Waspada
Waspada » Kampus Vokasi Sudah Banyak Terapkan Link and Match
Pendidikan

Kampus Vokasi Sudah Banyak Terapkan Link and Match

JAKARTA (Waspada): Kerjasama antara pendidikan vokasi dan industri dalam menyusun dan membesarkan kurikulum menjadi program wajib pertama di dalam “pernikahan massal” atau link and match yang digaungkan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Tidak hanya disusun bersama, tetapi harus sampai pada tahap disetujui oleh pihak industri dan calon pengguna lulusan. Ini adalah syarat utama dalam konsep link and match yang saat ini digalakkan,” kata Dirjen Diksi Kemdikbud, Wikan Sakarinto saat melakukan kunjungan kerja ke tiga kampus vokasi yakni Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta serta Program Vokasi Universitas Indonesia, kemarin. Wikan didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja.

Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri kyaitu hardskills dan softskills yang seimbang, tidak boleh hanya satu diantaranya yang dikuatkan. Untuk itu maka harus diikuti dengan menghadirkan dosen tamu praktisi dan ekspert dari industri, serta merancang program magang sejak awal pada penyusunan kurikulum.

“Tidak bisa, tanpa kurikulum disetujui oleh industri, lalu tiba-tiba mahasiswa datang ke industri untuk meminta diterima magang.” ujar Wikan.

Di sisi lain, industri harus menyatakan komitmen yang kuat untuk menyerap lulusan kampus-kampus vokasi Indonesia.

“Tidak mewajibkan industri menerima, namun meminta komitmen yang kuat untuk menyerap lulusan apabila kurikulum dan magang sudah dirancang bersama dan sesuai kebutuhan riil di dunia kerja,” demikian ditegaskan oleh Wikan.

Di tengah kunjungan ke tiga kampus vokasi, Wikan mengaku sangat senang karena ternyata hampir seluruh prodi di Polimedia, PNJ dan Program Vokasi UI, sudah menerapkan empat paket minimal link and match tersebut.

“Ini bagus sekali. Dan, ternyata cocok dengan fakta serapan lulusan kampus-kampus ini yang sudah mencapai di atas 80 persen diterima oleh dunia kerja,” kata Wikan.

Namun, Wikan menambahkan bahwa kondisi ini tentu sangat dipengaruhi oleh besarnya potensi industri-industri di Jakarta. Kepastian ini masih harus diperjuangkan agar terjadi di seluruh kampus-kampus vokasi di Indonesia.

“Bahkan, PNJ sudah cukup lama menerapkan dual system mirip di Jerman, yaitu pembelajaran dan perkuliahan diselenggarakan di dalam kawasan industry HOLCIM. Jadi, mahasiswa kuliah, dan belajar sambil bekerja di dalam industriserta mendapatkan honor yang baik setiap bulannya,” kata Wikan.

Sebagai informasi, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menandatangani nota kesepakatan kerjas ama dengan PT. Formosa Teknologi Central, Kamis (16/7/2020). Kerjasama tersebut untuk menjembatani antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

Adapun paket kerjasama yang dilakukan meliputi kuliah umum industri, penyediaan tempat magang bagi mahasiswa, rekruitmen lulusan, penyusunan kurikulum berbasis industri, pemberdayaan sumber daya manusia, dan penyediaan fasilitas sarana prasarana pembelajaran, serta lainnya.

Penandatanganan Mou kerjasama dilakukan oleh Direktur PNJ, Dr. Zaenal Nur Arifin dan Direktur Utama PT Formosa Teknologi Central, Mr Kao Ying Chang di lantai 3 Gedung Direktorat PNJ, Kampus UI Depok.

Pada kesempatan kunjungan ini, Wikan juga memberi tantangan kepada Polimedia untuk mengubah seluruh prodi jenjang D-3 menjadi D-4, atau Sarjana Terapan, pada 2021, serta membuka prodi Magister (S-2) Terapan pada 2022.

Kegiatan di Polimedia juga dihadiri oleh Polimedia PSDKU Medan dan Maskassar serta beberapa mitra diantaranya PT. Indofood, Bali Animasi, Penerbit Andi Offset serta The Local Enablers melalui video conference. Semuanya menyatakan setuju dengan program “pernikahan massal” yang dijelaskan detil oleh Wikan.(j02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2