Waspada
Waspada » Kemendikbud Luncurkan Program Guru Penggerak
Pendidikan

Kemendikbud Luncurkan Program Guru Penggerak

Dirjen GTK) Iwan Syahril (Waspada/Ist)

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdik) meluncurkan program guru penggerak sejak 3 Juli lalu. Pendaftarannya sudah dibuka sejak 13 Juli dan berakhir pada 22 Juli 2020.

Untuk tahap pertama ini, targetnya adalah 2.800 guru penggerak yang tersaring dari seluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus bergerak mencapai 405.900 guru penggerak pada 2024 nanti.

“Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid,”ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian(Dirjen GTK) Iwan Syahril dalam acara jumpa pers secara daring, Senin (13/7).

Dia menambahkan, program guru penggerak dituntut untuk berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik.

“Guru penggerak ini dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak,” kata Iwan.

Disebutkan Iwan, analogi berhamba ini, betul-betul totalitas apa yang diberikan guru sebagai pendidik dan semua penggiat yang ada dalam ekosistem pendidikan dengan fokus bagaimana melayani anak.

“Inilah sebenarnya yang kita inginkan dari seluruh guru di Indonesia, seperti pesan Ki Hajar yaitu berpusat kepada murid,”imbuhnya.

Oleh karena itu, guru penggerak dituntut untuk dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan murid.

“Ini yang kita maksud sesuai dengan yang dipesankan oleh bapak Pendidikan kita. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya lalu kemudian halus rasanya, lalu kuat dan sehat jasmaninya,” ujar Iwan.

Untuk itu, guru penggerak hadir sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan. Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemimpin ekosistem pendidikan di masa depan.

Ia melanjutkan guru penggerak ini hadir menjadi teman belajar yang penuh inspirasi dan menguatkan semangat bagi guru-guru lain. Bagaimana pun kondisi yang ada, guru penggerak tidak akan patah semangat dan tidak mudah putus asa, tetapi terus berjuang dengan sebaik mungkin. “Ini hal yang sangat penting yang perlu kita terus komunikasikan ke semua pemangku kepentingan,” pungkasya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perguruan Taman Siswa, Ki Saur Panjaitan mengatakan, guru harus mampu menangani siswa yang unik dan heterogen.

“Hadirnya program Guru Penggerak harus mewujudkan guru teladan yang bisa menangani siswa yang unik dan beragam,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, bagi guru-guru di seluruh Indonesia yang terpanggil hatinya untuk menjadi guru penggerak, bisa segera mendaftar melalui sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ pada tanggal 13 sampai 22 Juli 2020.

Seleksi tahap pertama calon Guru Penggerak akan dilaksanakan pada 23 sampai 30 Juli 2020 dengan meliputi seleksi administrasi, biodata, tes bakat skolastik, dan esai.

Selanjutnya, seleksi tahap kedua pada 31 Agustus sampai 16 September 2020 yang meliputi simulasi mengajar dan wawancara.

Tahap terakhir adalah pengumuman hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan pertama pada 19 September 2020.(j02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2