Kampus Harus Tanamkan Jiwa Kewirausahaan - Waspada

Kampus Harus Tanamkan Jiwa Kewirausahaan

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) ke-11. Tahun ini, Universitas Agung Podomoro didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraannya.

Tema KMI tahun ini adalah ‘menghubungkan peluang’. Harapannya para peserta dapat saling terkoneksi untuk terus mengembangkan sektor usahanya.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Aris Junaidi dalam acara pembukaan puncak pameran KMI Expo, Jumat (4/12) mengatakan, rangkaian kegiatan KMI diawali pada 19 November. Puncaknya adalah pameran produk wirausaha mahasiswa pada 4 sampai 5 November.

Peserta pameran tidak kurang dari 430 stan. Animo peserta tidak surut meski dilaksanakan secara daring. Pameran terbagi dalam berbagai katagori produk, mulai dari makanan dan minuman, barang dan jasa, produk kreatif sampai digital.

Paling menarik adalah pemberian dana stimulan kepada 25 start up terbaik dari 25 kampus berbeda. Jumlah masing-masing sebesar Rp25 juta.

“Penghargaan ini tidak lain adalah upaya memancing semangat para mahasiswa untuk memantapkan kiprah mereka dalam dunia wirausaha,’ tandas Aris.

Dirjen Dikti, Prod Nizam menyambut hangat kegiatan KMI 2020. Menurut dia, penting bagi kampus untuk menumbuhkan minat dan potensi mahasiswanya pada dunia wirausaha. Dari situ, pasti muncul karakter mulia, seperti sopan santun dan ramah, jujur, ulet dan kreatif.

“Sudah seharusnya kampus mampu menjadi lembaga yang mengembangkan potensi dan minat mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten dalam keilmuannya, tapi juga berkarakter mulia,”ujar Nizam.

Lebih lanjut, Nizam menjelaskan bahwa kampus sebagai simpul pengembangan diri mahasiswa yang bertujuan untuk membangun semangat juang dan spirit mahasiswa agar menjadi mahasiswa berprestasi. Selain itu, mahasiswa juga harus memahami masalah yang dihadapi oleh bangsanya dan memiliki wawasan global yang luas agar dapat menjadi pemimpin yang solutif dan siap berbakti di seluruh pelosok negeri.

“Kampus harus mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan olah pikir, olah keterampilan, olah raga, olah rasa, dan olah hati. Dengan begitu maka kita dapat melahirkan kampus-kampus yang berprestasi dan penuh dengan semangat untuk maju,” pungkasnya.

Rektor Universitas Agung Podomoro, Bacelius Ruru mengatakan, KMI menjadi ajang rekognisi bagi mahasiswa yang membuktikan kompetensinya sebagai calon wirausahawan.

“Mahasiswa dapat menjadi contoh adanya semangat bertahan di tengah situasi sulit seperti saat ini. Buktikan kalau tantangan dapat menjadi peluang,” kata Bacelius.

Dalam kesempatan yang sama, Professor of Entrepreneurship Babson College, Kelley menjelaskan bahwa pada tahun 2018, Indonesia memiliki tingkat kewirausahaan yang cukup tinggi dibandingkan 48 negara di asia lainnya. Selain itu, dunia kewirausahaan di Indonesia telah bersifat inklusif, sebab baik pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama untuk berwirausaha, tak seperti di beberapa negara lain dimana wanita memiliki kesempatan rendah untuk berwirausaha.

Kelley memandang Indonesia telah melakukan upaya yang cukup baik dalam mengembangkan kewirausahaan nasional melalui inovasi dan teknologi. Hal tersebut dapat dilihat melalui pendirian Bandung Techno Park yang ia nilai sebagai inovasi besar serta dapat dimanfaatkan pula untuk memajukan inovasi dan teknologi di Indonesia juga dapat membangun ekonomi bangsa.

“Kewirausahaan tidak hanya tentang startup, tetapi juga bisnis besar dalam bidang teknologi dan bisnis keluarga yang telah dilakukan oleh 75% entrepreneur dari 48 negara di Asia dimana 81% dari usaha tersebut berhasil berjalan dengan stabil,” tambah Kelley.

Kelley juga menyampaikan bahwa stabilitas suatu usaha kerap didukung oleh budaya, kemampuan keuangan, dukungan pemerintah, pendidikan, dan infrastruktur yang ada dimana Indonesia telah memiliki hal tersebut dalam konteks kewirausahaan nasional. Namun, hal yang perlu difokuskan dalam kewirausahawan di Indonesia ialah menumbuhkan kepercayaan diri pada masyarakat untuk membangun usaha yang besar, bukan hanya tentang memulai usaha rintisan saja.(J02)

  • Bagikan