Waspada
Waspada » Kemendikbud Pangkas Tahapan Sertifikasi Dosen
Pendidikan

Kemendikbud Pangkas Tahapan Sertifikasi Dosen

Dirjen Dikti Kemendikbudristek Prof Nizam

AMBON (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memangkas tahapan sertifikasi dosen dari lima tahap menjadi tiga tahap saja.

Tahap satu, penyusunan portofolio lalu penetapan calon sebagai DES; tahap dua penilaian  persepsional dan pengajuan eksternal, serta tahap terakhir penilaian oleh tim assessor, penentuan kelulusan dan pemberian sertifikat.

Aturan baru juga diberlakukan bagi Beban Kerja Dosen (BKD). Dalam tata kelolanya, BKD dikemas dalam sistem sumber daya terintegrasi. Dengan demikian, beberapa kegiatan administrasi diotomatisasikan melalui sistem ini, sehingga aktivitas BKD akan fokus kepada tridarma perguruan tinggi.

Keduanya, baik sertifikasi dosen maupun BKD, akan selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Sertifikasi Pendidik untuk Dosen dan Beban Kerja Dosen (BKD) Tahun 2021 untuk Wilayah Indonesia Timur di Universitas Pattimura, Kamis (8/4). Sosialisasi dihadiri Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti M. Sofwan Effendi dan Rektor Universitas Pattimura Marthinus Johanes Saptenno.

Dirjen Dikti, Nizam mengatakan, ketentuan itu diharapkan dapat meningkatkan kinerja perguruan tinggi dan seluruh sivitas akademika, dalam menggali potensi sumber daya yang ada di masing-masing wilayah.

Dia menyebut wilayah Indonesia bagian timur adalah masa depan dimana banyak sekali sumber daya di kawasan ini yang dapat dijadikan sebagai sumber mata air untuk memajukan wilayah Indonesia, khususnya bagian timur.

“Lautan kepulauan Maluku hampir 30 persen luasnya yang merupakan sumber daya yang sangat luar biasa sekali. Tetapi di lain sisi banyak juga masyarakat pelosok yang jauh dari kata sejahtera. Dimana hal tersebut menjadi tugas besar bagi perguruan tinggi untuk bisa menjadi mata air atau sumber bagi masyarakat untuk tercerahkan, tercerdaskan dan meningkatkan kesejahteraannya melalui keterampilan, maupun pendidikan yang bisa dilakukan pendidikan tinggi sebagai tulang punggung bangsa untuk kemajuan ke depan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, diharapkan mahasiswa maupun dosen tidak hanya tinggal di dalam kampus, tetapi bisa masuk ke dalam masyarakat ataupun dunia kerja sekaligus untuk sebagai penerang untuk masyarakat sekitar.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura Marthinus Johanes Saptenno menambahkan bahwa sosialisasi sertifikasi pendidik untuk dosen maupun Beban Kerja Dosen ini merupakan hal yang sangat penting dan perlu dipahami oleh semua dosen untuk melahirkan dosen yang berkualitas.

“Sosialisasi sertifikasi pendidik untuk dosen maupun BKD diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua dosen terutama bagi dosen-dosen muda yang belum mendapatkan sertifikat, sebagai proses untuk perguruan tinggi maju ke arah yang lebih baik serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2