Waspada
Waspada » Ini Dia Tiga Terobosan Merdeka Belajar Episode 6
Pendidikan

Ini Dia Tiga Terobosan Merdeka Belajar Episode 6

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru saja meluncurkan Merdeka Belajar Episode Keenam bertajuk ‘Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi’.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meluncurkan kebijakan tersebut, Selasa (3/11) lalu mengatakan, tujuan utama adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan lebih banyak lagi talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Lantas apa saja terobosan yang ada pada episode ke-6 ini, yang membuatnya istimewa?

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, ada tiga terobosan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia lewat ekosistem kampus di Merdeka Belajar ke-6 ini.

Ketiga terobosan itu adalah:

1. Insentif berdasarkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Terobosan pertama ini diberikan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Untuk pertama kalinya, insentif kinerja disediakan bagi PTN yang didasarkan kepada capaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

“Sebelumnya, perguruan tinggi hanya mendapatkan dana alokasi dasar dan dana afirmasi, khusus bagi perguruan tinggi yang tertinggal,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Untuk terobosan pertama ini, Kemendikbud menyediakan anggaran Rp500 miliar.

 

 

dana penyeimbang atau matching fund untuk kerja sama dengan mitra (untuk PTN dan PTS), serta Program Kompetisi Kampus Merdeka atau competitive fund (untuk PTN dan PTS).

Selain alokasi dasar meningkat Rp800 miliar, tahun depan pendanaan pendidikan tinggi akan ditambah insentif yang berdasarkan capaian IKU.

 

2. Kebijakan kedua adalah Dana Penyeimbang Kontribusi Mitra (matching fund). Matching fund ini berarti dukungan dana dari mitra yang telah dipilih oleh perguruan tinggi, akan disamakan dengan jumlah yang diberikan Kemendikbud dengan perbandingan 1:1 atau sampai dengan 1:3 untuk pendanaan yang terkait isu sosial dan prioritas nasional.

Total matching fund yang tersedia adalah Rp250 miliar.

Untuk keperluan ini, Kemendikbud telah menyediakan platform kedaireka.id bagi perguruan tinggi dan mitra sehingga calon mitra dan perguruan tinggi secara bebas dapat mencari dan memilih mitra yang paling tepat. Calon mitra dapat mengajukan proposal permasalahan yang harus dipecahkan, dan perguruan tinggi dapat mengajukan solusi yang akan dikaji.

Untuk mendapatkan matching fund dari Kemendikbud, mitra dan perguruan tinggi dapat mengajukan proposal secara bersama-sama. Mitra dan perguruan tinggi harus dapat meyakinkan bahwa proyek yang akan dijalankan punya potensi besar meningkatkan delapan IKU Perguruan Tinggi dan memecahkan masalah mitra maupun masyarakat.

Melalui matching fund, kerja sama perguruan tinggi dan mitra dapat memastikan pembelajaran tetap relevan, pengetahuan dosen selalu diperbaharui dan mahasiswa lebih siap menjajaki dunia kerja.

“Kalau ada universitas yang membangun infrastruktur untuk 5G dan bermitra dengan operator telekomunikasi atau BUMN, ini bisa menjadi matching fund. Atau ada universitas berinovasi dalam bidang biodiesel untuk mempertahankan kemandirian energi Indonesia, ini juga bisa menjadi salah satu strategi. Atau penelitian pengolahan limbah sawit untuk pakan ternak oleh suatu yayasan sosial bersama perguruan tinggi bidang agrikultur. Dana yang diberikan oleh mitra, akan disamakan oleh Kemendikbud,” terang Mendikbud saat memberikan contoh kemitraan yang bisa mendapatkan matching fund.

3. Kebijakan ketiga adalah Program Kompetisi Kampus Merdeka atau competitive fund. Dana kompetisi sebesar Rp500 miliar dapat digunakan untuk mewujudkan aspirasi masing-masing perguruan tinggi dan mendorong potensi capaian delapan IKU.

“Ini adalah kesempatan baik bagi para civitas akademika mulai dari dosen, ketua prodi, dekan, hingga rektor yang punya ide dan terobosan untuk mengukir warisan baik di kampus. Ini saatnya civitas akademika memikirkan apa perubahan yang ingin dikedepankan di kampus? Apa spesialisasinya? Di sinilah competitive fund berperan. Bahwa proposal-proposal akan masuk dan mewujudkan misi spesialisasi perguruan tinggi dan mendorong delapan IKU,” tutur Mendikbud.

Pemenang competitive fund akan dipilih berdasarkan dampak program dalam diferensiasi misi Perguruan Tinggi itu dan dalam meningkatkan capaian delapan IKU.

Mendikbud Nadiem Makarim memberikan beberapa contoh program yang dapat menerima competitive fund, seperti program magang satu semester di perusahaan top dunia dengan pembimbing profesional, atau inovasi penurunan emisi karbon di perkotaan yang merupakan hasil penelitian perguruan tinggi. Bisa juga misalnya prodi kesehatan berkolaborasi dengan universitas top dunia yang melibatkan mahasiswa S2 dan S3.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2