Waspada
Waspada » Kepemimpinan Dan Keteladanan Kunci Bangkit Dari Pandemi Covid-19
Pendidikan

Kepemimpinan Dan Keteladanan Kunci Bangkit Dari Pandemi Covid-19

JAKARTA (Waspada): Keteladan dan kepemimpinan menjadi kunci keberhasilan bangsa dalam menghadapi tantangan multidimensional, termasuk upaya untuk bangkit dan pulih dari dampak pandemi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makariem mengakui, tidak mudah untuk mengemban amanah yang lebih besar ketika kita semua sedang dihadapkan dengan tantangan multidimensional.

”Tapi, saya yakin, dengan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini, serta kepemimpinan dan keteladanan Bapak dan Ibu, masyarakat dapat terbantu agar segera bangkit dan pulih dari dampak pandemi,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, saat penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan XV, Senin (16/11).

Mendikbud berharap, ilmu yang didapatkan peserta selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan terobosan-terobosan dan lompatan-lompatan kemajuan untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbud, Ainun Na`im juga berharap pelatihan ini dapat membentuk sosok pemimpin yang inspiratif, adaptif, dan kreatif, sehingga dapat menjadi pemimpin yang unggul di bidangnya.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II telah diselenggarakan tanggal 28 Juli sampai 14 November 2020. Kegiatan digelar Pusdiklat Pegawai, Kemendikbud didampingi Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan mengusung tema ”Membangun Kepemimpinan Strategis untuk Menghasilkan Pendidikan Berkualitas dan Sumber Daya Manusia Unggul”.

Kepala LAN, Adi Suryanto mengapresiasi mengapresiasi Pusdiklat Kemendikbud dan para pimpinan instansi kementerian yang tetap menyelenggarakan kegiatan ini meski di tengah pandemi Covid-19.

”Ini adalah ceminan proses pembelajaran kolaboratif yang dilakukan dengan metode baru,” ujarnya.

Salah satu peserta PKN, Agam Bayu Suryanto menyatakan bahwa dirinya tidak menyangka mampu melaksanakan proses pembelajaran selama empat bulan dengan metode daring.

”Biasanya berlangsung tatap muka, sekarang kita bisa melakukannya dengan optimal secara daring,” ujarnya.

Peserta PKN tahun ini terdiri dari 51 orang berasal dari Kemendikbud, tiga orang dari dinas pendidikan, satu orang dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, dan lima orang dari Kepolisian Republik Indonesia. Para peserta merupakan pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator yang telah dinyatakan lulus seleksi.

Sebagai rangkaian kegiatan, peserta PKN Tingkat II Angkatan XV telah melakukan visitasi secara virtual ke beberapa tempat, yaitu Universitas Kebangsaan Malaysia, Beijing University of Chemical Technology, Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Walikota Semarang serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pondok Pesantren Modern Gontor.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2