Waspada
Waspada » Kemendikbud Siap Fasilitasi Pembangunan SMK di Kawasan Industri
Pendidikan

Kemendikbud Siap Fasilitasi Pembangunan SMK di Kawasan Industri

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto saat berkunjung ke SMK Mitra Industri MM 2100, Cikarang Barat, Jawa Barat, Rabu (12/8).

BEKASI (Waspada ): Bak gayung bersambut, program pemerintah untuk meningkatkan kerja sama yang erat antara pendidikan vokasi dengan dunia industri, terus menuai dukungan. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto saat mengunjungi SMK Mitra Industri MM 2100 di Kawasan Industri Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/8) mengaku telah mendapat saran dari dunia industri untuk membuat SMK di kawasan industri.

“Kami disarankan untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan pihak terkait lainnya untuk bekerja sama membuat SMK di kawasan industri seperti SMK Mitra Industri MM2100 ini. Kami sangat senang dan siap melaksanakan saran itu,” kata Wikan.

Saat ini kawasan industri di seluruh Indonesia ada 98. Dari jumlah itu baru 2, yakni di Kawasan Industri Cikarang dan Delta Mas yang punya SMK Mitra Industri.

“Bayangkan kalau 96 kawasan industri lainnya itu punya SMK mitra, ditambah 10 SMK binaan di sekitarnya, setidaknya ada 1.000 SMK yang sama-sama maju dan kualitas lulusannya memenuhi keinginan industri,” kata Wikan, semangat.

Wikan sendiri mengaku optimistis kalau SMK di kawasan industri dapat terwujud, mengingat ada keinginan kuat dari pihak industri untuk terus menyerap lulusan SMK.

“Industri justeru sangat membutuhkan lulusan SMK yang memang diciptakan siap bekerja. Yang harus dibenahi dari itu semua adalah ‘mengawinkan’ keinginan bersama antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Inilah yang selalu saya sebut sebagai pernikahan vokasi dan industri dan dunia kerja,” tandas Wikan.

Wikan menyebut, ibarat orang menikah, kedua belah pihak harus saling mengerti dan memahami apa keinginan masing-masing. Dalam kaitan ini, Kemendikbud telah memberi keleluasaan bagi industri untuk terjun langsung menyusun kurikulum yang sesuai kebutuhan.

“Kurikulum sesuai kebutuhan industri itu apa? Soft skill? Maka mari kita titik beratkan kurikulumnya di situ. Sampai seperti itu,” tandas Wikan.

Mengenai hal itu, Kepala Sekolah SMK Mitra Industri MM2100, Lis Piyatmini sangat setuju. Dia mengatakan, sekolahnya sangat membutuhkan siswa yang punya minat besar (passion) pada masing-masing keahlian. Di SMK yang dipimpinnya, wanita yang menduduki jabatan penting di PT Jotun Indonesia itu, pendidikan soft skill adalah benang merahnya. Kekuatan karakter yang kelak memunculkan etos kerja, adalah keinginan kuat dunia industri pada lulusan SMK.

“Di sini yang dibentuk itu karakter siswa. Kejujuran, etos kerja, sopan santun, profesional dan nilai-nilai integritas lainnya adalah utama. Dan memupuk ini butuh waktu lama. Keahlian kasar, bisa diajarkan sebentar saja,” kata Lis Piyatmini.

Karena itu, Lis menyambut baik keinginan pemerintah meningkatkan fasilitasi supaya jumlah SMK di kawasan industri terus bertambah. Simbiosis mutualisma antara dunia pendidikan dan keterserapan tenaga kerja dapat terjalin dari adanya link and match atau pernikahan masal vokasi dan industri.

SMK Mitra Industri MM 2100 Bekasi mulai beroperasi sejak tahun 2012. Sejak saat itu, sedikitnya 500 sampai 800 siswa yang lulus dari SMK ini, menjadi incaran industri di sekitarnya.

Sekolah kelompok industri yang menampung seribuan lebih siswa ini punya 8 jurusan yakni Teknik Sepeda Motor, Teknik Elektronika Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Akomodasi Perhotelan, Akuntansi dan Teknik Jaringan dan Komputer.

“Kami juga punya sejumlah sekolah binaan di sekitar kawasan. Dan kualitas siswa serta metode pengajarannya tidak kalah bagus dari kami di sini,” ungkap Lis.

Di Kawasan Industri Cikarang dan Delta Mas sendiri ada puluhan industri yang rutin mencari pegawai dari lulusan SMK Mitra Industri MM 2100 dan Delta Mas.

SMK Mitra Mandiri, lanjut Lis, memang punya misi menghadirkan siswa sesuai dengan kebutuhan industri dan berjiwa wirausaha. Didukung oleh perusahaan di Kawasan Industri MM 2100, sekolah ini bertekad menjadikan lulusannya langsung bisa diserap oleh dunia usaha dan industri. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2