Keluarga Penerima PIP Bersyukur Bantuan Tetap Lancar - Waspada

Keluarga Penerima PIP Bersyukur Bantuan Tetap Lancar

  • Bagikan
Dua siswa penerima PIP

JAKARTA (Waspada): Sri, ibu tiga anak punya semangat tinggi untuk menjadikan anak-anaknya berhasil. Dia sadar betul, pendidikan adalah kunci utamanya.

“Berhasil itu kan bukan cuma jadi orang kaya atau kerja di kantoran. Kalau kata saya, sih, berhasil itu, ya bisa juga bermanfaat buat orang banyak, baik budi dan nggak nyusahin keluarga,” kata Sri, perempuan Jawa kelahiran 47 tahun silam. Sri adalah ibu dari tiga anak, dimana dua diantaranya adalah penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Sejak menikah dengan Junaidi dan tinggal di rumah milik keluarga suami di Reni Jaya Pamulang, Sri dikenal sebagai sosok yang cekatan, rajin bekerja dan jujur. Karena kebaikan hatinya, hidupnya dipenuhi keberkahan. Meski suami berpenghasilan menentu, Sri tak pernah mengeluh. Dia bahkan rela bekerja sama dengan suaminya untuk membantu menambah penghasilan keluarga.

“Tujuan saya dan suami adalah anak-anak jadi orang bener. Apapun kami kerjakan buat sekolah anak-anak, yang penting halal,” ujar Sri.

Junaidi sehari-hari bekerja sebagai service peralatan rumah tangga. Sesekali ada panggilan membetulkan rumah tetatangga. Tapi itu bisa dihitung dengan jari.

Sementara Sri sudah dikenal sebagai asisten rumah tangga yang piawai. Perawakannya yang sehat dan kejujurannya dalam bekerja, membuat Sri senantiasa dimintai tolong banyak orang. Kalau ada hajatan di wilayahnya, Sri pasti dipanggil untuk bantu-bantu.

‘Yah saya mah apa aja dikerjain. Yang penting anak-anak bisa makan dan sekolah,” kata Sri, semangat.

Begitu ada kabar anak keduanya, Dini, mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), Sri sangat bersyukur. Sampai akhirnya, Dini lulus SMK Negeri jurusan tata boga, Sri berharap kelak Dini bisa melanjutkan kuliah lewat beasiswa bidik misi atau KIP Kuliah.

Kini, putri bungsunya Amira, sudah duduk di bangku SD dan sama seperti kakaknya, masuk dalam jajaran penerima PIP.

Bagi Sri dan suami, bantuan sekecil apapun, apalagi di masa sulit seperti saat ini, sangat berarti. Memang sudah ada si sulung Oki yang mulai mendapatkan penghasilan sendiri. Tapi itu tentu saja tidak mencukupi, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Jadi saya sekeluarga sangat berterima kasih karen pemerintah telah memberi perhatian kepada kami rakyat kecil. Besar harapan kami, tidak akan putus, karena pendidikan itu modal utama kami lari dari kemiskinan. Terima kasih pemerintah,” kata Sri.

Rasa syukir yang sama diungkap Yeti, warga Duren Tiga, Jakarta Selatan. Anaknya yang duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah rutin mendapat beasiswa PIP.

“Saya berharap bantuan ini lanjut sampai anak saya kuliah. Mengingat perekonomian keluarga kami pas-pasan,” ujar Yati yang suaminya sempat jadi tukang ojek pangkalan dan kini mulai beralih jualan air kemasan isi ulang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri saat ini tengah terus berupaya menyalurkan bantuan PIP kepada seluruh siswa yang berhak. Meski di tengah suasana pandemi dan anak-anak belajar dari rumah.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Abdul Kahar mengatakan, penyaluran PIP sdh mencapai daya serap PIP 79,8 persen. Selebihnya dalam proses.

“Kami memahami kesulitan teman-teman di daerah dalam kondisi PJJ dan masih banyak anak yang belum pernah bertemu dengan gurunya sehingga data yang masuk ke kami lambat. Terima kasih,” ujar Kahar.

Nilai bantuan per siswa, untuk Sekolah Dasar sebesar Rp 450.000, Sekolah Menengah Pertama sebesar Rp 750.000 dan Sekolah Menengah Atas sebesar Rp 1 juta.(J02)

  • Bagikan