Waspada
Waspada » Guru Inovatif, Lakukan Evaluasi Siswa Lewat Permainan Ular Tangga
Pendidikan

Guru Inovatif, Lakukan Evaluasi Siswa Lewat Permainan Ular Tangga

Salah seorang murid Kelas V, UPTD SDN 03 Tanah Merah, Kec. Air Putih, Kab. Batubara, sedang mengerjakan tugas evaluasi belajar yang diberikan gurunya melalui permainan ular tangga bersama orangtuanya.
Salah seorang murid Kelas V, UPTD SDN 03 Tanah Merah, Kec. Air Putih, Kab. Batubara, sedang mengerjakan tugas evaluasi belajar yang diberikan gurunya melalui permainan ular tangga bersama orangtuanya.

BATUBARA (Waspada): Di masa pandemi Covid-19, di mana proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh atau daring (dalam jaringan), guru dituntut menjadi lebih kreatif dan inovatif untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Salah satunya melakukan evaluasi belajar siswa lewat permainan ular tangga.

Hal tersebut dilakukan guru Kelas V, UPTD SDN 03 Tanah Merah, Kec. Air Putih, Kab. Batubara yang melakukan inovasi dalam pembelajaran daring melalui group WA, dimana guru menyampaikan materi evaluasi pembelajaran siswa dengan bermain ular tangga bersama orangtua di rumah.

Guru UPTD SDN 03 Tanah Merah, Tati Hariyanti, SPd.SD menyebutkan, dalam kegiatan evaluasi belajar siswa agar lebih asyik dan menyenangkan, guru memodifikasi evaluasi melalui permainan ular tangga. Dimana siswa dapat bermain bersama orangtuanya. Dengan bermain ular tangga ini siswa akan happy meskipun dihadapkan pada pertanyaaan-pertanyaan.

“Guru meminta siswa untuk membuat 20 buah pertanyaan dari tema yang telah dipelajari . Dengan dibantu orangtua, siswa juga diminta untuk membuat mainan ular tangga dari kardus ataupun karton dengan kotak-kotak berjumlah 20 layaknya permainan ular tangga,” ujar Tati Hariyanti yang juga sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation.

Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun siswa tadi dituliskan pada kotak kotak tersebut. Setiap kotak satu pertanyaan. Tentu saja mainan ular tangga yang dihasilkan oleh setiap siswa berbeda dan bervariasi.

“Pada kegiatan ini siswa telah diasah kemampuan kreatifitasnya. Selanjutnya siswa juga diminta membuat dadu yang setiap sisinya diberi angka 1-6. Hasil karya siswa inilah yang kemudian dijadikan sebagai media evaluasi siswa itu sendiri,” jelasnya.

Tati Hariyanti menyebutkan, kegiatan evaluasi ini dilakukan siswa bersama orangtua, pada pertengahan Maret 2021 lalu. Guru memberikan motovasi dan semangat kepada siswa. Arahan juga petunjuk dibuat dalam aturan permainan.

“Peran orangtua di sini sangat berarti. Sungguh mereka para orangtua hebat. Orangtua yang siap meluangkan waktu mendampingi buah hati mereka agar berhasil menyelesaikan tugasnya,” sebut Tati Hariyanti.

Salah seorang siswa, Loloate Tumanggor, mengaku mendapat pengalaman baru yang mengasyikkan dalam mengerjakan evaluasinya. Suasana bermain yang seru tidak menjadikan evaluasi sebagai beban. “Evaluasinya asyik dan seru,” kata Loloate Tumanggor.

Begitu juga dengan murid lainnya, Syahidan yang merasa sangat senang sekali karna banyak pertanyaan yang berhasil ia jawab. “Aku lebih banyak menjawabnya dibandingkan bunda,” katanya penuh bangga.

Sedangkan bagi orangtua ada kesan tersendiri yang mereka rasakan. Seperti yang disampaikan orangtua murid Ahmad Karim. ”Saya senang bisa ikut main begini, rupanya anak saya pintar juga ya,” ujarnya sambil tertawa.

Begitu juga kata salah satu orangtua lainnya, Ibu Dewi yang mengatakan sangat suka dengan kegiatan belajar seperti ini. “Meski capek, saya suka dengan kegiatan seperti ini. Makin sering anak saya bermain, makin mahir dia menjawab pertanyaan,” ujarnya.

Tati Haryanti menyebutkan, cara belajar aktif tersebut dia dapatkan dari pengalaman yang ia praktekkan bersama anaknya di rumah. Selain itu evaluasi belajar dengan bermain ular tangga ini, juga mengandung unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) yang dicanangkan Tanoto Foundation.

“Dari kegiatan pembuatan ular tangga, dan pembuatan soal siswa sudah dikembangkan kreatifitasnya, ada proses Mengalami.Kemudian melalui kegiatan bermain sudah ada Interaksi dan Komunikasi. Dari hasil bermain siswa dapat me-Refleksi diri tentang apa dampak yang dia rasakan, sekaligus siswa dan orangtua bisa tau sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran,” pungkasnya. (m31/A)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2