Waspada
Waspada » Kemendikbud Stimuli Pelaku Industri Perbukuan Nasional
Pendidikan

Kemendikbud Stimuli Pelaku Industri Perbukuan Nasional

JAKARTA (Waspada): Industri perbukuan nasional menjadi salah satu yang paling terpuruk di era pandemi Covid-19 ini. Daya beli masyarakat yang terus merosot memberi efek yang sangat berat kepada penerbit. Mulai dari menurunnya omset penjualan, penutupan berbagai toko buku di berbagai lokasi, hingga pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan.

Padahal, industri perbukuan sangat penting untuk menunjang operasional pendidikan di satuan pendidikan dan masyarakat.

Besarnya jumlah pasar perbukuan yang diperkirakan mencapai 13,4 triliun rupiah pertahun. Angka tersebut termasuk penerbitan dan distribusi buku cetak dan buku digital, di sekolah maupun rumah/masyarakat, baik bidang pendidikan maupun umum. Selain itu, bidang ini juga telah menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang, termasuk para pelaku perbukuan seperti penulis, editor, dan layouter serta badan usaha penerbitan.

Menyikapi kondisi itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud memberikan penguatan kepada 329 pelaku perbukuan individu yang terdiri dari editor, penulis, dan layouter serta 137 penerbit yang tergolong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari 18 provinsi di Indonesia.

Penguatan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan sertifikasi editor, penulis dan layouter serta fasilitasi akreditasi bagi penerbit yang tergolong UMKM. Kegiatan ini diselenggarakan dalam jaringan (daring) dan bertahap di mana batch 1 telah dilaksanakan mulai Senin, 5 Oktober 2020 lalu.

Sertifikasi dilaksanakan bersama sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang relevan, sedangkan untuk akreditasi akan dilaksanakan bersama asosiasi penerbit seperti Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI).

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbud, Maman Fathurrohman menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah kepada para pelaku perbukuan selama pandemi COVID-19.

Maman berharap pada masa yang akan datang, peserta kegiatan dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi menyediakan berbagai regulasi serta produk inovatif buku cetak dan digital untuk para pelajar di satuan pendidikan maupun umum di masyarakat.

Semoga ekosistem perbukuan yang sehat dan bermutu dapat terwujud, serta industri perbukuan dapat menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang untuk berkarya dan mengaktualisasikan diri pada masa yang akan datang,” tegas Maman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10).

Ketua Panitia sertifikasi, Singgih Prajoga melaporkan bahwa dari tujuh kelompok pelaku perbukuan individu, baru ada tiga kelompok yaitu editor, penulis dan layouter yang sudah tersedia Lembaga Sertifikasi Profesi-nya. Untuk itu, Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan mendorong berdirinya berbagai LSP untuk memperkuat kelompok pelaku perbukuan lain pada masa yang akan datang.(J02)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2