Waspada
Waspada » Kini, UT Jadi Kampus Milenial
Pendidikan

Kini, UT Jadi Kampus Milenial

Rektor UT, Prof Ojat Darojat (tengah) didampingi dua dekan UT.

TANGERANG SELATAN (Waspada): Sebutan kampus pekerja rasanya sudah tidak tepat lagi disematkan pada Universitas Terbuka (UT). Sebabnya, saat ini mahasiswa UT sudah didominasi milenial, alias mereka yang berusia di bawah 25 tahun.

 

“Sebagian besar masuk UT sejak mereka lulus SMU. Jadi kini UT sudah dipenuhi dengan mahasiswa berusia muda,” kata Rektor UT, Prof Ojat Darojat M.Bus, Ph.D, saat temu media usai pembukaan Diskusi, Pekan Olah Raga dan Seni (Disporseni) UT, Selasa (18/8).

UT, lanjut Ojat, memang terus mengarahkan capaian mahasiswa yang berasal dari lulusan SMU dan sederajat. Berbagai sosialisasi dan kampanye untuk menarik minat anak-anak milenial untuk kuliah di UT, terus digalakkan selama beberapa tahun belakangan ini.

“Alhasil, kini mahasiswa UT sebagian besar adalah lulusan SMU. Sudah mencapai 70 persen dari jumlah mahasiswa saat ini yang lebih dari 320 ribu orang,” imbuh Ojat.

UT menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Sistem belajar ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.

Kondisi ini tentunya sangat relevan di tengah kondisi pandemi Covid-19, dimana pembelajaran sebagian besar dilakukan lewat teknologi komunikasi. UT yang telah memiliki Lerning Manajemen System (LMS), tentu saja menjadi kampus yang sangat mumpuni dalam menggapai pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

“Hal ini dimungkinkan menjadi daya tarik utama bagi para milenial. Mereka sudah semakin menyadari kalau kuliah PJJ itu sesungguhnya sangat bermanfaat. Kesibukan lain tetap jalan, kuliah juga jalan,” ujar Ojat.

Di ajang Disporseni 2020 ini, UT juga menunjukkan keberpihakannya pada kaum milenial dengan memasukkan mata lomba mobile legend di 16 cabang perlombaan.

“Permainan ini memang sangat populer di kalangan anak muda. Karena kini mahasiswa UT banyak yang berusia muda, maka perlombaan ini sangat diminati,” ujar Ojat.

Panitia Disporseni UT mencatat ada sedikitnya 359 orang peserta lomba mobile legend dalam pekan olah raga UT tahun ini yang dijalankan secara daring. Total keseluruhan peserta Disporseni mencapai 1.602 orang.

Disporseni menjadi bagian dari kiprah UT untuk mengapresiasi dan mengembangkan minat serta potensi mahasiswa di bidang seni dan olah raga. (J02).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2