Waspada
Waspada » Kemendikbud Dukung Digitalisasi Musik, Selamatkan Musik Masa Lampau
Pendidikan

Kemendikbud Dukung Digitalisasi Musik, Selamatkan Musik Masa Lampau

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid

JAKARTA (Waspada): Indonesia sangat kaya dengan berbagai karya cipta musik di masa lampau. Untuk menyelamatkan lagu dan musik yang pernah terekam pada masa lalu itu, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru bekerja sama dengan Irama Nusantara meluncurkan Digitalisasi Musik.

Kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mengamanatkan terbentuknya sistem pendataan kebudayaan terpadu. Salah satunya melalui manajemen aset digital yang berisi data tentang objek pemajuan kebudayaan (OPK).

Dalam proses digitalisasi ini, karya musik lawas didokumentasikan dengan rapi mulai judul, penyanyi, pencipta, tahun, label produksi serta data lain yang dirasa penting.

“Pendataan seluruh informasi yang berkaitan dengan karya musik harus mendapatkan perhatian yang serius, yaitu dikelola secara sistematis mencakup identifikasi, pengumpulan, pengelolaan (digitalisasi, restorasi), penyimpanan (katalogisasi), dan pelayanan/publikasi,” disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid pada taklimat media Peluncuran Digitalisasi Musik melalui telekonferensi di Jakarta, pada Kamis (6/8).

Basis data yang terbangun, kata Hilmar diharapkan dapat menjadi rujukan informasi dan sumber pengetahuan bagi seluruh pecinta musik dan masyarakat Indonesia secara umum.

Hilmar Farid menambahkan, dengan mengenali arsip atau dokumentasi warisan budaya dapat sekaligus mengetahui jejak perjalanan bangsa dan dapat menumbuhkan kebanggaan tehadap karya budaya bangsa dan cinta tanah air. Pada tahun ini target digitalisasi musik sekitar 1.000 rilis.

“Ini salah satu mimpi besar kita yang sudah sering didiskusikan dalam waktu yang cukup lama. Saya kira, kita perlu mulai memikirkan secara lebih serius karena arsip ini kelihatannya susah-susah gampang,” ujarnya.

Untuk itu, Kemendikbud memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Irama Nusantara yang terus melengkapi arsip musik populer Indonesia.

Irama Nusantara adalah sebuah yayasan nirlaba yang telah berdiri sejak tujuh tahun silam yang fokus pada pengarsipan musik populer Indonesia dan telah berhasil melakukan digitalisasi 4.065 rilisan atau sebanding dengan 40.000 lagu dari rentang era 1920-an hingga 1990-an. Hasil dari pengarsipan digital tersebut telah diunggah pada situs resmi Irama Nusantara iramanusantara.org dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Ketua Yayasan Irama Nusantara Dian Wulandari mengatakan melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai musik Indonesia, terutama musik populer yang juga merupakan bagian dari perkembangan budaya dan identitas bangsa ini.

“Saat ini kondisi masyarakat Indonesia masih kesulitan untuk mendapatkan referensi maupun informasi seputar musik populer Indonesia. Untuk itu kami hadir melalui digitalisasi musik,“ jelas Dian.

Sejalan dengan itu, pengelola Laras, sebuah komunitas studi tentang musik dalam masyarakat Irfan Darajat menilai, saat ini masih sangat dibutuhkan data-data yang sahih terutama terkait informasi musik populer Indonesia yang selama ini cukup sulit untuk didapatkan.

Pemerintah Korea Selatan dalam usahanya membuat Asia Culture Center sering kali menurunkan berbagai hibah kepada para akademisi untuk melakukan riset serta akuisisi arsip musik dari Indonesia. Oleh karenanya, Ia menyambut baik dukungan Kemendikbud dalam hal pengarsipan atau digitalisasi karya musik lawas Indonesia.

“Sangat disayangkan jika seluruh data ini jadinya dimiliki oleh negara lain, sementara kita masyarakat Indonesia kesulitan untuk memanfaatkannya,” jelas Irfan yang merupakan pengajar pada program studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada.

Sementara itu, sebagai kolektor musik, Duo DJ (disc jockey) beranggotakan Fadli Aat dan Merdi Simanjuntak ingin menyebarkan lagu-lagu Indonesia dari masa lalu ini kepada generasi muda secara lebih luwes.

Diskoria mengakui dengan akses arsip lagu-lagu lawas yang terbuka untuk publik oleh Irama Nusantara, yang membuat mereka lebih mudah dalam berkarya dan telah membantu mereka dalam mencari referensi karya musik Indonesia yang selama ini terpendam. Bentuk terima kasihnya itu diwujudkan dalam sebuah bentuk donasi dari penghasilan sebuah lagu bertajuk “Serenata Jiwa Lara” yang dibuat langsung dan dibawakan oleh Diskoria, Lale, Ilman (Maliq & D’Essentials) dan Nino (RAN) beserta Dian Sastrowardoyo sebagai pengisi vokal utama. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2