Kerja Sama Dengan Vokasi, Mendikbud: Industri Dihadiahi Insentif Pajak - Waspada

Kerja Sama Dengan Vokasi, Mendikbud: Industri Dihadiahi Insentif Pajak

  • Bagikan
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

JAKARTA (Waspada): Saat ini, peran industri dalam kemajuan dunia pendidikan vokasi di Indonesia menjadi sentral. Karena itu, pemerintah siap memberikan insentif khusus berupa keringanan pajak sampai 3 kali lipat (super tax deduction) bagi industri yang serius bermitra dengan pendidikan vokasi, baik itu dengan SMK maupun kampus vokasi dan politeknik

“Lewat insentif pajak, diharapkan makin banyak industri yang tertarik untuk membantu pendidikan vokasi dalam mengembangkan program link and match,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam webinar bertajuk ‘Apresiasi Pendidikan Vokasi kepada Dunia Usaha dan Dunia Industri’ secara virtual, Senin (21/12).

Program link and match dilakukan mulai dari penyusunan kurikulum dan sertifikasi kompetensi sesuai dengan standar dunia kerja dunia industri (DUDI), pemenuhan tenaga pendidik dari industri serta memperkuat riset terapan berbasis kebutuhan nyata.

Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, konsep link and match telah lama digaungkan, bahkan sejak era Menteri Pendidikan Wardiman Djojonegoro di era ’90-an.

Konsep link and match berujung pada terciptanya lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Jangan sampai lulusan vokasi itu nantinya dikomplain terus oleh dunia industri karena ketidakcocokan antara apa yang diajarkan dan apa yang dibutuhkan,” ujar Wikan.

Wikan meminta pada pengelola pendidikan vokasi untuk memahami yang diinginkan industri.

Selain itu, Wikan mengingatkan, kompetensi yang dihasilkan lulusan vokasi harus mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang melompat-lompat menuju masa depan. Karena itu, kurikulum harus dibuat lebih fleksibel agar lulusan mampu adaptif terhadap perubahan.

“Pendidikan vokasi juga harus mampu menciptakan wirausaha muda atau perusahaan pemula yang hebat. Kurikulum kita harus diperkuat pada aspek entrepreneurship,”tandasnya. (J02)

  • Bagikan