Ritha F Dalimunthe MSi, Haryani Tri Puteri Hasman, Tonny S Sinaga, dan Niadania Apriliani

  • Bagikan

KINERJA organisasi menjadi peranan penting yang akan mengukur capaian keberhasilan sebuah organisasi. Untuk mencapai kerberhasilan tersebut, kinerja organisasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah dari faktor sumber daya manusia, lingkungan kerja, kepercayaan dan motivasi individu, serta kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi. Akan tetapi, di era revolusi industry 4.0 ada faktor yang mendominasi kinerja organisasi, yaitu teknologi informasi. Diperlukan manajemen kinerja yang baik untuk mengelola faktor-faktor tersebut agar kinerja organisasi yang baik dapat tercapai di era revolusi industry 4.0. Revolusi industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah “cyber physical system” merupakan sebuah fenomena dimana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi. Dengan adanya revolusi ini sendiri membawa banyak perubahan di berbagai sektor. Akibatnya banyak organisasi/perusahaan yang harus berinovasi dengan menggunakan sistem atau aplikasi untuk mengukur kinerja organisasi sehingga organisasi dapat menilai indikator utama yang telah dicapai dengan lebih cepat, sehingga bisa segera dilakukan evaluasi atau tindakan atas capaian kinerja tersebut.

Kunci mencapai kinerja organisasi yang baik di era revolusi industry 4.0 yaitu dengan melakukan manajemen kinerja organisasi yang terstruktur dan sistematis melalui aplikasi yang dibuat oleh organisasi/perusahaan. Aplikasi sistem pengukuran kinerja ini merupakan salah satu model yang ada untuk memonitor keberhasilan implementasi strategi objektif yang telah ditetapkan pimpinan organisasi.

Manajemen adalah suatu proses pengelolaan atau mengelola sesuatu. Sedangkan kinerja adalah prestasi atau hasil kerja berdasarkan kuantitas atau kualitas yang dicapai. Oleh karena itu, bisa diartikan bahwa manajemen kinerja adalah suatu kegiatan manajerial yang bertujuan untuk memastikan bahwa sasaran organisasi telah tercapai secara konsisten dengan berbagai cara yang efektif dan efisien sehingga hasil kinerja tersebut kemudian bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan manajer dalam mengambil keputusan. Didalam manajemen kinerja ada aktivitas untuk memastikan agar tujuan organisasi dicapai secara konsisten melalui proses POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controling).

Kinerja organisasi juga diperoleh dari dimensi kinerja pegawai (individu) dan tim dalam mencapai tujuan organisasi. Dimensi dalam hal ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap objek yang akan diteliti. Bila dipakai secara baik dapat mempercepat pencapaian tujuan bagi organisasi. Menurut John Miner dalam Fahmi (2017:134), untuk mencapai atau menilai kinerja, ada dimensi yang menjadi tolak ukur, yaitu: kualitas, kuantitas, penggunaan waktu dalam kerja, dan kerja sama dengan orang lain dalam bekerja.

Pada dasarnya manajemen kinerja bertujuan untuk menciptakan lingkungan dimana orang dapat melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka sehingga menghasilkan pekerjaan dengan kualitas terbaik secara efektif dan efisien.

Tujuan manajemen kinerja dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Tujuan Strategik: kesesuaian hubungan antara kegiatan pegawai (individu) dengan tujuan organisasi.
  2. Tujuan Administrative: berhubungan dengan evaluasi kerja untuk keperluan keputusan administrative, pengkajian, promosi, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain.
  3. Tujuan Pengembangan: untuk melakukan pengembangan kapasitas pegawai yang berpotensi di bidang kerjanya, memberikan pelatihan bagi pegawai yang kinerjanya kurang baik, serta penempatan pegawai pada posisi yang tepat.

Dari ketiga tujuan tersebut, dapat kita katakan bahwa manajemen kinerja juga bertujuan untuk mengelola berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi baik itu faktor sumber daya manusia, lingkungan kerja, kepercayaan dan motivasi individu, kepemimpinan transformasional bahkan budaya organisasi. Pada era revolusi industry 4.0 ini, perkembangan teknologi juga akan memberikan gambaran positif atau nilai tambah dari berbagai faktor tadi. Adapun penjelasan terkait kunci mencapai kinerja organisasi yang baik di era revolusi industry 4.0 terhadap berbagai faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Faktor sumber daya manusia
    Pada era revolusi industry 4.0 saat ini, organisasi harus mampu untuk meningkatkan capaian kinerja perusahaan dengan adanya peningkatan atau pengembangan pada sektor Sumber daya Manusia dengan cara memberikan pelatihan terkait penggunaan teknologi dan organisasi harus mampu merekrut karyawan baru yang lebih kompeten tentang teknologi. Permasalahannya adalah jumlah karyawan yang berkompeten dibidangnya dan menguasai teknologi tidak banyak, sehingga hal inilah yang harus diperhatikan organisasi jika ingin melakukan lompatan besar di era industri 4.0 karena manajemen kinerja yang kurang optimal dapat disebabkan oleh faktor sumber daya manusia yang kurang berkualitas, seperti misalnya tingkat pendidikan, keterampilan, atau kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  2. Lingkungan kerja
    Faktor lingkungan kerja yang mendukung, seperti dalam ketersediaan sarana dan prasarana yang layak seperti komputer yang berfungsi dengan baik dan internet yang cepat, bisa menjadi faktor pendukung keberhasilan penerapan manajemen kinerja organisasi di era revolusi industry 4.0 sehingga kinerja organisasi dapat tercapai sesuai dengan targetnya. Penyediaan akan sarana dan prasarana yang mendukung tersebarnya jaringan internet ini terkadang menemui kendala. Hal ini dikarenakan lokasi/wilayah kerja anak perusahaan/organisasi yang berada jauh dari perkotaan atau sedang di lapangan. Contohnya: Polisi Kehutanan yang bertugas menjaga kawasan hutan terkadang sulit memberikan informasi terkini dengan cepat dikarenakan tidak adanya sinyal di dalam hutan. Perlu ada peran pemerintah dalam hal pemerataan jaringan internet ini.
  3. Kepercayaan dan motivasi individu
    Kepercayaan menumbuhkan kejujuran, kebajikan dan kompetensi, bahwa dalam membangun kinerja organisasi, diperlukan kepercayaan dari karyawan, sehingga menjadi satu kesatuan motivasi yang akan menumbuhkan atau membuat kinerja individu menjadi kinerja organisasi. Kepercayaan dan motivasi individu ini merupakan bentuk kepekaan dan kesadaran individu terhadap kinerja organisasinya. Keterkaitan kepercayaan dengan motivasi karyawan agar bekerja dengan segala daya dan upayanya adalah karena adanya rasa nyaman dan rasa percaya terhadap organisasi/perusahaan tersebut. Motivasi merupakan suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke suatu tujuan tertentu, melalui kondisi kerja, perencanaan kerja, instruksi kerja, pengawasan dan penghargaan. Di era revolusi industry 4.0 ini, kepercayaan dalam hal penggunaan perkembangan teknologi dalam bekerja, akan memotivasi individu untuk bekerja maksimal bagi organisasi dengan memanfaatkan atau menggunakan teknologi informasi atau sistem yang ada.
  4. Kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi
    Kepemimpinan Tranformasional merupakan gaya kepemimpinan yang memotivasi karyawan untuk melakukan pekerjaan atau tugasnya dengan lebih baik dari apa yang bawahan inginkan dan bahkan lebih tinggi dari apa yang sudah diperkirakan sebelumnya. Kepemimpinan transformasional menciptakan rasa nyaman dalam bekerja, dan tentu saja akan berakibat baik kepada kinerja karyawan dan organisasi. Kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh terhadap kinerja organisasi artinya semakin baik kepemimpinan transformasional dijalankan maka akan semakin meningkatkan kinerja organisasi. Begitupula dengan budaya organisasi yang telah menerapkan sistem infrormasi, budaya organisasi tersebut terbukti berpengaruh terhadap kinerja organisasi artinya semakin baik budaya organisasi pada sistem informasi itu diterapkan akan semakin dapat meningkatkan kinerja organisasi. Di era revolusi industry 4.0 ini, peran kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi sangat erat dengan keberhasilan kinerja organisasinya. Dengan pola kerja saat ini yang berbasis perkembangan teknologi, system, dan akses internet, maka suatu organisasi harus adaptif dan terus berinovasi guna menjaga kelangsungan organisasi dan meningkatkan kinerja organisasi.

Penulis adalah Mahasiswa dan Dosen Magister Ilmu Manajemen FEB USU

  • Bagikan