Waspada
Waspada » Kuliah Tatap Muka Harus Patuhi Prokes Covid-19
Pendidikan

Kuliah Tatap Muka Harus Patuhi Prokes Covid-19

JAKARTA (Waspada): Perguruan tinggi yang hendak melakukan pembelajaran tatap muka atau di luar jaringan (luring) harus tetap fokus pada kesehatan dan keselamatan warga kampus.

“Pembelajaran sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara daring dan luring. Untuk luring pun, ketentuannya harus memerhatikan aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan panduan SKB 4 Menteri,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemendikbud), Nizam, dalam temu media secara daring, Rabu (2/12).

Hal yang sama ditekankan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto. Bersama Dirjen Dikti, dia menyatakan akan siap membuat Surat Edaran (SE) terkait pembelajaran luring di Politeknik dan akademi vokasi lainnya.

“Khusus untuk pendidikan vokasi, karena ada ketentuan praktek kerja di industri, maka harus ada kesepakatan terlebih dahulu dengan pihak industri tentang bagaimana pencegahan dan penanganan Covid-19 selama proses magang,” kata Wikan.

Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/093/2020, dan Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pademi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi dasar dijalankannya kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi dengan tatap muka di semester mendatang. Hal tersebut diperkuat dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021.

Ada 7 poin utama yang harus diperhatikan perguruan tinggi yang akan melaksanakan tatap muka.

Pertama, melaporkan pembelajaran pada satuan tugas penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

Kedua, seluruh warga kampus dipastikan dalam kondisi sehat yang dibuktikan dengan hasil tes swab sesuai ketentuan. Bagi mahasiswa dari luar daerah, harus melakukan karantina terlebih dahulu selama 14 hari.

Bagi mahasiswa atau dosen dengan kormobit atau penyakit penyerta maka diharuskan mampu mengontrol penyakitnya itu.

Ketiga, untuk mahasiswa berusia di bawah 21 tahun, harus atas ijin kedua orang tua.

Keempat, mahasiswa yang ingin belajar daring harus diperbolehkan. Karena belajar tatap muka ini bukan keharusan, melainkan pilihan.

Kelima, harus ada ubah laku di lingkungan kampus dengan pembiasaan 3M. Fasilitas cuci tangan dan sanitasi harus diperhatikan. Fasiilitasnya termasuk pengukuran suhu saat memasuki gerbang kampus.

Selanjutnya, tidak dibolehkan ada kegiatan dalam kampus selain pembelajaran. Mahasiswa juga diminta untuk tidak berkumpul dan berkerumun di dalam kampus di luar jam belajar.

Untuk fasilitas ruang belajarpun harus diperhatikan. Ruangan belajar sebaiknya berventilasi dan tidak boleh terlalu penuh. Mahasiwa bisa melakukan belajar daring dan luring dalam satu waktu mata kuliah.

Berkaitan dengan Surat Edaran yang ada, Rektor IPB Arif Satria yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia mengatakan memang segala sesuatunya perlu pula dikonsultasikan dengan pemerintah daerah karena situasi yang berbeda-beda di setiap wilayah dan keselamatan adalah prinsip nomor satu.

“Koordinasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memang sangat dibutuhkan, agar protokol kesehatan di setiap kampus dapat berjalan dengan baik, serta diharapkan para mahasiswa dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar tentang bagaimana menjalankan protokol kesehatan yang baik,” ujar Arif.

Jamal Wiwoho selaku Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI) menyampaikan apresiasi atas dikeluarkannya SE Nomor 6 Tahun 2020.

Menurut Jamal, sejatinya MRPTNI sudah merancang untuk mencoba dan menginisiasi untuk melakukan pembelajaran secara luring pada masa Akademik 2020/2021 yang tetap memerhatikan protokol kesehatan dengan batas maksimal ruangan 50 persen. Kemudian tidak semua mahasiswa akan masuk, akan tetapi akan dipilih mahasiswa dengan semester tertentu.

Dia berharap para pimpinan perguruan tinggi dapat mematuhi dan melaksanakan ketentuan yang tertulis dalam surat edaran tersebut dengan baik, demi terselenggaranya proses pembelajaran yang aman dan lancar bagi semua pihak, serta dapat membantu dalam memutus rantai penularan Covid-19.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2