Waspada
Waspada » Implementasi Kampus Merdeka, Indonesia-Perancis Buka Peluang Kerja Sama
Pendidikan

Implementasi Kampus Merdeka, Indonesia-Perancis Buka Peluang Kerja Sama

Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof Nizam

JAKARTA (Waspada) Indonesia dan Perancis telah menjalankan kerja sama bilateral selama 70 tahun. Kini, momen penting itu ditandai, salah satunya dengan membuka peluang kerja sama bidang pendidikan tinggi yang saling menguntungkan kedua negara.

“Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Perancis dalam rangka implementasi program Kampus Merdeka,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof Nizam, dalam acara webinar kerjasama Kampus Merdeka, Indonesia-Perancis, secara daring dan disiarkan langsung di kanal YouTube Ditjen Dikti, Rabu (9/9).

Acara yang diikuti oleh para peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) ini mendiskusikan implementasi kebijakan Kampus Merdeka serta peningkatan peluang kerja sama luar negeri.

Nizam menambahkan, Indonesia terus meningkatkan usahanya dalam hal peningkatan kualitas di sektor pendidikan. Karena semua tahu, sektor pendidikan adalah kunci untuk mempersiapkan generasi masa depan dengan lebih baik.

“Pendidikan adalah pintu dan jendela kita yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Generasi muda penting dalam mempertahankan masa depan Indonesia di tahun-tahun mendatang. Kami mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui implementasi kebijakan positif dan meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas, kompetisi, dan inovasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Nizam mengatakan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan, adaptasi penting untuk menghadapi tantangan baru, dan juga untuk menggapai masa depan. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan kebijakan baru, yaitu Kampus Merdeka.

Terkait dengan peluang kerja sama, Nizam menyebut bahwa Indonesia dan Perancis selalu memiliki hubungan bilateral yang baik di semua sektor, yang merupakan hasil dari pemahaman dan kerja sama yang baik selama bertahun-tahun. Nizam berharap melalui kerja sama yang dibangun dengan Perancis dapat tercapai visi dan misi yang telah ditetapkan, berdasarkan pemahaman, pengalaman, dan komunikasi yang selama ini sudah dijalin.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan membawa kita melangkah bersama untuk menyamakan pemahaman yang lebih baik dalam bidang pendidikan untuk generasi di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Paristiyanti Nurwardani, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menyediakan kolaborasi peningkatan antara perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan perguruan tinggi yang ada di Perancis. Hal ini untuk mencapai indikator kesuksesan Kampus Merdeka serta memiliki generasi yang inovatif.

Perwakilan Kedutaan Perancis di Jakarta, Mrs. Philomène Robin, Attaché of University Cooperation memaparkan bahwa Perancis merupakan salah satu negara yang terus membangun dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Saat ini, selain sebagai salah satu negara destinasi pendidikan tinggi para mahasiswa dari seluruh dunia, terdapat pula beberapa perguruan tinggi Perancis yang telah membuka kampus di beberapa negara sahabat.

Dalam kerangka hubungan bilateral antara Indonesia-Perancis pada bidang pendidikan tinggi, Indonesia-Perancis telah memiliki beberapa skema kolaborasi, kerangka kerja sama, monitoring dan implementasi dari naskah kerja sama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, seperti Joint Working Group on Higher Education dan High Level Meeting di tingkat pejabat senior.

Dalam prosesnya, baik Indonesia dan Perancis terus mendorong berbagai program kerja sama yang dapat meningkatkan interaksi dan intensitas kerja sama pendidikan tinggi kedua negara. Beberapa contoh program tersebut seperti pengkajian joint degree, student exchange, scholarship for degree program dan peningkatan kapasistas akademik bagi Indonesia dalam mendorong kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara.

Selanjutnya, Robin menyampaikan bahwa Perancis sebagai salah satu negara sahabat Indonesia, membuka peluang yang sebesar-besarnya atas segala potensi kerja sama yang dapat dijalin oleh kedua negara yang disertakan dengan keinginan Perancis melalui intensitas tawaran-tawaran program yang telah ditawarkan.

Pada kesempatan yang sama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Perancis, Warsito menyampaikan tentang peluang kerja sama perguruan tinggi. Ia mengatakan bahwa besarnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Perancis tersebar di berbagai jurusan. Perancis juga turut menjadi negara tujuan favorit mahasiswa yang berminat menempuh gelar Doktor di Perancis. Ia pun siap mendukung implementasi program Kampus Merdeka dari Indonesia melalui kolaborasi dengan pihak Perancis.

“Atdikbud KBRI di Paris siap mendukung kerja sama bilateral Indonesia-Perancis, dalam bidang pendidikan tinggi dan inovasi melalui peningkatan interaksi dan kerja sama antar perguruan tinggi di kedua negara,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara webinar ini Attache of University Cooperation Institut Français d’Indonesie, Philomene Robin; Kepala Kantor Internasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Maria Anityasari; Director of the Centre for Asia Pacific, Africa and Middle East, Sciences Po, Mr. Etienne Cazin; International Affairs Manager for China and South-East Asia, Sciences Po, Mr. Alexandre Mariani; dan Director of International Relations,Ecole Centrale de Lyon, Prof. Richard Perkins.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2