Kerja Sama Majukan Pendidikan Vokasi, Perusahaan Dapat Potongan Pajak 200 Persen - Waspada

Kerja Sama Majukan Pendidikan Vokasi, Perusahaan Dapat Potongan Pajak 200 Persen

  • Bagikan
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto saat jumpa pers perjanjian kerja sama dengan PT Kawan Lama, Senin (3/5)

JAKARTA (Waspada): Kebijakan Super Tax Deduction yang tertera dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128 Tahun 2019 memberikan insentif dalam bentuk pemotongan pajak hingga 200 persen kepada industri yang mendukung pengembangan vokasi melalui praktik kerja, pemagangan, dan pembelajaran. Hal ini ditetapkan sebagai insentif bagi dunia usaha yang berupaya memajukan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan vokasi.

“Saya berharap momentum ini dapat lebih mendorong partisipasi industri yang lain untuk dapat hadir di seluruh satuan pendidikan vokasi guna memberikan dukungan peningkatan kualitas peserta didik vokasi,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto pada penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan PT Kawan Lama Sejahtera di Kantor Kemendikbud Jakarta, Senin (3/5).
 
Pada kesempatan itu, Wikan turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PT Kawan Lama Sejahtera yang senantiasa memberikan dukungan pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai kegiatan.
 
“Saya yakin dengan berbagai upaya yang sudah diprogramkan melalui kerja sama ini dan dukungan dari seluruh pihak, kualitas pendidikan Indonesia akan semakin meningkat dan tentunya akan menambah daya saing bangsa Indonesia dalam hal menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan maju,” terangnya.

Dikatakannya, selalu mengingatkan agar satuan pendidikan selalu mengoptimalkan jalinan kerja sama dengan industri guna terjadinya “link and match” sehingga lulusan pendidikan vokasi dapat menjawab tantangan yang ada di dunia industri,” jelas Wikan.
 
Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan swasta sehingga semakin banyak keterlibatan swasta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya lulusan pendidikan vokasi yang terserap oleh dunia industri.
 
“Penandatanganan kerja sama ini tidak sekadar tanda tangan, foto-foto, terus masuk koran saja, tetapi sampai membuat program-program link and match yang sangat erat. Hal itu akan menghasilkan semakin banyak lulusan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri karena memendekkan jarak vokasi dan industri melalui pemagangan yang dirancang bersama,” lanjut Wikan.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Ahmad Saufi menjelaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak. Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah, tetapi orang tua murid, masyarakat, dan kalangan dunia usaha dan industri sesuai kewenangan dan peran masing masing.
 
“Kami selalu menyambut baik apabila ada pihak DUDI yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Kemitraan strategis pendidikan vokasi dengan dunia industri menjadi fokus utama  untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia,” tutur Saufi.
 
Adapun ruang lingkup pelaksanaan kerja sama ini mencakup peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik; penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari DUDI di satuan pendidikan vokasi; pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana; fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik;fasilitasi pelaksanaan praktik kerja lapangan dan/atau magang;fasilitasi rekrutmen lulusan pendidikan vokasi, serta fasilitasi pemberian beasiswa.
 
Saufi menambahkan, PT Kawan Lama Sejahtera telah banyak memberikan dukungan bagi pengembangan pendidikan vokasi, antara lain melalui dukungan terhadap kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2019 meliputi bidang teknik pemesinan, teknik metrologi/pengukuran, teknik pengelasan (welding), dan teknik otomotif. Kemudian, mendukung LKS SMK tahun 2020 yang dilaksanakan secara daring, menyediakan tempat praktik kerja lapangan bagi peserta didik SMK, dan rekrutmen karyawan dari lulusan SMK.
 
“Harapan kami melalui penandatanganan perjanjian kerja sama ini akan menjadi payung yang efektif dalam memperluas jalinan kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan seluruh jaringan anak usaha PT Kawan Lama yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkas Saufi.
 
Menanggapi pernyataan Saufi, Direktur Utama PT Kawan Lama Sejahtera Agustina Iftariani menggarisbawahi bahwa bentuk dukungan yang diberikan merupakan jawaban atas panggilan untuk memberikan dukungan konkret dalam pengembangan pendidikan vokasi. PT Kawan Lama Sejahtera selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung link and match antara pendidikan vokasi dengan DUDI.
 
“Perjanjian kerja sama ini akan dilanjutkan dengan langkah konkret melalui kerja sama Kawan Lama Group, baik di tingkat kementerian, dinas maupun sekolah/politeknik. Harapannya, dapat terbangun ekosistem yang saling mendukung antara dunia pendidikan dan dunia industri,” tutur Agustina.
 
Albert Primusanto, selaku Direktur PT Kawan Lama Sejahtera juga mengungkapkan bahwa dalam dunia industri, PT Kawan Lama Sejahtera terbantu jika dapat bergerak dari hulunya sehingga mempunyai bahasa yang sama, bagaimana memperoleh peralatan yang benar dan bagaimana standar peralatan yang baik sesuai dengan standar internasional.
 
“Jadi, ini bukan hanya sekadar kami ingin menyumbang, tetapi kami juga berkepentingan untuk mendapatkan lulusan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan,” tegas Albert.
 
Pada akhir acara, PT Kawan Lama Sejahtera melalui program Corporate Social Responsibility secara simbolis menyerahkan 1.000 unit alat penyaring udara High Pressure Cleaner bagi satuan pendidikan untuk mendukung pembelajaran tatap muka. Donasi tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran tatap muka terbatas yang akan segera diimplementasikan sejalan dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.(J02)
 

  • Bagikan