Waspada
Waspada » Komunitas Pelajar dan Kaum Ibu Dukung Merdeka Belajar
Pendidikan

Komunitas Pelajar dan Kaum Ibu Dukung Merdeka Belajar

JAKARTA (Waspada): Sidina Community dan Pemuda Pelajar Merdeka hari ini mencanangkan Gerakan Pelajar dan Ibu Penggerak Merdeka Belajar melalui sesi webinar, Rabu (28/4). Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka dan Sidina Community merupakan komunitas beranggotakan mahasiswa dan ibu-ibu orang tua pelajar yang dibentuk sebagai wadah untuk mendukung upaya perbaikan pendidikan Indonesia dan juga mendukung program-program di bawah payung Merdeka Belajar yang dilakukan oleh Kemendikbud.

Koordinator Komunitas Sidina Merdeka Belajar, Susi Sukaesih mengatakan bahwa Komunitas Sidina Merdeka Belajar mempunyai visi mewujudkan ibu dan guru pembelajar untuk menghasilkan generasi penerus yang lincah dan tangguh. Oleh karena itu, Komunitas Sidina Merdeka Belajar peduli dan mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Rizal Maulana, selaku Koordinator Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka mengutarakan bahwa komunitas Pemuda Pelajar Merdeka lahir karena dorongan teman-teman untuk bisa meneruskan semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan kemerdekaan dalam belajar. Komunitas ini memiliki sinergitas dengan berbagai pihak, seperti organisasi intra kampus, organisasi ekstra kampus, Perhimpunan Pelajar Indonesia, Organisasi Mahasiswa Daerah, Karang Taruna, hingga Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan kebanggaannya atas pencanangan Gerakan Pelajar dan Ibu Penggerak Merdeka Belajar,

“Sewaktu mendengar bahwa ada inisiatif di kalangan mahasiswa dan ibu-ibu orang tua untuk berkumpul dalam komunitas penggerak Merdeka Belajar, kami pun menjadi semakin semangat dan optimistis,” ujar Nadiem.

Nadiem lebih lanjut menjelaskan bahwa masih banyak persoalan pendidikan yang perlu ditangani saat ini, sehingga diperlukan pergerakan yang cepat. Terobosan Merdeka Belajar yang sudah memasuki sepuluh episode akan terus dilanjutkan dan episode selanjutnya sudah disiapkan untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Untuk itu dukungan dari berbagai pihak tentunya diperlukan untuk memperbaiki sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Mari bergerak serentak, mari jadikan pendidikan sebagai tanggung jawab kita semua, mari kedepankan Merdeka Belajar, demi Indonesia Emas yang siap berprestasi di panggung dunia,” tutup Mendikbud.

Komunitas Sidina Merdeka Belajar sendiri berdiri sejak Agustus 2020 atas inisiatif Sidina Indonesia dan PKBM Itaco yang ingin bersama-sama perempuan lainnya membuat wadah sebagai sarana belajar berbagai hal seperti bisnis, parenting, keuangan, dan lainnya, serta saling menguatkan di masa pandemi. Banyak pelatihan daring yang telah dilakukan seperti tentang perencanaan usaha, perencanaan keuangan, kesehatan mental, kurikulum, creative thinking, dan masih banyak lagi.

“Untuk mendukung program merdeka belajar, kami memberikan pelatihan gratis daring/luring bidang bisnis/keuangan, parenting, self improvement dan lainnya. Para ibu akan saling terhubung satu sama lain sehingga bisa memperluas jaringan baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Susi.

Sementara itu Rizal Maulana, selaku Koordinator Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka mengatakan, sebagai generasi muda, pemuda adalah tulang punggung negara yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan para pahlawan dan para pemimpin bangsa untuk mewujudkan SDM unggul dan Indonesia Maju.

Adapun tujuan dari komunitas ini adalah mendukung program pendidikan nasional terutama Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan lebih banyak berpartisipasi, terwujudnya sinergi dan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dengan masyarakat, serta membuat kompetisi yang bisa mendorong daya saing mahasiswa untuk terus berkarya dan berpartisipasi.

“Kami berharap dengan adanya komunitas ini dapat memberikan angin segar dalam membantu menjadi penggerak merdeka belajar diseluruh pelosok tanah air, meniciptkan ruang-ruang pengabdian kepada pelajar/mahasiswa untuk memotivasi para siswa maupun orang tua untuk optimis menatap masa depan yang cerah melalui pendidikan,” pungkas Rizal.

*Pelajar dan Orang Tua Sebagai Kunci Perubahan Pendidikan*

Artis sekaligus Founder Parenthink, Mona Ratuliu yang hadir pada sesi talkshow mengutarakan kegembiraannya atas istilah Ibu Penggerak. Menurutnya, Ibu Penggerak merupakan wadah bagi sesama Ibu untuk saling berbagai hal positif. “Dulu tuh rasanya malu gitu untuk berbagi, takut dikira sok tau, apa lagi kita bukan dari psikolog contohnya. Tapi sekarang ada wadah dengan istilah Ibu Penggerak.” kata Mona.

Mona juga membagikan pengalamannya tentang mendampingi sang anak disaat pembelajaran di masa pandemi saat ini. Mona meyakini dan menerapkan bahwa orang tua adalah sekolah utama bagi sang anak. Tempat belajar sang anak tidak hanya didapat dari sekolah, melainkan juga dari rumah. Saat pandemi, orang tua juga perlu memahami bagaimana cara memberikan kenyamanan pembelajaran bagi sang anak saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) sehingga sang anak tidak tertinggal pembelajarannya.

“Tugas orang tua supaya anak-anak semangat terus belajar, agar mereka tahu bahwa sepanjang hidup ini adalah belajar. Yang terpenting lainnya adalah memberi tau bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan,” lanjut Mona.

Hal lainnya yang menurut Mona penting untuk para orang tua adalah diskusi cita-cita bersama sang anak, berdiskusi tentang apa yang diinginkan sang anak kedepannya menurut Mona dapat memengaruhi semangat sang anak dalam belajar. “Dengan berdiskusi tentang cita-cita sang anak, membuat mereka lebih semangat belajar, dan belajar pun jadi lebih menyenangkan karena mereka tahu apa yang dipelajari memiliki manfaat untuk meraih keinginannya,” kata Mona.

Yogie Sani, selaku Wakil Ketua BEM UI dan Penerima Bidikmisi mengatakan bahwa Peran mahasiswa juga sangat berpengaruh dalam dampak memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu langkah konkrit menurut Yogi adalah adanya program pengabdian masyarakat. “Dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat, kita bisa langsung turun lapangan dan dekat dengan masyarakat, serta mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Yogi.

Menceritakan pengalaman diterima oleh salah satu universitas terbaik di Indonesia, Yogi mengungkapkan bahwa dirinya saat pendaftaran masuk kuliah juga memiliki rasa bingung dan galau saat akan memilih jurusan dan universitas. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan bagi para teman-teman yang ingin mendaftarkan diri ke jenjang kuliah adalah mengetahu minat diri sendiri, mengetahui hobi kita sendiri, dan mengetahui bakat yang kita miliki.

“Intinya adalah kita harus percaya diri terhadap apa yang kita impikan, dan berpikir positif tentang apa yang kita inginkan. Hukum hidup itu yang perlu dipahami adalah hukum kepercayaan, semakin kita percaya akan diri kita, semakin kita mendekati bahwasanya apa yang kita inginkan itu akan tercapai,” pungkas Yogi. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2